Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Jaga Kawasan Lindung di Jalan Pararel Perbatasan

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:32 WIB

Jaga Kawasan Lindung di Jalan Pararel Perbatasan

Foto - Tropis.co

apahabar.com, PUTUSSIBAU – Masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, wilayah Kalimantan Barat diminta untuk tetap menjaga kawasan Taman Nasional di sepanjang jalan pararel perbatasan ruas jalan Putussibau-Nanga Erak-Batas Kalimantan Timur.

“Jalan pararel perbatasan itu bersifat khusus karena melewati kawasan konservasi dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun kawasan konservasi di sepanjang jalan itu harus dijaga jangan sampai rusak,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu, Arief Mahmud saat sosialisasi manfaat penting jalan pararel perbatasan di Putussibau, Kapuas Hulu, siang ini.

Kepada ANTARA, menurutnya kawasan Taman Nasional Betung Kerihun merupakan kawasan konservasi terluas di Kalimantan Barat dengan luas 816.693, 4 hektar.

Ia menambahkan kawasan lindung di perhuluan sungai Kapuas di wilayah Kapuas Hulu jangan sampai rusak, karena itu akan berdampak bagi ekosistem di wilayah Kalimantan Barat.

“Jika Taman Nasional rusak akan berdampak buruk bagi alam dan manusia,” ujarnya.

Arief menyampaikan dalam pembangunan infrastruktur jalan pararel perbatasan di kawasan lindung itu sudah melewati banyak proses termasuk adanya kesepakatan pemanfaatan kawasan dari pihak kementerian terkait.

Sementara Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengatakan akses jalan menuju hulu Kapuas itu memang sangat ditunggu-tunggu masyarakat, karena memang sulitnya dijangkau hanya melalui transportasi jalur air dengan medan yang cukup susah dan memakan biaya cukup mahal.

Baca Juga: Semangati Pegawai, Kejari Sasar Tiga Instansi di Banjabaru

Namun harus menjadi perhatian bersama, tambahnya jalan pararel menuju Kalimantan Timur itu melewati kawasan Taman Nasional.

“Pemerintah sudah berupaya membangun akses jalan, namun kawasan Taman Nasional di sepanjang jalan pareral harus kita jaga, makanya perlu sosialisasi hingga ke lapisan masyarakat,” katanya.

Dia meminta semua pihak tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat komitmen menjaga kelestarian hutan. “Jangan sampai jalan itu membuat masyarakat berurusan dengan hukum,” ucap Nasir.

Ketua DPRD Kapuas Hulu, Rajuliansyah mengatakan apa pun alasannya kelestarian hutan itu harus dijaga bersama.

Menurutnya di sisi lain jalan kebutuhan masyarakat namun di sisi lain juga jalan pararel perbatasan itu melewati kawasan Taman Nasional.

“Kita harus komitmen menjaga kelestarian hutan dan itu tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Musim Hujan, Warga Pontianak Waspada ‘Kencing Tikus’
apahabar.com

Kalbar

14 Siswa dan 8 Guru di Kalbar Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalbar

Tiba di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Tim Touring Kemerdekaan Disambut Hangat Polsek Entikong
apahabar.com

Kalbar

Ruas Jalan Putussibau-Pontianak Lumpuh Total Akibat Banjir
apahabar.com

Kalbar

Gubernur Kalbar Siapkan Bonus Rp 10 Juta Bagi Peserta UN Peraih Nilai 10
apahabar.com

Kalbar

12 Penumpang Kapal Karam di Sungai Kapuas Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalbar

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Melawi Kalbar, 1 Warga Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalbar

Masyarakat Lembah Bawang Kalbar Kukuhkan Hutan Adat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com