Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Kaleidoskop 2018: Kabupaten Banjar Jadi Langganan Laka Lantas!

- Apahabar.com     Jumat, 28 Desember 2018 - 10:31 WITA

Kaleidoskop 2018: Kabupaten Banjar Jadi Langganan Laka Lantas!

Infografis-apahabar.com/amrullah

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingkat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Banjar tergolong tinggi. Sementara, Kabupaten Balangan masih yang terendah dibanding daerah lain di Kalimantan Selatan.

Peringkat terjadinya kasus laka lantas di tiap kabupaten/kota Kalsel tersebut dihitung secara menyeluruh hingga jelang berakhirnya 2018.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Kalsel AKBP Lilik Istiyono melalui Kanit 1 Silaka AKP Apriansyah saat ditemui reporter apahabar.com di kantornya, Kamis (27/12) pagi mengungkapkan Kabupaten Banjar selalu paling tinggi dibanding daerah lain.

“Kabupaten Banjar jelas selalu ada di peringkat pertama untuk laka hingga korbannya. Tahun 2018, dari 68 kasus, 49 jiwa melayang, 14 luka berat, 43 luka ringan. Bahkan 2017 lebih parah, dari 119, 81 jiwa melayang dan luka berat 24 orang,” ujar AKP Apriansyah.

Apriansyah mengatakan, faktor penyebab kecelakaan tertinggi di wilayah hukum Polres Banjar di antaranya human error, karena alam, kondisi jalan, kendaraan dan teknologi.

Menyusul setelah Polres Banjar adalah wilayah operasional Polres Banjarbaru yakni 42 meninggal dunia, 19 luka berat, dan 55 orang luka ringan dari 63 kasus kecelakaan.

“Kemudian ada Polres Tanah Bumbu, di mana jumlah korban meninggalnya merupakan yang terbanyak. Yakni 50 jiwa dari 62 kasus laka. Sedangkan luka 18 orang dan luka ringan 29 orang,” ujar Apriansyah.

Baca Juga: Tahun 2018, Ditlantas Polda Kalsel Catat 331 Jiwa Melayang Akibat Kecelakaan

Sedangkan, di posisi paling buncit berada di wilayah hukum operasional Polres Balangan. Yakni hanya terdapat 8 kasus dengan 5 jiwa melayang, 3 orang alami luka berat dan 2 orang luka ringan.

Lantas bagaimana dengan Banjarmasin?

“Banjarmasin masih tergolong kecil ya untuk kasus lakanya. Dari 17 kasus, jumlah meninggal dunia sebanyak 12 jiwa, luka berat 4 orang dan luka ringan 6 orang,” bebernya.

Selama lima hari belakangan ini, di Kalimantan Selatan sedikitnya dua nyawa melayang di jalan. Polisi mencatat, terdapat tiga kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

“Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Banjar. Dari 3 kasus ada 2 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang alami luka ringan,” ungkapnya.

AKP Apriansyah mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Selatan selalu berhati-hati dalam membawa kendaran roda dua maupun roda empat.

Pasalnya, tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas setiap tahun menunjukkan angka yang cukup tinggi. Kendati ada penurunan dibanding 2017, namun kecelakaan lalu lintas di 2018 merenggut korban jiwa hingga ratusan orang.

Baca Juga: Tips Berkendara Aman Ala Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel

Pada 2017 saja, tercatat ada sebanyak 454 jiwa melayang dari 569 kejadian. Sedangkan pada tahun 2018 tercatat ada sebanyak 331 jiwa melayang di jalan akibat kecelakaan yang dipicu faktor kelalaian pengguna jalan.

Artinya terjadi penurunan secara kuantitas angka kematian dalam kecelakaan di wilayah Kalimantan Selatan tahun 2018, dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, yakni sebesar 15%.

Apriansyah menambahkan, untuk jumlah luka berat akibat kecelakaan yang disebabkan faktor kelalaian pada 2017 lebih banyak daripada 2018.

Jika 2017 ada sebanyak 132 korban mengalami luka berat, pada tahun ini dicatat ada sebanyak 101 korban luka berat. Tingkat penurunannya mencapai angka 21 %.

“Kemudian, untuk jumlah korban luka ringan pada 2017 tercatat ada 401 korban. Sedangkan di 2018 ada 343 korban,” tuturnya.

Untuk jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, Apriansyah menyebut masih didominasi oleh kendaraan roda dua, serta sisanya kendaraan roda empat (Mobil). Laka lantas kebanyakan “adu kambing” dan sisanya laka tunggal.

Kesadaran masyarakat berlalu lintas yang masih rendah saat berkendaraan menjadi penyebab utama terjadinya laka lantas. Ironisnya, para pelanggar rata-rata kalangan anak-anak muda, termasuk anak di bawah umur.

Baca Juga: Lima Hari, Dua Nyawa Melayang di Jalan

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Satreskrim Polres Kobar Ringkus Pelaku Pencuri Handphone
apahabar.com

Hukum

15 Motor dan Satu Pick Up Hasil Kejahatan Dikembalikan ke Pemiliknya
apahabar.com

Hukum

Gegara Sabu, Dua Satpam di Kapuas Dibuat Tak Berkutik
apahabar.com

Hukum

Polres Batola Bongkar Komplotan Penyebar Konten Pornografi di Tamban
apahabar.com

Hukum

Pengedar Dibekuk, 24 Paket Sabu Siap Edar Diamankan
apahabar.com

Hukum

Jaksa Yakin Ratna Sarumpaet Bersalah
apahabar.com

Hukum

Bawa Kabur Motor Pinjaman, Rambo Tertangkap di Amuntai
apahabar.com

Hukum

Dua Maling Motor Digelandang Satreskrim Polres Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com