3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Jazuli Juwaini: Indonesia Harus Serius Sikapi Nasib Muslim Uighur

and - Apahabar.com Minggu, 16 Desember 2018 - 10:25 WIB
and - Apahabar.com Minggu, 16 Desember 2018 - 10:25 WIB

Jazuli Juwaini: Indonesia Harus Serius Sikapi Nasib Muslim Uighur

Jazuli Juwaini. Foto- wartapilihan.com

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai pemerintah Indonesia harus serius menyikapi kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dialami muslim Uighur di China dan harus aktif membantu melalui diplomasi HAM.

“Indonesia serius menyikapi hal itu dan aktif membantu muslim Uighur melalui diplomasi HAM, baik secara bilateral terhadap Pemerintah China maupun secara multilateral melalui keanggotaan PBB, OKI, dan lembaga-lembaga internasional lainnya,” kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/12).

Dia menilai politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif melakukan diplomasi atas setiap bentuk pelanggaran HAM, pengekangan keyakinan yang dilakukan terhadap umat manusia di dunia.

Baca Juga : Tiga Rumah di Ponorogo Rusak Dihantam Longsor

Menurut Jazuli, pelanggaran HAM yang terjadi terhadap muslim Uighur sudah menjadi pengetahuan umum dan telah berlangsung lama dan berbagai laporan LSM HAM dunia termasuk dari PBB memperkuat hal tersebut.

“Dunia tidak boleh tinggal diam, apalagi Indonesia sebagai negara muslim terbesar dengan mandat konstitusional yang jelas ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujarnya.

Jazuli yang merupakan anggota Komisi I DPR RI itu menilai Indonesia punya hubungan baik dengan Pemerintah China dan itu semestinya dimanfaatkan untuk saling menguatkan visi peradaban dunia yang bermartabat di atas penghormatan atas hak asasi manusia.

Terutama menurut dia, hak berkeyakinan agama yang merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia yang tidak dapat dihilangkan atau “inlienable rights”.

“Untuk itu adalah tanggung jawab kita sebagai bangsa yang bermartabat untuk membantu saudara-saudara kita muslim Uighur dan warga dunia manapun yang tertindas,” katanya.

Dia menegaskan bahwa tanggung jawab itu ujung tombaknya ada pada peran diplomasi aktif Pemerintah Republik Indonesia.

Baca Juga : Gunung Soputan Erupsi, Status Siaga

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Waspada Fenomena La Nina, BMKG Imbau Masyarakat Sering Cek Info Cuaca
apahabar.com

Nasional

Dua Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Hadir di Acara Buka Puasa Bersama BPP HIPMI dan HIPMI Jaya
apahabar.com

Nasional

Terpisah, Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess dan World Dream
Habib Rizieq Shihab.

Nasional

Usai Akad Nikah Putrinya, Habib Rizieq Sakit, Polisi Pinta Jalani Tes Usap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Mau Daftar CPNS? Catat Tanggalnya
apahabar.com

Nasional

BI Terbitkan Aturan QR Code Standar Indonesia
apahabar.com

Nasional

Update Banjir Sentani: 89 Tewas, 6 Ribu Mengungsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com