Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Alasan Muhidin Nekat Pilih Jokowi Ketimbang Prabowo

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 18:10 WIB

apahabar.com, BANJARMASIN – Langkah Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel Muhidin mendukung Jokowi-Ma’ruf kian mantap.

Muhidin nekat berkoalisi dengan partai pendukung pasangan tersebut dalam Pilpres 2019, di tengah ancaman pemecatan yang didengungkan DPP PAN, lewat Sekjen Eddy Soeparno.

Baca Juga: Muhidin Siap Gabung Tim Kemenangan Daerah Jokowi-Ma’ruf

Muhidin meminta agar partai besutan Zulkifli Hasan tersebut memikirkan nasib partai ke depan, terutama dalam pertarungan di pesta demokrasi lima tahunan nanti. Fokus yang dimaksud ialah mencapai target 4 persen suara partai PAN.

“Hubungan ini cuma dalam Pilpres saja, di luar itu kita bersama DPP fokus membesarkan partai,” terangnya ditemui di Hotel Best Western Banjarmasin, Kamis (13/12).

Baca Juga: Muhidin Minta DPP PAN Kaji Ulang soal Sanksi

Lanjutnya, Muhidin menilai perbedaan penentuan pilihan capres ini lumrah terjadi, sebagai taktik dalam membesarkan nama partai yang dipelopori Amien Rais tersebut.

Ya, menurut survei ketentuan partai, PAN mesti memenuhi perolehan suara di atas 4 persen. Apabila di bawah, maka seluruh kader otomatis dinyatakan tak lolos ambang batas parlemen dalam Pileg 2019-2024 mendatang.

Baca Juga: Meski Membelot, Jabatan Muhidin Tak Dicopot

“Walaupun berhasil menduduki kursi parlemen, kalau perolehan suara di bawah standar tetap gugur,” katanya.

Agar kondisi tersebut tidak terjadi, ia meminta DPP maklum. Dia memastikan, apabila diberhentikann  maka 200 ribu suara masyarakat dan kader Banua bakal melayang.

“Apabila saya dikeluarkan, maka suara untuk partai juga hilang. Jadi untuk mengembangkan partai, DPP harus mepertimbangkan-lah keputusannya,” terangnya.

Ya, janji untuk mengembangkan PAN, sudah melekat kepadanya sedari dilantik sebagai  orang nomor satu di Banua.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Duh, Cekcok Antar Suami-Istri Bakar Mobil Angkot Sendiri
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Kalsel Diatensi Presiden Lagi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: TNI-Polri Berani Buat Keputusan Cepat dan Efisien
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Satu WNI di London Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Wali Kota Duga Ada Kesalahan Input Data Anggaran Lem Aibon Rp82,8 Miliar
Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia

Nasional

Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Prabowo Selisih 20% di Survei Konsep, TKN Makin Semangat
apahabar.com

Nasional

HGI Dukung Program Pengembangan Food Estate di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com