Update 3 April: 2 Kecamatan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19 Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru Token Gratis untuk Warga Kalsel-Teng: Ada Kepanikan, PLN Jangan Pasif! UPDATE Corona 3 April di Kalsel: Banjarbaru Paling Banyak ODP! Optimisme Melawan Covid-19: STIKES Martapura Ciptakan APD




Home Nasional

Selasa, 4 Desember 2018 - 12:38 WIB

Jokowi Minta Panglima-Kapolri Cek Penembakan 31 Pekerja Trans Papua

rifad - Apahabar.com

Foto/detik.com

Foto/detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendapat kabar soal penembakan 31 pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua. Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengecek kasus tersebut.

Jokowi mengatakan, dirinya pernah mengunjungi kawasan Kabupaten Nduga, Papua. Wilayah itu memang masuk dalam zona merah alias berbahaya.

“Kejadiannya itu terjadi di Kabupaten Nduga, dulu memang warnanya merah. Saya dulu pernah kesana,” kata Jokowi ditanya wartawan di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Baca juga :  Resmi, Warga Kabupaten Termuda di Kaltim Mulai Nikmati BBM Satu Harga

Atas kasus penembakan oleh kelompok bersenjata itu, Jokowi meminta Panglima TNI dan Kapolri menelisik jelas kasus tersebut. Sebab dia mengatakan masih ada kabar yang simpang siur.

Baca Juga : Ini Kronologi Pembantaian Pekerja Trans Papua Oleh Kelompok Bersenjata

“Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur. Karena diduga itu, karena sinyal di sana ngga ada. Apa betul kejadian seperti itu,” katanya.

Baca juga :  Melenggang ke Senayan, Mulan ‘Diserang’  

Namun, Jokowi mengatakan, dia menyadari bahwa pembangunan di tanah Papua memang ada kesulitan, termasuk adanya gangguan dari kelompok bersenjata.

“Kita menyadari pembangunan di tanah Papua itu memang medannya sangat sulit. Dan juga masih dapat gangguan seperti itu,” katanya.

Meski demikian, Jokowi menegaskan pembangunan di Papua terus berlanjut. “Pembangunan ditambah di Papua, tetap berlanjut,” katanya.

Baca Juga : 31 Pekerja Jalan Trans Papua Dibantai Dengan Sadis

Sumber : detik.com
Editor : Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

UU KPK Berlaku Hari Ini, Ekonom Bersurat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Amien Rais Belum Mau Komentari Pertemuan Prabowo-Jokowi
apahabar.com

Nasional

PDIP: Natal Penuh Semangat Solidaritas dan Peneguhan Pancasila
apahabar.com

Nasional

Anggarkan Rp 10 Triliun untuk Kartu Prakerja
apahabar.com

Nasional

Jakarta Banjir, Tol Dalam Kota Gratis Selama 18 Jam
apahabar.com

Nasional

Situng KPU 67,28%: Jokowi-Ma’ruf 56,25%, Prabowo-Sandi 43,75%
apahabar.com

Nasional

Putri Tanjung, Anak Chairul Tanjung yang Ditunjuk Jadi Staf Khusus Presiden
apahabar.com

Nasional

Bagaimana Haul Guru Sekumpul Jadi Wisata Rohani Terbesar se-Asean