Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel Fakta Baru Kasus Pembunuhan Sopir Truk di Jalan Hauling Tapin

Jadi Tersangka Pemerasan, Bupati Cianjur Mundur dari Ormas NasDem

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 07:30 WIB

Jadi Tersangka Pemerasan, Bupati Cianjur Mundur dari Ormas NasDem

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.Foto-detik.com

apahabar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka pemerasan kepala sekolah menengah pertama (SMP) terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. Atas status tersebut, Rivano mengundurkan diri dari ormas sayap Partai NasDem, Garda Pemuda.

Hal itu disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Pemuda NasDem dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (12/12/2018). Dalam keterangan itu disebutkan bahwa DPP Garda Pemuda NasDem sangat prihatin terhadap perkara yang dihadapi Irvan Rivano.

“Dengan harapan agar Saudara Irvan Rivano senantiasa tabah, sabar, dan tegar dalam menghadapi proses hukum ini,” demikian pernyataannya seperti dilansir detik.com.

DPP Garda Pemuda NasDem juga telah menerima surat pengunduran diri Rivano dari jabatan Ketua DPW Garda Pemuda NasDem Jawa Barat. “Kami menerima baik pengunduran diri Saudara Irvan Rifano M dari jabatan Ketua DPW GP NasDem Jabar,” katanya.

Mereka juga menyebut sangat menghargai proses atau upaya hukum apa pun yang dilakukan KPK terhadap Rivano. “Dengan harapan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” katanya.

Irvan Rivano Muchtar ditetapkan sebagai tersangka pemerasan kepala SMP terkait DAK Pendidikan. Selain Rivano, ada tiga orang tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (CS), Kepala Bidang SMP Rosidin (Ros), dan TSC, kakak ipar Bupati Cianjur.

Rivano cs menerima 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur.

“Diduga Bupati Cianjur bersama sejumlah pihak telah meminta, menerima, atau memotong pembayaran terkait dana Alokasi Khusus Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Rabu (12/12/2018).

Sumber : detik.com
Editor : Aprianoo

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kongres V di Bali, PDIP Kalsel Usulkan Kader Sendiri Maju Pilkada 2020
Demokrat

Nasional

Viral! Potret Moeldoko Cium Tangan SBY di Tengah Isu Kudeta Demokrat
apahabar.com

Nasional

Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Seorang Dokter
apahabar.com

Nasional

10 Siswa Setukpa Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nasional

Hashtag #Anak STM dan #MahasiswaBergerak Trending Twitter, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Sejumlah Daerah Ricuh
apahabar.com

Nasional

Terpisah, Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess dan World Dream
apahabar.com

Nasional

Bappenas Susun Peta Jalan Pembangunan Kelautan Indonesia Berkelanjutan
apahabar.com

Nasional

Usai Sri Mulyani, Giliran Eks Gubernur Sulsel ke Istana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com