Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Film Bollywood “Padmaavat” Dilarang di Malaysia

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 10:45 WITA

Film Bollywood “Padmaavat” Dilarang di Malaysia

Ilustrasi/winnetnews.com

apahabar.com, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia melarang film Bollywood “Padmaavat” diputar di bioskop Malaysia. Penolakan itu dikabarkan karena sutradara film telah salah mencitrakan tokoh muslim di dalamnya.

Pemerintah Malaysia menolak penggambaran citra Sultan Alauddin Khilji yang menurut mereka keliru.

“Dia digambarkan sebagai Sultan yang sombong, kejam, tidak manusiawi, licik dengan berbagai tipu daya, tidak dapat dipercaya dan tidak sepenuhnya mempraktikkan ajaran Islam,” demikian dalam pernyataan kementerian tersebut.

Dewan Sensor Film Malaysia memutuskan bahwa film tersebut “tidak disetujui untuk pemutaran film”. Pihak distributor film sempat mengajukan banding, namun ditolak.

Di negeri asalnya (India) sendiri, film “Padmaavat” sudah menuai banyak protes. Bahkan sutradaranya, Sanjay Leela Bhansali, dituduh melakukan pemutarbalikan sejarah dengan menggambarkan citra penguasa Muslim sebagai “kekasih” Ratu Padmavati dari klan petempur Hindu Rajput.

Kendati demikian, pengadilan tinggi India kemudian mengizinkan film tersebut diputar di seluruh negeri, meski sempat melakukan pelarangan pada dua negara bagian.

Untuk diketahui, film bollywood termasuk film yang populer di Malaysia. Etnis India berjumlah tujuh persen dari 32 juta orang di negara tersebut.

Malaysia sebelumnya telah memblokir perilisan film-film Hollywood yang dianggap tidak peka terhadap agama, seperti “The Prince of Egypt” (1998) yang menggambarkan kisah Bibel tentang Musa, dan “Babe” (1995) yang menampilkan seekor babi sebagai karakter utama. Muslim menganggap babi merupakan hal yang najis.

Mei lalu, perilisan film Walt Disney “Beauty and the Beast” diangkat menjadi “momen penyuka sesama jenis” dalam film tersebut.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Film

Promo ‘Escape Room’, Rp14 Miliar Disediakan untuk Fans Beruntung
apahabar.com

Film

Deretan Film Nasional yang Melanglang Buana di 2019

Film

Innalillahi, Penulis Novel Lupus Gusur Adhikarya Meninggal Dunia
apahabar.com

Film

Tarra Budiman Turunkan Berat Badan Demi Peran Kakak “Terlalu Tampan”
film mortal kombat

Film

Rilis Trailer Film Mortal Kombat, Joe Taslim Trending Twitter!
Live-Action One Piece

Film

Banjir Peminat, Ini Alasan Eiichiro Oda Percayakan Live-Action One Piece ke Netflix
apahabar.com

Film

Pemerintah dan Sineas Diharapkan Bersinergi Demi Film Lokal
apahabar.com

Film

“Bird Box” Sandra Bullock Pecahkan Rekor Netflix
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com