BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Jalur Pendakian ke Gunung Semeru Ditutup 3 Januari 2019

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 06:45 WIB

Jalur Pendakian ke Gunung Semeru Ditutup 3 Januari 2019

Gunung Semeru. Foto-tribunnews.com

apahabar.com, MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menutup total jalur pendakian ke Gunung Semeru mulai 3 Januari 2019. Jalur ditutup hingga waktu yang belum ditentukan atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan, penutupan kegiatan pendakian tersebut diambil setelah memerhatikan kondisi cuaca yang cenderung memburuk disertai dengan hujan lebat. Hujan juga berpotensi menumbangkan pohon yang dapat mengancam keselamatan pendaki dan pengunjung Gunung Semeru.

Baca Juga: ACT Berangkatkan 20 Truk Bantuan ke Pandeglang dan Lampung Selatan

“Untuk sementara, pendakian ke Gunung Semeru ditutup secara total mulai 3 Januari 2019, sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” katanya seperti dilansir dari republika.co.id, Rabu (26/12/2018)

Dia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca pada periode Januari hingga April 2019 intensitas curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang akan terjadi di kawasan Gunung Semeru.

Meskipun hingga saat ini belum ada laporan adanya pohon yang tumbang pada jalur-jalur pendakian di Gunung Semeru, langkah yang diambil Balai Besar TNBTS tersebut merupakan upaya antisipatif untuk menghindari kejadian pohon tumbang dan tanah longsor.

“Jadi penutupan pendakian ini lebih kepada upaya antisipasi dari kejadian seperti pohon tumbang dan longsoran. Langkah ini kita ambil sebelum hal itu terjadi dan menimbulkan korban,” ujar John.

John menambahkan penutupan pendakian Gunung Semeru tersebut juga bertujuan memulihkan dan merevitalisasi ekosistem di sepanjang jalur pendakian. Penutupan juga menjadi upaya menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, termasuk ekosistem yang ada di Gunung Semeru.

Pemulihan ekosistem di Gunung Semeru bersifat alamiah setelah kurang lebih selama delapan-sembilan bulan terdapat aktivitas pengunjung di dalam kawasan. Diharapkan, dalam proses pemulihan ekosistem tersebut bisa berjalan dengan baik, dengan adanya curah hujan yang tinggi.

Baca Juga: Abu Vulkanik Hujani Cilegon, Warga Diimbau Pakai Masker  

Sumber : republika.co.id
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pesan KPU: Jangan Sampai Bahan Kampanye Jadi Penyebar Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ramai-Ramai Tolak Revisi Aturan Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar
apahabar.com

Nasional

Mahathir Ungkap Alasan Pengunduran Dirinya
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Harus Siapkan Rp30 Triliun untuk Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Tak Hanya Novel Baswedan, 4 Anaknya Juga Terkonfirmasi Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Usai Ditusuk, Intip Pesan Syekh Ali Jaber ke Umat Islam
apahabar.com

Nasional

Giliran Kantor PDIP di Cileungsi Bogor Dilempar Molotov
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Teluk Balikpapan Kian Terancam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com