Naik, Harga Elpiji Kalsel Diklaim Termurah Se-Kalimantan Megaproyek Gedung Baru DPRD Banjarmasin, Ibnu Sina Buka Suara Lagi, Danau Eks Tambang di Banjar Renggut Korban Jiwa Ironi Gedung Baru DPRD: Orang Miskin di Banjarmasin Makin Banyak Blak-blakan Ibnu Sina Bicara Konsep IKN Nusantara: Jangan Oligarkis & Ngutang

Fadli Zon : Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan

- Apahabar.com     Sabtu, 8 Desember 2018 - 15:02 WITA

Fadli Zon : Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.foto/tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Ditemukannya kasus jual beli blanko e-KTP di situs online dan Pasar Pramuka, Jakarta, mendapat perhatian khusus Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurutnya, kasus ini, bersama dengan kasus 31 juta pemilih yang belum masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), bisa membuat kredibilitas penyelenggaraan Pemilu 2019 menghadapi tantangan besar.
Harus ada audit terhadap proses pembuatan e-KTP dan ekspose terbuka dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas kasus ini. Jika tidak, Kemendagri bisa dianggap gagal mengamankan data kependudukan.

“Apapun isu terkait e-KTP memang bisa menjadi bola panas Pemilu 2019. Sebab, berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum menetapkan bahwa e-KTP menjadi syarat sah bagi pemilih,” kata Fadli.

“Syarat ini bagus jika administrasi kependudukan kita terjaga ketat. Namun sebagaimana bisa kita lihat, administrasi Kemendagri cukup buruk menangani hal ini,” lanjutnya, Sabtu (8/12).

Ditegaskan, kasus jual beli blangko e-KTP ini bukan kasus pertama yang menunjukkan buruknya standar kerja Kemendagri terkait proses perekaman data, pendistribusian, dan kontroling pencetakan e-KTP.

Pada Mei lalu, misalnya, ada kasus temuan ribuan e-KTP tercecer di Bogor. Sebelumnya, pada 18 Maret 2017, di tempat sampah bekas Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, juga pernah ditemukan kasus serupa.

“Jadi, Kemendagri sepertinya tak punya prosedur ketat dan terkontrol menjaga seluruh lini terkait proses pembuatan e-KTP ini. Padahal ini potensial diselewengkan. Di bank saja, misalnya, jika ada ATM rusak langsung digunting pihak bank karena rentan disalah-gunakan,” ia menegaskan kembali.

“Bagaimana bisa blanko e-KTP keluar tanpa terdeteksi secara internal? Mengingat e-KTP merupakan instrumen penting dalam penggunaan hak pilih, Kemendagri seharusnya tak boleh bekerja amatiran. Apalagi ‘raw material’ data pemilih kan asalnya memang dari Kemendagri,” tambahnya.

Fadli menyarankan, untuk menjaga kredibilitas Pemilu 2019, kita perlu menjaga administrasi data kependudukan dan pemilih ini. Merujuk data kependudukan di Kemendagri, saat ini dari 261 juta penduduk, yang wajib memiliki KTP berjumlah 189 juta.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Dekat Sejak SMA, Paslon Nomor Urut 02 Ibnu-Ariffin Saling Lempar Pujian
Demokrat

Politik

5 Kader Demokrat Kalteng Diduga Terlibat Gerakan KLB
Banjarbaru

Politik

Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519
apahabar.com

Politik

Terkaya di Pilkada Kalsel, Aset Muhidin Tersebar dari Banjarmasin hingga Jakarta
apahabar.com

Politik

Antusias Emak-emak Hadiri Kampanye Syafruddin H Maming di Desa Batuah
apahabar.com

Politik

Kampanye di Desa Manurung Kusan Hilir, Cuncung Diteriaki Warga ‘Kosong Satu Menang’
apahabar.com

Politik

Pilkada Serentak 2020, Kapolres Tanbu Pastikan Anggotanya Netral
Bawaslu Kalsel

Kalsel

Respon Bawaslu Kalsel Ikut Terseret Gugatan Denny Indrayana ke MK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com