Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Insiden Nduga: Tentara Nasional Papua Barat Menyatakan Bertanggung Jawab

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 08:00 WIB

Insiden Nduga: Tentara Nasional Papua Barat Menyatakan Bertanggung Jawab

Goliath Tabuni (peci merah). Foto - gatra.com

 

Ket foto : Goliath Tabuni (peci merah).

apahabar.com, PAPUA NUGINI – Anggota Tentara Nasional Papua Barat (TPN PB) versi Organisasi Papua Merdeka (OPM ) Tari Yikwainak Karoba menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di Nduga, Minggu (2/12) lalu.

“Kami bertanggung jawab atas insiden ini. Anggota kami, Edy Kagoya yang mengomandoi penembakan itu, atas perintah Panglima Tertinggi Jenderal Goliath Tabuni,” kata Tari Yikwainak Karoba kepala Gatra.com melalui sambungan telepon internasional, Selasa, (4/12).

Dia menegaskan sesuai keputusan rapat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) di markasnya yang dijuluki Rimba Papua, pertengahan November 2018 lalu, sudah ada penegasan agar tidak ada pihak-pihak yang mengganggu aktivitas gerakan ini.

“Intinya siapa yang mengganggu upacara HUT Papua Merdeka 1 Desember 2018 dimana saja di Bumi Papua Barat, akan ditembak mati. Itu harga diri dan harga mati. Siapa Komandan yang membiarkan, dia akan ditembak mati,” kata Tari.

Tari menegaskan saat ini, di setiap distrik sudah ada Komando Daerah Papua (KODAP)-nya. Jadi, penembakan itu atas perintah Komandan Distrik Papua (KODIP) Nduga, Letkol Egianus Kogoya yang biasa dipanggil Egi. “Dan itu harus dilakukan karena mengganggu upacara HUT Kemerdekaan Papua Barat,” katanya.

Dia menyebutkan Letkol Egi berada dibawa Kodap VI La Pago yang wilayahnya membawahi Kodip Pegunungan Bintang, Wamena, Lani Jaya, Puncak Jaya, Nduga, Yakuhimo, Yalimo, Membramo Tengah dan Tolikara.

“Nduga tempat penembakan 31 orang itu itu wilayah kekuasaannya Letkol Egi. Jadi wajar sebagai Komandan, harus menembak mati siapa saja yang mengganggu upacara,” tegas Tari Yikwainak Karoba.

Sebelumnya beredar kabar para pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga itu diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akibat salah satu dari mereka mengambil foto pada saat perayaan HUT yang digelar 1 Desember lalu.

Aktivitas ini kemudian diketahui KKB, yang kemudian memicu kemarahan yang berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di wilayah pembangunan jembatan.

Tari Yikwainak Karoba, keponakan dari Moses Weror, pentolan OPM yang melarikan diri, mengasingkan diri ke Papua Nugini ini mengatakan akan terus memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. “Kami akan terus berjuang hingga darah penghabisan untuk Papua Merdeka,” katanya.

Sementara, Sekjen TNP PB OPM Letjen Anton Tabuni menyatakan, penembakan 31 orang itu atas perintah Panglima TPN PB, Jenderal Goliat Tabuni. “Itu kami yang perintah tembak karena mengganggu upacara HUT Papua Merdeka.

Apalagi foto-foto. Mau dokumen untuk apa? Karena itu kami perintah tembak mati,” kata Letjen Anton Tabuni.

Diungkapkan saat ini Letkol Egi Kogoya bersama anak buahnya sudah mengamankan diri di Markas TPN PB OPM. “Tolong ipar (kakak : bahasa Papua) titip salam untuk kru Gatra Jakarta. Jangan lupa tulis kami, aktivitas kami TPNPB OPM. Jangan hanya ada insiden, baru tulis ,” kata Anton Tabuni.

Sumber : Gatra.com

Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya

Nasional

Dua ABK Negatif Corona di Kotabaru 3 Kali Singgah di China
apahabar.com

Nasional

Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan FA Tersangka Kasus Penipuan Proyek Asian Games 2018
apahabar.com

Nasional

Anies: Reuni 212 Cerminan Persatuan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Berpisah Tiga Hari, Keluarga Ingin Pembunuh Levie Segera Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Kawal Proses Pencoblosan, Prabowo Meninggal Kena Serangan Jantung
apahabar.com

Nasional

Berkunjung ke Jateng, Jokowi Tinjau Posko Penanganan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com