Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Dua Warga Balikpapan Meninggal Akibat DBD

- Apahabar.com Sabtu, 8 Desember 2018 - 21:16 WIB

Dua Warga Balikpapan Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue. Foto - merdeka.com

apahabar.com, BALIKPAPAN– Dua warga Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia yang diakibatkan demam berdarah dengue (DBD) pada 2018 atau sama dengan tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Balerina menyatakan, sesungguhnya jumlah kasus serangan DBD menurun, yakni pada tahun 2018 tercatat 1.021 penderita, sementara di 2017 ada 1.371 penderita.

“Kami menilai penurunan kasus karena masyarakat sudah mulai memahami cara-cara mencegah demam berdarah,” katanya di Balikpapan, tulis ANTARA.

Demam berdarah disebabkan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti melalui gigitannya, sementara nyamuk Aedes menyukai tempat-tempat tertentu di rumah manusia.

Air yang jernih dan tergenang seperti di dalam vas bunga adalah kegemaran si nyamuk untuk tempat bertelur. Dengan membasmi tempat-tempat nyamuk bertelur maka berkurang juga regenerasi nyamuk.

“Sebutannya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M, yaitu menutup rapat tempat air, menguras tempat-tempat air, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tak terpakai yang bisa jadi penampung air tempat nyamuk bertelur,” papar Balerina.

Menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, vas bunga, tempat makan binatang, dan lain sebagainya.

Kaleng bekas, ban bekas, adalah barang-barang yang biasa dikubur agar jangan jadi wadah air tempat nyamuk bertelur.
Termasuk upaya pencegahan adalah pengasapan atau fogging di pemukiman. Fogging akan mematikan larva nyamuk dan nyamuk dewasa. Selain upaya pencegahan yang terus menerus, menurut Balerina, langkah-langkah penanganan di pusat-pusat kesehatan juga semakin baik.

Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Demo Penajam, dan Alasan Dewan Pengupahan UMK Tak Naik
apahabar.com

Kalsel

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Salurkan Dana Desa ke Ratusan Desa
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Bentuk Sekber Penanganan Dana Desa
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Bertekad Kreatif Optimalkan PAD
apahabar.com

Kaltim

Long Boat Karam di Riam Udang Mahulu, Tiga Masih Hilang
apahabar.com

Kaltim

Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Masjid Agung Penajam Bakal Disulap Mirip Masjid Nabawi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com