Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Pusat Keluarkan Imbauan

- Apahabar.com     Sabtu, 22 Desember 2018 - 07:15 WITA

Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Pusat Keluarkan Imbauan

Kantor Majelis Ulama Indonesia Foto - Hidayatullah.com

apahabar.com, JAKARTA – Memasuki libur natal dan tahun baru (Nataru), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan beberapa imbauan. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga kerukunan umat.

“MUI menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus berusaha menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang bertentangan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ketua MUI Abdullah Jaidi di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta, Jumat (21/12).

Menjaga persatuan dan kesatuan ini dinilai penting untuk dilakukan agar bangsa Indonesia tetap berdiri kuat dan kokoh.

Terkait dengan perayaan natal yang akan dilakukan oleh sejumlah umat di Indonesia, MUI mengingatkan agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. Salah satunya sikap toleransi dan mengargai kebebasan agama masing-masing.

Kepada perusahaan yang ada di Indonesia, MUI memberikan imbauan khusus terkait perlakuan pada karyawannya. MUI berharap perusahaan tidak memaksa karyawannya yang beragama Islam untuk menggunakan ornamen natal dan pergantian tahun.

“MUI mengimbau para pengusaha dan para pihak terkait lainnya agar dalam suasana natal dan pergantian tahun baru ini tidak memaksa, mendorong, dan mengajak karyawan yang beragama Islam memakai atribut-atribut dan atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan mereka,” lanjut Abdullah Jaidi.

Penggunaan atribut natal dan tahun baru bagi umat Islam bertentangan dengan kepercayaan yang dianut. MUI sendiri telah mengeluarkan fatwa nomor 56 tahun 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim. Fatwa ini menegaskan haram hukumnya bagi umat muslim menggunakan atribut keagamaan umat lain.

Imbauan ini pun sudah dilakukan sejak 2016 dan MUI telah melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan yang diduga masih melanggar imbauan MUI. Dan tahun kemarin, MUI menilai kondisi sudah kondusif dimana di sejumlah mall atau pertokoan yang disinyalir karyawannya masih menggunakan atribut natal sudah tidak terlihat.

Baca Juga: Penyerangan Kadivpas Kemenkumham Kalsel Diduga Orang ‘Dalam’, Kakanwil Ogah Bela

“Dalam menghadapi pergantian tahun dan datangnya tahun baru 2019 M, MUI mengajak dan mengimbau masyarakat luas untuk menyambut dan menyongsong dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan. Tidak hura-hura dan menghindari pola hidup yang bersifat materialistik, konsumeristik, dan hedonistik,” lanjut Ketua MUI.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Habib Umar bin Hafidz: Ucapan Selamat Natal Diperbolehkan Bersyarat
apahabar.com

Religi

Peringati Malam Tahun Baru Islam, Pengelola Masjid Agung Barabai Tak Sebar undangan
apahabar.com

Religi

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Religi

Menatap Haji Tahun Depan, Kemenag Janji Tambah Konsumsi
apahabar.com

Religi

Nasib Matahari di Hari Kiamat dan Pintu Tobat Ditutup
apahabar.com

Religi

7 Fakta Unik di Haul Abah Guru Sekumpul
muhammad fauzan

Religi

Cerita Muhammad Fauzan, Tempuh 5000 Kilometer Naik Sepeda Demi Berhaji
Jemaah Haji

Religi

Mulai Jumat Depan, Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com