Brakkk! Detik-Detik Rumah Ambruk di Manarap Banjar Kontroversi Upin Ipin Sudah Meninggal, Les’ Copaque Beri Penjelasan Penggerebekan Maut Kakek Teluk Tiram: Sarijan Rupanya Target Tersohor Kepolisian Maraton, Proses RUU jadi UU IKN Digelar Hari Ini Tok! Pemerintah-Pansus Sepakat RUU IKN Lanjut ke Paripurna DPR

Dua Warga Balikpapan Meninggal Akibat DBD

- Apahabar.com     Sabtu, 8 Desember 2018 - 21:16 WITA

Dua Warga Balikpapan Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue. Foto - merdeka.com

apahabar.com, BALIKPAPAN– Dua warga Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia yang diakibatkan demam berdarah dengue (DBD) pada 2018 atau sama dengan tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Balerina menyatakan, sesungguhnya jumlah kasus serangan DBD menurun, yakni pada tahun 2018 tercatat 1.021 penderita, sementara di 2017 ada 1.371 penderita.

“Kami menilai penurunan kasus karena masyarakat sudah mulai memahami cara-cara mencegah demam berdarah,” katanya di Balikpapan, tulis ANTARA.

Demam berdarah disebabkan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti melalui gigitannya, sementara nyamuk Aedes menyukai tempat-tempat tertentu di rumah manusia.

Air yang jernih dan tergenang seperti di dalam vas bunga adalah kegemaran si nyamuk untuk tempat bertelur. Dengan membasmi tempat-tempat nyamuk bertelur maka berkurang juga regenerasi nyamuk.

“Sebutannya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M, yaitu menutup rapat tempat air, menguras tempat-tempat air, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tak terpakai yang bisa jadi penampung air tempat nyamuk bertelur,” papar Balerina.

Menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, vas bunga, tempat makan binatang, dan lain sebagainya.

Kaleng bekas, ban bekas, adalah barang-barang yang biasa dikubur agar jangan jadi wadah air tempat nyamuk bertelur.
Termasuk upaya pencegahan adalah pengasapan atau fogging di pemukiman. Fogging akan mematikan larva nyamuk dan nyamuk dewasa. Selain upaya pencegahan yang terus menerus, menurut Balerina, langkah-langkah penanganan di pusat-pusat kesehatan juga semakin baik.

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kaltim Menuju Ibu Kota Negara, Wagub: Tak Mudah Pindahkan 1,5 Juta Pegawai
Balikpapan

Kaltim

Lapas Balikpapan Pindahkan 3 Bandar Narkoba ke Nusakambangan

Kaltim

Dua Warung Dekat SPBG di Balikpapan Terbakar
covid-19 balikpapan

Kaltim

Kasus Covid-19 Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Gubernur: Itulah Nasib
apahabar.com

Kaltim

Dipasang Hanger, Jembatan Mahakam IV Ditarget Rampung Februari

Kaltim

Kaltim Jadi Tempat “Teraman” Persembunyian Teroris, Begini Penjelasan Kapolda?
Mahasiswa Balikpapan

Kaltim

Belasan Mahasiswa yang Diamankan Polisi di Balikpapan Jalani Pemeriksaan Antigen
Darah di lokasi pembacokan di Masjid Agung At Taqwa. Apahabar.com / Riyadi

Kaltim

Jemaah Masjid At Taqwa Geger, Dua Pria Misterius Bacok Warga yang Mau Salat Subuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com