Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Gangguan Keamanan, Dinkes Mimika Tarik Petugas dari Perbatasan Nduga

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 10:16 WIB

Gangguan Keamanan, Dinkes Mimika Tarik Petugas dari Perbatasan Nduga

Penarikan petugas kesehatan di Mimika menggunakan helikopter. Foto-antara

apahabar.com, Timika – Kerap terjadi gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memutuskan menarik sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Hoeya dan Puskesmas Tsinga, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga.

Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra mengatakan, penarikan sementara para petugas kesehatan itu ke Timika mengingat situasi keamanan di Kabupaten Nduga akhir-akhir ini sering terjadi.

“Kami sudah menghubungi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tsinga, mereka melaporkan bahwa situasi keamanan di Tsinga dan Hoeya kini tidak terlalu kondusif. Makanya kami memutuskan untuk sementara waktu petugas kesehatan kita tarik ke Timika,” jelas Reynold, kamis (6/12).

Dinkes Mimika selanjutnya berkoordinasi dengan bagian Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia guna membantu menyediakan helikopter untuk menjemput para petugas kesehatan di dua wilayah tersebut.

Reynold menjelaskan bahwa saat ini di Puskesmas Tsinga terdapat empat petugas kesehatan pemerintah ditambah delapan orang petugas kesehatan yang ditempatkan Pelkesi (Pelkesi bekerja sama dengan Biro Kesehatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro/LPMAK). Adapun di Hoeya terdapat lima orang petugas kesehatan.

Rencananya, para petugas kesehatan di dua puskesmas tersebut akan dijemput dengan helikopter di lokasi tugas mereka pada Kamis ini.

Baca Juga : CH-4 Rainbow, Drone Tempur Bakal Diakuisisi Indonesia untuk Jagal Para Pemberontak Macam OPM

Wilayah lain yang juga berbatasan dengan Kabupaten Nduga seperti Alama, saat ini seluruh petugas kesehatannya sudah berada di Timika.

Reynold memastikan penarikan para petugas kesehatan tersebut hanya bersifat sementara, jika situasi keamanan kembali kondusif maka para petugas tersebut akan kembali ke tempat tugas mereka.

“Memang ada yang berkeinginan tetap bertahan di tempat tugas mereka, tapi kami melihat situasi ini cukup berisiko sehingga tidak boleh ada yang tinggal di sana. Kami tentu mempertimbangkan pengalaman sebelumnya seperti yang terjadi di Aroanop beberapa waktu lalu. Saat itu kami menarik petugas kesehatan di Puskesmas Aroanop setelah ada kejadian guru-guru disekap dan mengalami perlakuan kekerasan oleh KKB,” jelas Reynold.

Untuk diketahui, KKB pimpinan Egunius Kogoya dilaporkan membunuh puluhan pekerja PT Istaka yang mengerjakan Jembatan Kali Yigi Kabupaten Nduga.

Pada Rabu (5/12) petang, aparat gabungan TNI-Polri menemukan 15 jenazah pekerja PT Istaka di Puncak Kabo, Distrik Yal. Hingga kini aparat masih melakukan pencarian jenazah pekerja PT Istaka lainnya.

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terbanyak, Hari Ini 82 Pasien Covid-19 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Jakarta Kebanjiran, Update Lokasi yang Terendam, Paling Terdampak di Jaktim
KLB Demokrat

Nasional

Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta
apahabar.com

Nasional

Garuda dan Sriwijaya Sempat Pecah Kongsi, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Kejar Pemeriksaan 10.000 Sampel Covid-19 per Hari
apahabar.com

Nasional

ASN Wajib Tahu Jam Kerja Selama Ramadan
apahabar.com

Nasional

Kominfo Bantah Blokir Media Sosial Pascabentrok Aksi Massa Tolak RUU Ciptaker
Menolak Divaksin

Nasional

Masyarakat Menolak Divaksin? Tenang, Pemerintah Tak Akan Memaksa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com