Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran

- Apahabar.com Sabtu, 15 Desember 2018 - 00:01 WIB

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran

Foto-suaramerdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU dilakukan oleh Kepala IETO, Didi Sumedi, dan Kepala TETO, John C. Chen, dan disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri, dan Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun, di Taipei, Taiwan pada Jumat (14/12).

Dengan adanya MoU ini kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran dalam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, start-up untuk wanita, pembangunan kapasitas bagi disabilitas melalui platform organisasi internasional atau mekanisme kemitraan regional.

Menteri Ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri mengatakan penandatangan tersebut menjadi acuan kerja sama kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas SDM Pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan sehingga lebih terlindungi dan meningkat kesejahteraannya.

“Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Taiwan dapat diperkuat dalam upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja luar negeri serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented,” kata Hanif.

Taiwan merupakan negara tujuan pekerja migran Indonesia, setelah Malaysia. Sejak Januari hingga Oktober 2018, tercatat sebanyak 60.408 pekerja migran Indonesia ditempatkan di Taiwan untuk bekerja di berbagai sektor.

Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun, sangat mengapresiasi pekerja Indonesia baik dari sisi kedisiplinan maupun sopan-santun.

“Pekerja asal Indonesia memiliki perilaku yang sangat baik, mereka sering memenangkan penghargaan yang kami berikan bagi para pekerja domestik, hampir seluruh pemenang dari Indonesia,” kata Hsu.

Kendati demikian, Hsu menyarankan supaya para calon pekerja mengambil uji kompetensi bahasa terlebih dahulu sebelum datang ke Taiwan.

Nota kesepahaman ini wajib berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun sejak tanggal penandatanganan, dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama dari para pihak.

Salah satu pihak dapat mengakhiri nota kesepahaman ini dalam masa berlakunya dengan memberikan pemberitahuan tertulis dan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tanggal berakhirnya nota kesepahaman.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Baru Nikahi Miss Moscow, Raja Malaysia Mengundurkan Diri
apahabar.com

Global

Badai Pabuk yang Melanda Thailand Terburuk dalam Puluhan Tahun

Global

Palestina Berduka, ‘Dokter Corona’ di Gaza Jadi Korban Serangan Israel
apahabar.com

Global

PP 49/2018 Memungkinkan Angkat Honorer Melampaui Batas Usia
WhatsApp

Global

Cetak Rekor! 1,4 Miliar Panggilan WhatsApp Selama Malam Tahun Baru 2021
apahabar.com

Global

Tsunami Selat Sunda, Mesut Ozil Turut Berduka
apahabar.com

Global

Perdana dalam Sejarah, Raja Malaysia Turun Takhta
apahabar.com

Global

Hubungan Mencair, Cina Mulai Impor Beras Amerika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com