Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:14 WIB

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja

Foto - yourbandung.com

apahabar.com, JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia tengah berburu peluang pasar di Kamboja. Mereka berpartisipasi dalam pameran dagang “Cambodia Import-Export and One Province One Product Exhibition” (CIE & OPOP) pada 8-11 Desember 2018 di Phnom Penh.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

KBRI Phnom Penh tahun ini memfasilitasi sembilan UMKM Indonesia untuk merambah pasar Kamboja dengan produk-produk seperti batik, makanan dan minuman, perhiasan dan asesoris serta kosmetik dan obat-obatan.

Selain itu, terdapat 10 distributor di Kamboja juga berpartisipasi untuk mempromosikan produk Indonesia.

“KBRI akan lebih memanfaatkan berbagai kegiatan promosi dagang di Kamboja untuk menggencarkan promosi produk-produk unggulan Indonesia, khususnya dari para UMKM,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, siang ini.

“Kualitas baik produk Indonesia cukup dikenal oleh masyarakat Kamboja, utamanya batik yang senantiasa dinanti-nanti,” lanjut Dubes Sudirman.

CIE & OPOP merupakan pameran dagang tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Kamboja. Pameran tersebut menampilkan berbagai macam produk. Baik produk impor untuk dipasarkan di Kamboja, maupun produk ekspor yang diproduksi Kamboja dan dipasarkan di luar negeri.

Pameran dagang berskala internasional yang hingga kini telah diselenggarakan selama 13 kali. Diikuti oleh beragam perusahaan dari berbagai negara. Seperti Myanmar, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam, Laos, Singapura, Australia. Maupun perwakilan seluruh provinsi di Kamboja.

Dari Indonesia, hadir peserta dari Yogyakarta (Ikubi, Kimmy Arsy Abadi, Wida Florist); Pekalongan (CV Aruni, PT Emir Sastra Pratama); Banyuwangi (Sanet); Bali (Sarah Beekmans); Surabaya (Dientje Art Jewellery); Jakarta (Dewi Naura Batik), serta importer Kamboja untuk berbagai produk indonesia yang telah masuk pasar kamboja.

Pameran yang diikuti oleh 312 peserta itu dibuka oleh Deputi Perdana Menteri/Menteri Keuangan dan Ekonomi Kamboja Aun Pornmoniroth.

Baca Juga: BPS: Jumlah Desa Tertinggal Sisa 6.518

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

152 Ribu Pengungsi Pulang ke Darfur Utara
apahabar.com

Global

China Mulai Menggarap Proyek Menciptakan Hujan
apahabar.com

Global

Wow! Raup Penghasilan Rp 314 M, Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Terkaya
apahabar.com

Global

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana
apahabar.com

Global

Inilah 10 Negara Dengan Gaji Tertinggi di Dunia
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

Usia Terpaut 24 Tahun, Raja Malaysia Nikahi Miss Moscow
apahabar.com

Global

Wajar Bawaslu Periksa Rekaman Habib Rizieq Reuni 212
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com