Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Guru Ibad, Orang Dibalik Ditariknya Peredaran “Buku Kerohanian”

- Apahabar.com Rabu, 12 Desember 2018 - 14:12 WIB

Guru Ibad, Orang Dibalik Ditariknya Peredaran “Buku Kerohanian”

KH Badruddin. Foto - istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Buku kerohanian (agama non Islam) sempat beredar di sekolah-sekolah pada masa orde baru. Para ulama pun gempar sekaligus bingung, bagaimana harus menghentikan peredaran buku yang tak tepat sasaran itu.

Hingga mereka menemukan sosok yang tepat, sang pembawa aspirasi umat, yakni KH Badruddin yang kala itu menjabat sebagai anggota DPA RI.

Diceritakan KH Syaifuddin Zuhri –orang yang di masa mudanya kerap mengiringi KH Badruddin berdakwah-, kala itu Mantan Ketua PBNU KH Idham Chalid mengeluhkan tersebarnya buku kerohanian di sekolah-sekolah dasar. Padahal tidak semua sekolah dasar yang mendapat buku tersebut menganut agama itu. Karenanya, beliau pun memutar otak, mencari jalan agar bisa menghentikan peredaran buku tersebut.

Akhirnya, KH Idham Chalid menemukan sosok yang tepat untuk menyampaikan aspirasi itu. Beliau adalah KH Badruddin, ulama karismatik asal Martapura Kalimantan Selatan yang dikenal berani dan tegas dalam bersikap.

Oleh KH Idham Chalid, KH Badruddin dibujuk untuk menyampaikan protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran di sidang DPA RI.

“Buatkan isi pidatonya,” ucap Guru Ibad –KH Badruddin akrab dikenal- menyambut baik bujukan itu.

KH Idham Chalid pun menyuruh orang dekatnya membuatkan isi pidato yang dimaksud.

Setelah selesai, pidato tersebut benar-benar di sampaikan KH Badruddin di sidang DPA RI yang dihadiri mantan Presiden Soeharto. Sejak saat itu, buku kerohanian itu pun ditarik dari peredaran.

KH Badruddin adalah ulama karismatik yang berpolitik. Namun, karismanya tak luntur karena berkecimpung di dunia politik. Jabatan yang disandang beliau sangat banyak, di antaranya: Anggota MPR RI dua periode, Anggota DPA RI dua periode, Anggota Badan pertimbangan MUI Pusat, Ketua MUI Kalsel, Ketua LPTQ Kalsel, Wakil Ketua Umum Badan Kerja Sama Ulama Militer, dan banyak lagi yang lainnya.

Editor: Muhammad Bulkini

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya
apahabar.com

Religi

Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami

Habar

Masjid di Jalur Gaza Kembali Dibuka
apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Religi

Ikuti Jejak Rasulullah, Tidak Bernapas di Gelas Saat Minum
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Habar

Susun Regulasi, Kemenag RI Sebut Jemaah Umrah yang Diprioritaskan
apahabar.com

Habar

Pendaftaran Haji Dibuka Online, Syaratnya Diperketat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com