BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Erdogan Hadiri Peringatan Wafatnya Maulana Jalaluddin Rumi

- Apahabar.com Selasa, 18 Desember 2018 - 15:51 WIB

Erdogan Hadiri Peringatan Wafatnya Maulana Jalaluddin Rumi

Ilustrasi Maulana Jalaluddin Ar Rumi Foto: Nasionalisme.co

apahabar.com, Turki – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (17/12) menghadiri upacara memperingati wafatnya ahli tasawuf dan penyair legendaris, Maulana Jalaluddin Ar Rumi.

Ar Rumi, yang dilahirkan di keluarga Turki -tapi sekarang menjadi bagian dari Afghanistan- pada 1207 adalah salah seorang ahli filsafat dan tasawuf yang karyanya banyak dibaca orang di dunia.

Warisannya tersebar luas ke seluruh penjuru, melintasi perbatasan negara, ras, warna kulit, bahkan agama.

Di Turki, Ar Rumi sangat dikenang oleh pengikutnya sebagai Maulana gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi.

Baca Juga : 113 Wartawan Tewas Pada 2018

Setelah Ar Rumi wafat pada 1273, pengikutnya mendirikan Mevlevi Order, dengan nama Whirling Dervishes, Tarian Sufi yang terkenal. Setiap tahun, upacara peringatan diselenggarakan buat Jalaluddin Ar Rumi.

Ketika berbicara di Sheb-i Arus untuk memperingati wafatnya tokoh tasawuf Maulana Jalaluddin Ar Rumi Muhammad bin Hasin Al Khattabi Al Bakri, Presiden Erdogan juga berbicara mengenai perang saudara yang berlangsung lama di Suriah.

Dia kembali menyampaikan pendiriannya mengenai Suriah, dan mengatakan Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al Assad berusaha melindungi dirinya setelah tewasnya sebanyak satu juta warganya sendiri.

Presiden Turki itu menambahkan sebagian orang masih mendukung Presiden Bashar dan berusaha melindungi posisinya, demikian laporan Kantor Berita Anadolu, Selasa pagi (18/12).

Suriah telah terjerumus dalam perang saudara sejak awal 2011, ketika Pemerintah Bashar menindas pemrotes dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sejak itu, ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta orang lagi kehilangan tempat tinggal, kata beberapa pejabat PBB.

Baca Juga : Sempat Menjadi PRT, H’Hen Nie Kejutkan Perhelatan Miss Universe 2018

Sumber: Indopos.com
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

2 Orang ‘Pembantu’ Video Bugil di Puncak Piramida Tertangkap
apahabar.com

Global

Merasa Dikhianati Boeing, Rusdi Kirana Meradang!
apahabar.com

Global

Tsunami Selat Sunda, Australia: Pukulan Berat Indonesia
apahabar.com

Borneo

Stan Lee Wafat, Duka Juga Dirasakan Pelukis Banjarbaru
apahabar.com

Global

MUI Kecam Keras Penindasan Muslim Uighur di Tiongkok
apahabar.com

Global

Menteri Dalam Negeri Jerman Minta Maaf Telah Sajikan Sosis Babi di Konferensi Islam

Global

Paris Rusuh, Prancis Pertimbangkan Status Darurat
apahabar.com

Global

Gempa 7,1 SR Filipina Dirasakan Warga Talaud
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com