3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok!

Facebook Siapkan Langkah untuk Kawal Pemilu 2019

and - Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 19:45 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 19:45 WIB

Facebook Siapkan Langkah untuk Kawal Pemilu 2019

Roy Tan menjelaskan langkah Facebook untuk mengawal Pemilu 2019.. Foto-Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Kampanye pemilihan umum tahun depan (pemilu 2019) telah dimulai sejak bulan September lalu. Kampanye tersebut tidak saja dilakukan area terbuka, tapi juga media sosial. Facebook menyiapkan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran pemilu di Indonesia.

“Ketika kita melihat tujuan untuk pemilu di Indonesia pada bulan Juni, kita ingin membawa Election Integrity Playbook milik kami ke Indonesia,” ujar Politics and Government Outreach Facebook APAC Roy Tan, saat acara Looking Back at 2018 di kantor Facebook Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (11/12).

Tan menjelaskan ada lima hal kunci yang menjadi fokus mereka. Antara lain pemberantasan akun palsu, mengurangsi distribusi berita palsu, transparansi iklan politik, memberantas aktor jahat, dan menyebarkan informasi penting terkait pemilu kepada masyarakat Indonesia.

Baca Juga : KPK Panggil Tiga Saksi Kasus DPRD Kalteng

Ada tiga hal utama yang dilakukan Facebook untuk menjamin agar platformnya tidak disalahgunakan untuk menggangu pemilu. Pertama, mereka bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kominfo untuk mengenali dan melaporkan berita palsu.

Mereka juga memberikan pelatihan kepada admin media sosial partai politik dan politisi untuk mengamankan akun mereka selama periode pemilu.

“Hal-hal seperti two-factor authentication, untuk memastikan mereka tidak jadi korban email phishing dan tidak memberikan detail penting. Karena selama periode pemilu, sudah umum untuk orang-orang meretas akun dan memposting konten yang tidak kredibel,” jelas Tan.

Selain itu, Facebook juga bekerjasama dengan enam media untuk menjadi pemeriksa fakta pihak ketiga. Pemeriksa fakta ini akan meninjau tautan-tautan yang dibagikan di Facebook dan menggolongkan mereka sebagai berita palsu atau tidak.

Jika terbukti merupakan berita palsu, maka Facebook akan memberikan konteks tambahan berupa artikel terkait yang berisi fakta sebenarnya. Tapi Facebook juga berupaya mengurangi penyebaran berita palsu dengan menghapus akun-akun palsu yang menyebarkannya.

“Kadang berita palsu itu disebarkan oleh akun palsu, jadi dengan menghapus akun palsu akan mengurangi penyebaran berita palsu,” pungkasnya.

Baca Juga : 25 Pasutri Nikah Massal

Sumber: Detik.com
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rice Cooker Bisa Sterilkan Kembali Masker Sekali Pakai, Begini Caranya
apahabar.com

Nasional

Polda Lampung Periksa Kejiwaan dan Motif Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber
apahabar.com

Nasional

Tangani Covid-19, Jokowi Minta Pimpinan Daerah Harus Bisa Atur Gas Rem
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kirim Sinyal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Update Corona 20 Maret, Jumlah Kasus Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Sambut Hangat Jokowi, TKN Sampaikan Terimakasih pada Warga Kalsel
Pemerintah Tambah Jumlah Reagen untuk Pemeriksaan Covid-19

Nasional

Pemerintah Tambah Jumlah Reagen untuk Pemeriksaan Covid-19
apahabar.com

Nasional

MK Gelar Sidang Ketiga Sengketa Pilpres
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com