Naik, Harga Elpiji Kalsel Diklaim Termurah Se-Kalimantan Megaproyek Gedung Baru DPRD Banjarmasin, Ibnu Sina Buka Suara Lagi, Danau Eks Tambang di Banjar Renggut Korban Jiwa Ironi Gedung Baru DPRD: Orang Miskin di Banjarmasin Makin Banyak Blak-blakan Ibnu Sina Bicara Konsep IKN Nusantara: Jangan Oligarkis & Ngutang

Kado Awal Tahun, Gaji PNS Naik 5% Bakal Dirapel

- Apahabar.com     Jumat, 7 Desember 2018 - 20:15 WITA

Kado Awal Tahun, Gaji PNS Naik 5% Bakal Dirapel

Para PNS sedang melaksanakan upacara. Foto-semarak-news

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 5 persen kemungkinan baru akan terealisasi pada April tahun depan.

Adapun kenaikan gaji yang seharusnya diterima PNS antara Januari-Maret kemungkinan dibayarkan sekaligus pada bulan tersebut.

Baca Juga: CPNS Kaltim Wajib Siap-Siap, Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Digelar Besok

Hal ini lantaran payung hukum yang mengatur hal tersebut diperkirakan tak bisa terbit di akhir tahun ini.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan pihaknya bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) baru akan membahas Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur kenaikan gaji mulai Januari mendatang.

Dengan demikian, menurut dia, PP tersebut kemungkinan baru bisa terbit pada Maret 2019.

“Kalau PP jadi pada bulan Maret, maka setelah itu, setiap tanggal 1 per bulan ke depannya, kenaikan gaji mulai dibayar,” jelas Askolani di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jumat (7/12).

Kendati demikian, Askolani bilang kenaikan gaji abdi negara tahun depan sebenarnya sudah dimulai sejak 1 Januari 2019 mendatang.

Makanya, setelah PP itu terbit, kenaikan gaji yang seharusnya diterima PNS antara Januari hingga Maret akan dibayar sekaligus pada April tersebut.

Kondisi ini sebetulnya serupa ketika pemerintah menaikkan gaji PNS tiga tahun lalu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015. Kala itu, pemerintah menaikkan gaji pokok PNS sebesar 6 persen.

“Mulainya sudah Januari, tapi kalau belum ada PP, implementasinya belum bisa dimulai. Nanti Presiden akan mengumumkan mekanismenya,” jelas dia.

Dengan kenaikan gaji, Askolani juga mengatakan, otomatis nilai gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) PNS yang diterima akan lebih besar. Sebab, gaji pokok dianggap sebagai basis utama dalam perhitungan dua tambahan penghasilan tersebut.

Rencananya, di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, pemerintah menyiapkan gaji dan tunjangan PNS sebanyak Rp98 triliun. Sementara itu, anggaran untuk pensiunan mencapai Rp117 triliun di tahun depan.

“Tentu gaji ke-13 dan THR juga akan naik, karena gaji pokok akan menjadi basis perhitungan tersebut,” paparnya

Kenaikan gaji PNS sebesar 5 persen di tahun depan sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo saat menyampaikan nota keuangan RAPBN 2019. Kenaikan gaji tersebut merupakan yang pertama sejak 2015.

Menurut catatan CNNIndonesia.com, sejak 2007 hingga 2015, pemerintah selalu menaikkan gaji PNS setiap tahunnya. Namun, kenaikan tersebut berhenti di 2015.

Meski demikian, sebagai ganti atas gaji yang tidak naik, pemerintah telah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR), atau kerap disebut gaji ke-14 kepada PNS mulai tahun 2016 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2016.

Sumber: CNNIndonesia
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Masjid di Makassar Dibakar

Nasional

Mimbar Masjid di Makassar Dibakar, Muhammadiyah Imbau Tetap Tenang Jangan Terprovokasi
Pilpres 2024

Nasional

Pilpres 2024, IPI Menilai Elektabilitas AHY Masih di Atas Moeldoko

Nasional

Dokter Akui Sempat Stres Tangani Pasien Corona 
cuaca

Nasional

Hari Ini, BMKG Prediksi Cuaca Berawan hingga Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

7 Hari Ngapung di Selat Sunda, Nelayan Korban Tsunami Selamat

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Tiga Penyu Mati di Pulau Pari Akibat Sampah

Nasional

Pakar Prediksi Vaksinasi 70 Persen Warga Tuntas Februari 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com