Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:14 WIB

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja

Foto - yourbandung.com

apahabar.com, JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia tengah berburu peluang pasar di Kamboja. Mereka berpartisipasi dalam pameran dagang “Cambodia Import-Export and One Province One Product Exhibition” (CIE & OPOP) pada 8-11 Desember 2018 di Phnom Penh.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

KBRI Phnom Penh tahun ini memfasilitasi sembilan UMKM Indonesia untuk merambah pasar Kamboja dengan produk-produk seperti batik, makanan dan minuman, perhiasan dan asesoris serta kosmetik dan obat-obatan.

Selain itu, terdapat 10 distributor di Kamboja juga berpartisipasi untuk mempromosikan produk Indonesia.

“KBRI akan lebih memanfaatkan berbagai kegiatan promosi dagang di Kamboja untuk menggencarkan promosi produk-produk unggulan Indonesia, khususnya dari para UMKM,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, siang ini.

“Kualitas baik produk Indonesia cukup dikenal oleh masyarakat Kamboja, utamanya batik yang senantiasa dinanti-nanti,” lanjut Dubes Sudirman.

CIE & OPOP merupakan pameran dagang tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Kamboja. Pameran tersebut menampilkan berbagai macam produk. Baik produk impor untuk dipasarkan di Kamboja, maupun produk ekspor yang diproduksi Kamboja dan dipasarkan di luar negeri.

Pameran dagang berskala internasional yang hingga kini telah diselenggarakan selama 13 kali. Diikuti oleh beragam perusahaan dari berbagai negara. Seperti Myanmar, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam, Laos, Singapura, Australia. Maupun perwakilan seluruh provinsi di Kamboja.

Dari Indonesia, hadir peserta dari Yogyakarta (Ikubi, Kimmy Arsy Abadi, Wida Florist); Pekalongan (CV Aruni, PT Emir Sastra Pratama); Banyuwangi (Sanet); Bali (Sarah Beekmans); Surabaya (Dientje Art Jewellery); Jakarta (Dewi Naura Batik), serta importer Kamboja untuk berbagai produk indonesia yang telah masuk pasar kamboja.

Pameran yang diikuti oleh 312 peserta itu dibuka oleh Deputi Perdana Menteri/Menteri Keuangan dan Ekonomi Kamboja Aun Pornmoniroth.

Baca Juga: BPS: Jumlah Desa Tertinggal Sisa 6.518

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

PBB: Dua Peluncur Rudal Ditemukan di Yaman, Diduga Dari Iran
apahabar.com

Global

Sudah Mendarat, Eh Ternyata Pesawat Ini Salah Tujuan
apahabar.com

Global

Akhir dari “Perceraian Rahasia”, Perempuan Saudi Akan Dapat Konfirmasi Status Janda
apahabar.com

Global

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya
apahabar.com

Global

Penumpang Ini Lahirkan Bayinya dalam Penerbangan ke Istanbul
apahabar.com

Global

Dorong Warga Desa Bentuk Forum Peduli HIV/AIDS
apahabar.com

Global

113 Wartawan Tewas Pada 2018
apahabar.com

Global

LGBT Kalah Referendum, Taiwan Tolak Pernikahan Sesama Jenis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com