Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Filipina Kerahkan Pasukan Berhijab, Ini Tujuannya

- Apahabar.com Selasa, 18 Desember 2018 - 18:45 WIB

Filipina Kerahkan Pasukan Berhijab, Ini Tujuannya

Presiden Duterte. Foto-republika.co.id

apahabar.com, MANILA – Puluhan prajurit perempuan berhijab akan ditempatkan di seluruh Filipina sebagai bagian dari inisiatif kontraterorisme. Pasukan berhijab ini bertugas untuk memberikan dukungan vital bagi masyarakat yang menderita trauma akibat pertempuran.

Penempatan pasukan ini di wilayah-wilayah utama di seluruh negeri menyusul keberhasilan penyebaran mereka selama pengepungan di Marawi tahun lalu. Saat itu teroris lokal yang berafiliasi dengan ISIS sedang menguasai kota tersebut.

Kolonel Angkatan Darat Romeo Brawner Jr. mengatakan pasukan berhijab tersebut telah dilatih untuk mencegah dan melawan ekstremisme. Seperti halnya Marawi, pasukan berhijab juga akan dikerahkan ke daerah lain, termasuk Kota Caloocan, Malabon, Navotas, dan Valenzuela, serta Desa Maharlika.

“Karena keberhasilan mereka di Marawi, diyakini mereka juga akan efektif di tempat lain. Mereka akan menyediakan layanan budaya dan psikososial di masyarakat,” ujar dia kepada Arab News seperti dilansir republika.co.id. Menurut dia, pasukan ini akan membantu menjaga ketertiban dan keamanan di kota-kota.

Pekan lalu, Angkatan Darat Filipina mengadakan upacara khusus untuk memberi apresiasi terhadap kontribusi pasukan berhijab dalam melakukan rehabilitasi di Marawi. Unit tentara yang terdiri dari empat perwira dan 56 personel tamtama ini dianugerahi Medali Merit Militer atas tugas mereka di Marawi pada 2017.

Keterlibatan utama mereka adalah memberikan dukungan kepada pemerintah lokal dan lembaga-lembaga lain dalam membantu masyarakat yang terlantar, akibat pertempuran yang berlangsung selama lima bulan antara pasukan pemerintah dan kelompok teror Maute.

Mereka secara khusus fokus pada pendidikan perdamaian dan membantu dalam memulihkan psikososial, terutama pada anak-anak dan remaja.

Pengerahan tentara perempuan berhijab ini terkonsentrasi di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Sumber : republika.co.id

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

113 Wartawan Tewas Pada 2018
apahabar.com

Global

Merasa Dikhianati Boeing, Rusdi Kirana Meradang!
apahabar.com

Global

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi
apahabar.com

Global

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya
apahabar.com

Global

Penumpang Ini Lahirkan Bayinya dalam Penerbangan ke Istanbul
apahabar.com

Global

Perenang Jepang Pecahkan Rekor Dunia di China 
apahabar.com

Global

Penuh Batu Permata, Bumi Super Baru Ditemukan Ilmuwan Eropa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com