Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Film Bollywood “Padmaavat” Dilarang di Malaysia

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 10:45 WIB

Film Bollywood “Padmaavat” Dilarang di Malaysia

Ilustrasi/winnetnews.com

apahabar.com, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia melarang film Bollywood “Padmaavat” diputar di bioskop Malaysia. Penolakan itu dikabarkan karena sutradara film telah salah mencitrakan tokoh muslim di dalamnya.

Pemerintah Malaysia menolak penggambaran citra Sultan Alauddin Khilji yang menurut mereka keliru.

“Dia digambarkan sebagai Sultan yang sombong, kejam, tidak manusiawi, licik dengan berbagai tipu daya, tidak dapat dipercaya dan tidak sepenuhnya mempraktikkan ajaran Islam,” demikian dalam pernyataan kementerian tersebut.

Dewan Sensor Film Malaysia memutuskan bahwa film tersebut “tidak disetujui untuk pemutaran film”. Pihak distributor film sempat mengajukan banding, namun ditolak.

Di negeri asalnya (India) sendiri, film “Padmaavat” sudah menuai banyak protes. Bahkan sutradaranya, Sanjay Leela Bhansali, dituduh melakukan pemutarbalikan sejarah dengan menggambarkan citra penguasa Muslim sebagai “kekasih” Ratu Padmavati dari klan petempur Hindu Rajput.

Kendati demikian, pengadilan tinggi India kemudian mengizinkan film tersebut diputar di seluruh negeri, meski sempat melakukan pelarangan pada dua negara bagian.

Untuk diketahui, film bollywood termasuk film yang populer di Malaysia. Etnis India berjumlah tujuh persen dari 32 juta orang di negara tersebut.

Malaysia sebelumnya telah memblokir perilisan film-film Hollywood yang dianggap tidak peka terhadap agama, seperti “The Prince of Egypt” (1998) yang menggambarkan kisah Bibel tentang Musa, dan “Babe” (1995) yang menampilkan seekor babi sebagai karakter utama. Muslim menganggap babi merupakan hal yang najis.

Mei lalu, perilisan film Walt Disney “Beauty and the Beast” diangkat menjadi “momen penyuka sesama jenis” dalam film tersebut.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Film

Wow, Ada Biaya Hingga Rp 14 M di Kostum ‘Shazam!’
apahabar.com

Film

Dilan 1991 Tembus 2,08 Juta Penonton di Hari ke 3 Tayang
apahabar.com

Film

Sutradara: Kritik Film Turut Tingkatkan Kualitas Film Indonesia
apahabar.com

Film

Johnny Depp Tak Lagi Main di Pirates of The Carribean
apahabar.com

Film

Sineas Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi DigiCon6 Asia
apahabar.com

Film

Unjuk Kekuatan, Seperti Ini Captain Marvel di Cuplikan Terbaru
apahabar.com

Film

Chicco Ketagihan Main Film Action
apahabar.com

Film

Capaian ‘Ajaib’ Keluarga Cemara, dari Serial TV 90an hingga Piala Maya 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com