Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Evakuasi Dihentikan, Gelombang di Kawasan Tanjung Lesung Kembali Naik

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 20:58 WIB

Evakuasi Dihentikan, Gelombang di Kawasan Tanjung Lesung Kembali Naik

Foto Kawasan Wisata Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Foto-net

apahabar.com, PANDEGLANG – Gelombang di kawasan wisata Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang kembali naik hingga empat meter. Sehingga evakuasi dihentikan karena sangat membahayakan petugas di lapangan.

“Kami meminta semua relawan agar menghentikan evakuasi,” kata Asep, seorang petugas Kecamatan Panimbang, Minggu (23/12).

Baca Juga:Korban Tsunami Bertambah, Kini 222 Meninggal, 843 Luka, 28 Hilang

Saat ini, evakuasi di kawasan wisata Tanjung Lesung belum maksimal akibat cuaca buruk tersebut.

Kemungkinan korban gelombang tsunami di Tanjung Lesung masih banyak yang belum ditemukan.

Saat ini, jumlah jenazah yang sudah ditemukan di Tanjung Lesung sebanyak 30 orang.

“Kami akan melanjutkan evakuasi besok(Senin) nanti untuk fokus pencarian mayat karena dipastikan jumlahnya mencapai ratusan orang,” terangnya.

Ia mengatakan, kebanyakan korban meninggal di Tanjung Lesung dari wisatawan domestik.

Apalagi, akhir pekan kawasan wisata Tanjung Lesung ramai wisatawan yang datang dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).

Bahkan, para wisatawan tersebut dihibur group band “Seventeen”.

Namun, tiba-tiba gelombang tsunami menerjang kawasan wisata Tanjung Lesung mengakibatkan korban jiwa.

“Kami menerima laporan sementara tercatat 30 orang meninggal dunia di kawasan Tanjung Lesung,” sebutnya.

Sementara itu, ratusan pengungsi bencana alam yang menempati aula Kecamatan Panimbang, mengatakan bahwa seluruh korban bencana alam agar dipindahkan ke tempat yang lebih aman,terlebih saat ini terjadi kenaikan gelombang.

Saat ini, korban gelombang tsunami belum berani kembali ke rumah masing-masing.

Sebab, pergerakan tsunami akan mengalami kenaikkan, sehingga dapat membahayakan bagi manusia.

“Kami merasa ketakutan tsunami menerjang rumah hingga roboh, namun beruntung dirinya berlari,” timpal Ujang, seorang warga korban bencana alam saat ditemui di pengungsian.

Baca Juga: 30 Orang Masih Hilang, BNPB: Kemungkinan Bisa Bertambah

Sumber:Antara
Editor:Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa

Nasional

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa
apahabar.com

Nasional

Banyak Pasien Ajukan Diri untuk Uji Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Habib dan Ulama Se Tanah Laut Dukung Jokowi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Bertambah 4.555 Jadi 267.856
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tangkap 6 Orang Terduga Teroris di Cirebon
apahabar.com

Nasional

Panik! 300 Warga Iran Tewas Minum Metanol Demi Cegah Corona
apahabar.com

Nasional

Tri Susanti dan Samsul Arifin Tersangka Rasial Asrama Papua Ditahan
apahabar.com

Nasional

Ke Bukit Soeharto, Jokowi Tatap Calon Ibukota Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com