Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

Huawei Siapkan Empat Skenario Menuju Implementasi 5G

and - Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 06:45 WIB
and - Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 06:45 WIB

Huawei Siapkan Empat Skenario Menuju Implementasi 5G

Lambang Huawei di kantor Huawei Indonesia di Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, BALI – Perusahaan global penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan perangkat cerdas Huawei menyiapkan empat skenario utama pemanfaatan teknologi 5G yang akan bergulir secara komersil dalam waktu dekat.

Empat skenario ideal tersebut adalah alat transportasi swakendara, pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas buatan (AR), konsep rumah digital, serta industri 4.0 berbasis IoT (internet of things).

“Laporan Global Industry Vision Huawei memprediksi bahwa akan ada lonjakan konektivitas dari 16 miliar koneksi pada hari ini, menjadi 100 miliar koneksi internet pada tahun 2025 mendatang,” kata Senior Expert ICT Strategy & Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi dalam sesi media terbatas di Bali seperti dilansir Antara, Rabu (19/12).

Baca Juga : WhatsApp di Android Sudah Bisa Chat Sambil Nonton Video

“Untuk itu, diperlukan sebuah infrastruktur yang memadai dalam mendukung berbagai skenario di dunia serba cerdas tersebut,” kaya dia.

Untuk skenario alat transportasi swakendara misalnya, Rosidi mencontohkan pemanfaatan shuttle bus intra kompleks di tempat umum seperti kampus, tempat wisata, bandar udara, serta pelabuhan.

Selanjutnya adalah pemanfaatan realitas virtual(VR) dan realitas buatan (AR) yang sudah mulai diadopsi dalam perhelatan Piala Dunia 2018, ketika sejumlah media pemegang hak siar ajang bergengsi tersebut menggelar siaran multi-kamera yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton di beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Chile, Colombia, Ecuador, Peru, Uruguay, Venezuela, dan Yunani.

Untuk realitas buatan (AR), pemanfaatan kacamata AR dapat digunakan dalam skenario seorang petugas polisi yang bisa mengenali wajah, kendaraan, kartu identitas secara langsung ketika bertugas di lokasi.

Selain itu, dengan kapasitas data yang lebih Pemanfaatan selanjutnya adalah untuk konsep rumah digital yang menghadirkan siaran televisi berbasis internet protocol (IPTV) beresolusi 4K, game berbasis realitas virtual, serta integrasi sistem keamanan dan utilitas rumah berbasis IoT.

Skenario keempat adalah digitalisasi industri atau yang dikenal dengan istilah Industry 4.0 yang mengedepankan manufakturing berbasis otomasi robotik yang terintegrasi.

Tantangan Transformasi Digital Rosidi melanjutkan, pemanfaatan skenario ideal tersebut bukan tanpa tantangan karena saat ini berbagai negara di dunia sedang menjalankan transformasi digital untuk mendukung terwujudnya dunia serba cerdas itu.

Mengutip Laporan Global Connectivity Index Huawei 2018, setiap negara dikelompokkan dalam tiga kategori yang menentukan karakteristik transformasi digital yaitu pemula (starters), pengadopsi (adopters) dan pemimpin (front runners).

Negara yang masuk dalam kelompok pemula seperti Indonesia, India, Vietnam, dan Maroko dihadapkan pada permasalahan mendasar dalam transformasi digital yaitu infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi(TIK) yang belum memadai.

“Negara pemula ini akan berfokus untuk memberikan akses terhadap Ekonomi Digital yang lebih luas bagi rakyat, sementara negara pemimpin sudah mulai berbicara tentang pengalaman pengguna, pemanfaatan Big Data dan IoT untuk membentuk masyarakat yang maju dan efisien,” jelas Rosidi.

Menurut Rosidi, diperlukan upaya kolaboratif dari pemerintah, industri dan masyarakat di negara-negara pemula dalam hal akselerasi pembangunan infrastruktur yang akan menjadi basis dalam perwujudan masyarakat digital yang efisien dan cerdas.

Baca Juga : Lenovo Rilis Ponsel Pertama Snapdragon 855 dan RAM 12GB Januari Mendatang

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Rabu Pagi Melemah Dekati Level Psikologis
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Pemberlakuan Kembali PSBB Jakarta
apahabar.com

Ekbis

Rilis Data Inflasi Agustus, IHSG Diperkirakan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah menguat, Pasar Masih Berharap Ekonomi Membaik
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Bulog Jamin Stok Bapok Kalsel Aman
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadhan, Harga 1 Kg Bawang Capai Rp40.000

Ekbis

Dampak Pandemi, Tunggakan BPJS Kesehatan di Kota Ini Capai Rp 240 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com