Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

Guru Zuhdi: Jika Melihat Keburukan Orang, Ketahuilah Itu Keburukanmu

- Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 14:17 WIB

Guru Zuhdi: Jika Melihat Keburukan Orang, Ketahuilah Itu Keburukanmu

KH Ahmad Zuhdiannoor. Foto-ig.majlis_banjarmasin

 apahabar.com, BANJARMASIN – Muslim satu dengan yang lain itu laiknya cermin. Jika seseorang melihat keburukan di diri saudaranya, maka itu bukti keburukan itu ada pada dirinya.

Diterangkan KH Ahmad Zuhdiannoor, umat Islam hendaknya fokus pada aib pribadi, sehingga tidak punya waktu untuk membicarakan aib orang lain.

“Jangan sampai terseret hati kita untuk membicarakan aib orang lain,” kata Guru Zuhdi dalam tausiahnya di Mushalla Darul Iman, Komplek Pondok Indah, Teluk Dalam, Banjarmasin, Rabu (19/12) malam.

Menurut Guru, melihat keburukan orang lain adalah bukti bahwa keburukan itu ada pada orang yang melihat. Semisal, melihat aib seorang pelacur, maka orang tersebut pun memiliki keburukan serupa.

“Jika ada yang berdalih: aku tidak pernah melacur, kenapa aku melihat aib pelacur. (Ketahuilah, red) kamu setiap hari melacurkan hatimu ke lain dari Allah, apa habar?” tegas Guru.

Baca Juga: Tuan Guru Husin Ali, Istiharah Membeli Paku

Azan di masjid, sambung Guru, karena diberi uang (bukan karena Allah, red). Jika demikian, apa bedanya dengan melacur. Bukankah sama-sama karena uang.

Hal yang demikian pun berlaku dengan prilaku jahat yang datang pada diri. Kejahatan itu datang karena diundang oleh kejahatan akhlak pribadi.

“Jangan kau berharap orang jahat jauh darimu. Tapi pikirkanlah, usahakanlah, membuang akhlak jahat di dirimu, niscaya tidak ada orang jahat dekat denganmu,” jelas Guru.

Itulah sebabnya, kata Guru, orang shaleh dahulu apabila melihat keburukan orang lain, mereka langsung beristigfar, meminta ampun atas segala kesalahannya. Karena merasa, itu teguran dari Tuhan untuk mereka.

Karena itu, para orang shaleh tersebut menyibukkan diri dengan diri sendiri. Mereka menyendiri dengan banyak membaca zikir, shalawat, sembari bertafakkur, menobati kesalahan yang telah diperbuat.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Hidayah Hanya dari Allah
apahabar.com

Hikmah

Begini Tanggapan Sayidina Umar RA Ketika Ditanya Penyebab Hancurnya Suatu Daerah
apahabar.com

Habar

Semarak Maulid Nabi SAW di Penjuru Dunia
apahabar.com

Habar

Angin Segar Ibadah Haji, Ini Penjelasan Kemenag Kalsel
apahabar.com

Habar

PCNU Tapin Sepakat Ikuti Edaran Menag Terkait Ibadah Tarawih dan Idul Fitri
apahabar.com

Habar

NU dan Muhammadiyah Tanggapi Usulan Fatwa ‘Tidak Puasa saat Wabah’
apahabar.com

Religi

Kisah Nabi Idris Menemui Malaikat Pencabut Nyawa
apahabar.com

Religi

Dapat Uang Rp75 Juta, Disedekahkan Semua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com