Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

Kalsel Bertekad Menjadi Sentra Peternakan Nasional

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 20:40 WIB

Kalsel Bertekad Menjadi Sentra Peternakan Nasional

Ilustrasi peternakan/Antara

apahabar.com, PELAIHARI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bertekad mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai sentra peternakan nasional.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Gusti Burhanuddin di Pelaihari Kamis (13/12) mengatakan, potensi Kalimantan Selatan sebagai sentra peternakan terbuka lebar.

Menurut Gusti, Kalsel memiliki jumlah lahan yang cukup potensial untuk pengembangan ternak, khususnya sapi dan kerbau. Untuk mewujudkan tekad tersebut, pemerintah melaksanakan program Gebyar UPSUS SIWAB atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting di Desa Sumber Mulya Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut, sambung Gusti, merupakan sentra peternakan sapi dan kerbau di Kalsel. Daerah ini, berpotensi untuk lebih dikembangkan lagi di masa mendatang karena mendominasi 64 persen lahan potensial untuk pengembangan ternak di Kalsel.

Pengembangan kawasan peternakan akan diupayakan bersinergi dengan upaya mengembangkan lahan perkebunan.

“Melalui Gebyar UPSUS SIWAB ini, kita akan mengembangkan peternakan bersinergi dengan perkebunan, sehingga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Program tersebut, lanjut Gusti, khususnya dilaksanakan di daerah yang berada di wilayah pedesaan Kalsel, seperti di Desa Sumber Mulya Tanah Laut.

Gusti mengungkapkan, pihaknya akan membuat sektor peternakan sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru yang lebih menjanjikan, sehingga generasi muda tertarik untuk menekuni sektor tersebut.

“Saya khawatir, saat ini, mulai ada gejala, generasi muda, enggan berkecimpung di sektor peternakan ini,” ucapnya.

Generasi muda, tambah dia, sudah mulai tidak tertarik dengan dunia wirausaha bidang perkebunan dan peternakan. Bila itu terjadi, tambah dia, maka sulit mewujudkan Kalsel sebagai lumbung ternak nasional sekaligus mendukung kebijakan pusat menuju swasembada daging.

Baca Juga: Sering Bercanda, Mengeluh Sakit Perut di Kampus; Elsya di Mata Sahabat

“Saya mengajak, semua pihak terkait bersinergi agar program Gebyar UPSUS SIWAB ini terus berkelanjutan,” tandasnya.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Contoh, Masjid Sabilal Muhtadin Perketat Protokol Salat Id
apahabar.com

Kalsel

Di Kalsel, Dewan Pers Ingatkan Karya Jurnalistik Tak Dapat Dikriminalkan
apahabar.com

Kalsel

Promosikan Wisata, Dinas Pariwisata Kalsel Andalkan Generasi Z
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Apresiasi Sinergitas Masyarakat Bangun Kampung Tangguh Banua di Angsana
apahabar.com

Kalsel

Masih Ada Pedagang Jualan di Pasar, Kades di Kotabaru Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Per 15 Agustus 2019, Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel Mencapai Ribuan Hektar!
apahabar.com

Kalsel

Simpan Puluhan Ribu Zenith, 2 Pemuda Digiring ke Mapolda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Hingga Pertengahan Tahun, Dana CSR Pelindo III Tersisa Rp2,4 M
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com