Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel

Erdogan Hadiri Peringatan Wafatnya Maulana Jalaluddin Rumi

- Apahabar.com Selasa, 18 Desember 2018 - 15:51 WIB

Erdogan Hadiri Peringatan Wafatnya Maulana Jalaluddin Rumi

Ilustrasi Maulana Jalaluddin Ar Rumi Foto: Nasionalisme.co

apahabar.com, Turki – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (17/12) menghadiri upacara memperingati wafatnya ahli tasawuf dan penyair legendaris, Maulana Jalaluddin Ar Rumi.

Ar Rumi, yang dilahirkan di keluarga Turki -tapi sekarang menjadi bagian dari Afghanistan- pada 1207 adalah salah seorang ahli filsafat dan tasawuf yang karyanya banyak dibaca orang di dunia.

Warisannya tersebar luas ke seluruh penjuru, melintasi perbatasan negara, ras, warna kulit, bahkan agama.

Di Turki, Ar Rumi sangat dikenang oleh pengikutnya sebagai Maulana gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi.

Baca Juga : 113 Wartawan Tewas Pada 2018

Setelah Ar Rumi wafat pada 1273, pengikutnya mendirikan Mevlevi Order, dengan nama Whirling Dervishes, Tarian Sufi yang terkenal. Setiap tahun, upacara peringatan diselenggarakan buat Jalaluddin Ar Rumi.

Ketika berbicara di Sheb-i Arus untuk memperingati wafatnya tokoh tasawuf Maulana Jalaluddin Ar Rumi Muhammad bin Hasin Al Khattabi Al Bakri, Presiden Erdogan juga berbicara mengenai perang saudara yang berlangsung lama di Suriah.

Dia kembali menyampaikan pendiriannya mengenai Suriah, dan mengatakan Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al Assad berusaha melindungi dirinya setelah tewasnya sebanyak satu juta warganya sendiri.

Presiden Turki itu menambahkan sebagian orang masih mendukung Presiden Bashar dan berusaha melindungi posisinya, demikian laporan Kantor Berita Anadolu, Selasa pagi (18/12).

Suriah telah terjerumus dalam perang saudara sejak awal 2011, ketika Pemerintah Bashar menindas pemrotes dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sejak itu, ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta orang lagi kehilangan tempat tinggal, kata beberapa pejabat PBB.

Baca Juga : Sempat Menjadi PRT, H’Hen Nie Kejutkan Perhelatan Miss Universe 2018

Sumber: Indopos.com
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Akhir dari “Perceraian Rahasia”, Perempuan Saudi Akan Dapat Konfirmasi Status Janda
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Global

152 Ribu Pengungsi Pulang ke Darfur Utara

Global

Akun Instagram Paus Fransiskus Kedapatan Nge-like Foto Model Seksi Asal Brasil, Begini Komentar Sang Model
Himalaya

Global

Gletser Himalaya Pecah, 150 Warga India Diduga Tewas
apahabar.com

Global

Norwegia Bantu Program Lanskap Sumsel
apahabar.com

Global

1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika
Presiden Joe Biden. Foto-net

Global

Israel Beli Senjata Rp10,5 Triliun pada AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com