Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak

HIV/AIDS Papua Barat Kian Menyedihkan, Gubernur: Ayo Periksa

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 00:04 WIB

HIV/AIDS Papua Barat Kian Menyedihkan, Gubernur: Ayo Periksa

Ilustrasi. Foto : voaindonesia.com

apahabar.com, MANOKWARI- Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut sudah cukup menyedihkan.

“Jumlah masyarakat yang terindikasi mengidap HIV dan AIDS meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi masalah kita bersama, dan harus mencegah agar keluarga kita tidak ada yang kena,” katanya, di Manokwari, Minggu tadi.

Data terbaru per Juli 2018 jumlah kasus HIV dan AIDS hingga saat ini sudah mencapai 7.234. Dari data tersebut 838 di antaranya meninggal karena tidak dapat tertolong lagi.

Dari 13 kabupaten/kota di daerah tersebut, Kota Sorong menduduki peringkat pertama dalam jumlah kasus. Disusul Manokwari dan Kabupaten Sorong.

“Kota Sorong 2.366 kasus, di mana 261 di antaranya meninggal, Manokwari 1833, meninggal 133 orang dan Kabupatan Sorong 1072 dan 299 diantaranya meninggal,” ujar Gubernur.

Ia mengajak, seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut berani memeriksakan diri. Hal ini untuk mengetahui statusnya agar dapat dilakukan pengobatan sebelum lebih parah.

“Saya sudah tes darah, saya harap ke depan pemeriksaan bisa dilakukan di seluruh kantor OPD,” kata Gubernur.

Ia menyatakan, dari kasus yang selama ini ditemukan Dinas Kesehatan serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), virus HIV dan AIDS bisa menjamah setiap kalangan. Kelompok yang tidak beresiko seperti ibu rumah tangga dan anak-anak pun bisa mengidap kasus ini.

“Ternyata pengidap HIV dan AID merupakan kelompok produktif. Ibu rumah tangga dan anak-anak pun kena, padahal mereka bukaN kelompok beresiko, ini yang membuat kita sedih. Mereka menerima dampak penularan dari dosa siapa,” tandas Gubernur.

Ia mengimbau para suami menerapkan pola hidup sehat dan tidak berganti-ganti pasangan. Hal ini sebagai salah satu cara ampuh mencegah penularan HIV/AIDS di lingkungan keluarga.

Sumber: ANTARA
Editor: Fariz F

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Jepang Kirim Obat Covid-19 ke Indonesia Bulan ini
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda: Menhub Kunjungi Posko Basarnas di Labuan, 19 Korban Kembali Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kenakan Baju Adat Timor Tengah Selatan, Simak Filosofinya
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Prabowo Kecewa karena Pers Tak Adil soal Reuni 212
apahabar.com

Nasional

Negatif Covid-19, 4 Pasien PDP RSUD Ulin Akan Dipulangkan
apahabar.com

Nasional

Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil
apahabar.com

Nasional

Menkes Terawan Trending di Twitter Gara-gara Kursi Kosong di Talk Show Mata Najwa

Nasional

Sambut Habib Rizieg dengan Rekam Lagu dan Ucapan Ini, Prajurit TNI AD Dipenjara 14 Hari, Personel TNI AU Diborgol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com