Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Indonesia Desak Australia Pertimbangkan Soal Yerusalem Barat

- Apahabar.com Senin, 17 Desember 2018 - 15:15 WIB

Indonesia Desak Australia Pertimbangkan Soal Yerusalem Barat

Australia membuka kemungkinan untuk memindahkah Kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem. Foto-sindonews.com

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar mendesak Australia untuk mempertimbangkan kembali keputusan mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel yang dinilai sebagai langkah yang keliru.

“Keputusan itu tidak tepat. Jelas itu merugikan masa depan Palestina dan menggangu hubungan Australia dengan mitra-mitra strategisnya, termasuk Indonesia,” ujar Rofi usai memimpin Sidang Kawasan Asia Pasifik di Konferensi Parliamentarians Untuk Al-Quds di Istanbul, Turki, pada 14-15 Desember 2018, demikian pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (17/12).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta Australia meninjau ulang pengakuan tersebut. Pasalnya, mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel merupakan langkah ceroboh dan buruk bagi masa depan perdamaian Palestina-Israel, ucapnya.

“Kendati Australia berjanji tidak akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem Barat sampai ada status penentuan akhir, tapi mereka lupa bahwa justru pengakuan itu membuat proses penentuan status akhir semakin sulit,” tegas Rofi di sela-sela Konferensi Parliamentarians Untuk Al-Quds yang dihadiri Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan dan lebih dari 500 anggota parlemen.

Baca Juga : Tahun 2019, 164 Ribu Rumah Kesulitan Bayar Biaya Sambungan Listrik

Wakil Ketua BKSAP itu mengingatkan negara-negara lain tidak mengikuti langkah Amerika Serikat dan Australia tersebut.

“Mengikuti kebijakan AS di bawah Trump terbukti kerapkali memantik kegaduhan internasional. Dunia termasuk Australia seharusnya menyadari gaya kepemimpinan Trump yang seringkali ceroboh dan destruktif,” tegas dia.

Politisi yang duduk di Komisi VII itu menegaskan bahwa dewasa ini masyarakat internasional melihat masalah konflik Palestina-Israel tidak lagi urusan kawasan Arab dan Islam.

“Di Konferensi Parliamentarians Untk Al-Quds, delegasi DPR RI meminta insan parlemen sedunia melihat Palestina sebagai masalah kemanusiaan dan ketidakadilan. Kami para anggota parlemen di sini sepakat dengan cara pandang itu,” tuturnya.

Baca Juga : Puluhan Anggota Pramuka Keracunan Makanan

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bukan PAN Reformasi, Nih Nama Partai Baru Amien Rais
apahabar.com

Nasional

Terpisah, Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess dan World Dream
apahabar.com

Nasional

Seruan Boikot Menggema, Ini Daftar Produk Perancis di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Resmi, Warga Kabupaten Termuda di Kaltim Mulai Nikmati BBM Satu Harga
apahabar.com

Nasional

Temui Para Tokoh, Jokowi Melunak Soal UU KPK
apahabar.com

Nasional

Bahas Masalah Papua, Menko Polhukam Kumpulkan Menteri
apahabar.com

Nasional

Membaik Pasca-Depresi, Polisi: Uang Lihan Sudah Habis
apahabar.com

Nasional

Tamu dari Ibu Kota Tak Kuasa Membendung Air Mata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com