Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 22:49 WIB

El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?

Fenomena El Nino menimbulkan cuaca ekstrim. Foto - kompas

apahabar.com, JAKARTA – Dalam bulan terakhir ini di berbagai wilayah di Indonesia termasuk ibu kota mulai dilanda cuaca ekstrim seperti hujan deras dan banjir. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa ini merupakan hal yang biasa karena Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Benarkah demikian?

Badan meteorologi dunia (The World Meteorological Organization) meramalkan bahwa peluang terjadinya El Nino dalam waktu 3 bulan ke depan mencapai 75-80%. Berdasarkan pemantauan suhu permukaan laut Pasifik yang mencapai 0.8 oC to 1.2 oC itu, Badan Meteorologi dunia tersebut memastikan El Nino akan terjadi antara bulan Desember 2018-Februari 2019 mendatang.

Hal yang sama juga diramalkan oleh The Australian Bureau of Meteorology, bahkan biro ini memprediksi El Nino akan datang lebih awal yaitu mulai bulan Desember ini atau paling lambat bulan Januari mendatang dan peluangnya mencapai 90%. El Nino terjadi akibat perubahan suhu di lautan Pasifik yang berdampak pada perubahan iklim dunia. Biasanya El Nino ditandai dengan banjir dan kekeringan yang terjadi di belahan bumi yang berbeda.

Peningkatan suhu permukaan lautan Pasifik ini disertai dengan melemahnya pertukaran angin. Fenomena El Nino ini biasanya terjadi setiap 2-7 tahun dengan lama terjadinya sekitar 6-24 bulan. Bagi Indonesia prediksi dua badan meteorologi ternama ini tentunya tidak dapat dianggap angin lalu saja karena hamparan wilayah Indonesia di tropis sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrim ini.

Fenomena El Nino yang melanda dunia pada tahun 2015-2016 lalu memberikan dampak besar terhadap kerusakan lingkungan seperti terjadinya kekeringan, banjir, pemucatan terumbu karang di wilayah yang berbeda di bumi ini. Kejadian El Nino ini mempengaruhi lebih dari 60 juta penduduk dunia yang berakbat sebanyak 23 negara memerlukan bantuan internasional asenilai US$5 milyar.

Fenomena El Nino yang diperkirakan melanda dunia termasuk Indonesia dalam waktu 3 bulan ke depan tentunya harus diantisipasi dampaknya. Diperkirakan dalam kurun waktu tersebut akan terjadi curah hujan yang ekstrim dan juga perubahan suhu yang tidak saja berdampak langsung pada kehidupan kita seperti terjadinya banjir dan tanah longsor, namun juga memiliki dampak panjang.

Cuara ekstrim ini tentunya akan berdampak pada keamanan pangan karena berdampak pada hasil panen pertanian akibat gagal panen atau kerusakan sebagian dari hasil panen. Jika hal ini tidak diantisipasi, maka bukan tidak mungkin akan terjadi kekurangan stok pangan nasional.

Menurut badan pangan dunia (FAO) El Nino tahun 2018-2019 ini akan berdampak pada keamanan dan ketersediaan pangan di wilayah Afrika Selatan, Afrika Utara, Asia dan Pasific termasuk Amerika Latin.

Kelembaban di atas normal diperkirakan akan terjadi di wilayah Amerika Utara, sebagian Amerika tenggara, barat laut Amerika, Asia Tengah dan barat daya dan sebagian Eropa.

Hal lain yang harus diantisipasi adalah dampak cuaca ektrim ini dampaknya bagi kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan wabah penyakit. Di samping itu cuaca ektrim yang akan melanda Indonesia ini tentunya akan berdampak pada pengelolaan sumber air nasional.

El Nino yang mulai menunjukkan tanda tanda ketibaannya di Indonesia tidak hanya berdampak langsung pada 3 bulan mendatang, namun diperkirakan oleh Badan Meteorologi Dunia akan memiliki dampak panjang terhadap pola cuaca di berbagai wilayah dunia termasuk Indonesia.

Keberhasilan Indonesia untuk mengantisipasi dampak jangka pendek dan jangka panjang fenomena El Nino ini tentunya akan sangat tergantung pada kesiapan sistem peringatan dini (early warning systems) yang dapat menganalisis perubahan cuaca sekaligus meramalkan kondisi cuaca yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu dekat ini.

Kesiapan inilah yang akan menentukan seberapa buruk El Nino yang akan menimpa Indonesia dan potensi resiko yang harus diantisipasi.

Sumber : kompas

Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sambut Kunjungan PP JMSI, Gita Wirjawan: Kualitas Informasi Faktor Penentu Perjalanan Sebuah Bangsa
apahabar.com

Nasional

Waspada! Hari Ini 8 Titik Api Terdeteksi di Kalsel, Cek Lokasinya

Nasional

Menkes: Tak Ada Pandemi yang Tuntas dalam Setahun
Polri

Nasional

Cekcok Keluarga, Anggota Polri Bunuh Diri Usai Tembak Istri dan Anak
apahabar.com

Nasional

Momen Jokowi Kunjungi Labuan Bajo, Nikmati Sunset
Islam

Nasional

Wapres: Masjid Jadi Tempat Pelestarian Islam “Wasathiyah”
apahabar.com

Nasional

Tersisa Gorontalo Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Polri Bongkar 455 Kasus Tambang dan Perkebunan Ilegal Sepanjang 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com