Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta

Ekspor Perkayuan: Direct Call Diyakini Pacu Tranformasi Ekonomi Daerah

- Apahabar.com     Rabu, 5 Desember 2018 - 12:33 WITA

Ekspor Perkayuan: Direct Call Diyakini Pacu Tranformasi Ekonomi Daerah

Terminal peti kemas di Kariangau. Foto-kariangauterminal.co.id

apahabar.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menyatakan, Pemprov siap bekerja sama terkait rencana direct call atau ekspor langsung dengan pengusaha ekspor perkayuan di Kaltim, 1 Januari 2019 mendatang.

Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan diketahui sudah bisa digunakan untuk ekspor langsung ke seluruh dunia tanpa harus singgah di Jakarta atau Surabaya, sejak dilaunching pada awal tahun ini.

“Tidak mungkin direct call sukses, tanpa dukungan para pengusaha. Oleh karena itu harus ada komitmen dari pengusaha. Keberlanjutan produk dan pasarnya harus terjamin,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam siaran persnya.

Hadi meminta para pengusaha Kaltim memanfaatkan fasilitas ini. Selain mempercepat waktu pengiriman ekspor, beroperasinya pelabuhan internasional ini juga akan akan memacu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kemarin, Hadi menerima audiensi dengan beberapa pengusaha perkayuan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim di Ruang Rapat Wakil Gubenur Kaltim, Selasa, (4/12).

Hadi tampak didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UMKM Kaltim Fuad Assadin, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kaltim Abdullah Sani, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim Nazrin.

Diyakinkannya, direct call akan menjadi stimulus perkembangan kawasan industri Kaltim dan juga mempercepat transformasi ekonomi daerah. Para pengusaha di Kaltim bisa memanfaatkan keuntungan besar dari sistem direct call ini. Sebab, selain waktunya lebih singkat tentu biayanya juga lebih murah.

Beberapa keuntungan yang didapat pemerintah daerah maupun pengusaha dari pelayaran langsung internasional ini, antara lain: biaya tidak lagi membengkak karena barang diekspor bisa langsung ke negara tujuan, alhasil kualitas produk dipastikan akan lebih baik.

“Barang atau komoditas yang dikirim tidak lagi terlalu lama di perjalanan,” papar M Basir GM PT KKT kepada media ini.

Dalam kesempatan tersebut disepakati pada 1 Januari 2019 mendatang akan menjadi momentum pelaksanaan direct call untuk komoditi perkayuan.

Rencananya, 1 Januari 2019 mendatang para pihak terkait akan membahas kembali komitmen bersama baik antara pemerintah, PT KKT selaku operator, maupun pengusaha ekspor perkayuan melalui Apindo, sebagai distributor. Apindo sendiri diketahui sebelumnya mengekspor komoditi perkayuan tanpa melewati PT KKT.

editor: fariz fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Dirilis 28 Maret, ‘My Stupid Boss 2’ Lebih Kocak

Tak Berkategori

Pencuri Motor di Mess Pertamina EP Tanjung Ditangkap Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

Positif Covid-19 Bertambah, IDI Kaltim Cemas Pilkada Serentak Picu Klaster Baru
apahabar.com

Tak Berkategori

Instagram Saring Komentar Otomatis Bahasa Indonesia
PDIP

Tak Berkategori

Kepada Kepala Daerah Terpilih, PDIP Banjar Menekankan Program Entaskan Banjir
SPBU Sungai Pantai

Tak Berkategori

Laka Maut di Depan SPBU Sungai Pantai Batola, Begini Penjelasan Polisi

Tak Berkategori

Kunjungi Meratus HST, Mensos Risma Diminta Tower Seluler
apahabar.com

Tak Berkategori

AMPK-Walhi Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Demo Tolak Pabrik Semen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com