Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Indikasi Korupsi, Jaksa Periksa 20 Pejabat Barito Timur

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 23:55 WIB

Indikasi Korupsi, Jaksa Periksa 20 Pejabat Barito Timur

Ilustrasi aktivitas tambang. Foto- net

apahabar.com, TAMIANG LAYANG – Sedikitnya 20 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, diperiksa penyidik pada Kejaksaan Negeri setempat terkait perizinan pertambangan PT Sumber Rahayu Indah (SRI).

Kepala Kejari Barito Timur (Bartim) Roy Rovalino Herudiansyah di Tamiang Layang, Selasa (4/12) mengatakan penyidik telah menggeledah dan mengamankan beberapa dokumen terkait perizinan pertambangan PT SRI saat dilakukan penyelidikan hingga dinaikkan menjadi penyidikan umum.

“Ada pejabat yang kita periksa masih sebagai saksi sekitar 20 orang dan ada juga mengamankan beberapa dokumen,” tambahnya.

Menurut Roy, dalam penyidikan umum hampir sama seperti penyelidikan yakni memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka jika sudah berlanjut hingga tahapan penyidikan khusus.

“Saat ini masih penyidikan umum. Status tersangka itu nanti dilihat dari perkembangan penyidikan umum dan saat penyidikan khusus,” katanya lagi.

Roy menegaskan, jika sudah memiliki dua alat bukti yang cukup maka akan menetapkan tersangka dan perkaranya akan segera dirampungkan.

“Saat ini penyidik sedang melakukan pemilahan dokumen secara teliti untuk dijadikan barang bukti atau tidak,” kata dia.

PT SRI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di wilayah Kecamatan Dusun Tengah dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Adanya tumpang tindih perizinan dengan perizinan lainnya membuat PT SRI dibawah naungan IMFA melayangkan gugatan arbitrase terhadap Pemerintah Indonesia sebesar Rp7,7 triliun.

Penyelidikan meningkat menjadi penyidikan umum diduga karena adanya indikasi tindak pidana korupsi terkait pemberian perizinan PT SRI.

“Kami melakukan penyidikan karena ada indikasi-indikasi yang mengarah pada korupsi,” pungkas Roy.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Kalsel Antisipasi Terjadinya Konflik

Sumber : Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Asyik Mawarung Malam-Malam, Lelaki Ini Disergap Polisi
apahabar.com

Hukum

Maling Helm Mahasiswa Ketangkap Basah
apahabar.com

Hukum

Penegak Hukum di Banjarmasin Sepakat Terapkan E-ICJS
apahabar.com

Hukum

Diananta Dibui karena Berita, Puluhan Advokat Pasang Badan
Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru

Hukum

Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru
apahabar.com

Hukum

Puluhan Gram Sabu dan Ineks Diblender Polres Banjarbaru
apahabar.com

Hukum

Pemuda Bertato Tewas Bersimbah Darah, Korban Penganiayaan?
apahabar.com

Hukum

Pengaku Nabi Terakhir di HST Diciduk di Rumahnya, Polisi Temukan Barang Bukti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com