Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Kaltim Miliki Stok Karbon 4,5 Juta Hektare

- Apahabar.com     Senin, 24 Desember 2018 - 12:34 WITA

Kaltim Miliki Stok Karbon 4,5 Juta Hektare

Peta wilayah Kalimantan Timur. Foto-peta-kota.blogspot.com

apahabar.com, SAMARINDA – Hasil kajian Development by Design (DbD) menunjukkan Provinsi Kalimantan Timur masih memiliki potensi stok karbon sekitar 35 persen atau seluas 4,5 juta hektare daratan.

Manajer Perencanaan Sumber Daya Alam The Nature Conservancy (TNC) Musnanda Satar di Samarinda, Senin (24/12), mengatakan jika kawasan itu dijaga kelestariannya, Kaltim bisa memiliki 58 persen stok karbon.

TNC mengembangkan DbD sejak 2010 untuk membuat perencanaan mitigasi dengan menyeimbangkan perencanaan pembangunan di berbagai sektor, seperti perkebunan, kehutanan, migas, pertambangan, dan infrastruktur, dengan aspek konservasi keanekaragaman hayati.

Dia menjelaskan analisis DbD dikembangkan untuk mengukur dampak aktivitas manusia terhadap kondisi keanekaragaman hayati di suatu wilayah. Hasil analisisnya bisa menjadi rekomendasi untuk wilayah-wilayah mana saja yang bisa dibuka, harus dikembalikan fungsinya, maupun yang harus ditutup sama sekali.

Kaltim sudah teridentifikasi sejumlah kawasan yang harus dihindari (avoid) untuk pembangunan perkebunan skala besar dalam kawasan perkebunan yang dialokasikan dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kaltim.

Baca Juga: Harga Bawang dan Ayam Naik, Gubernur Kaltim: Faktor Psikologis

Sejumlah kawasan tersebut, adalah kawasan dengan tutupan hutan yang masih bagus, kawasan bernilai konservasi tinggi, kawasan habitat spesies penting (orang utan), kawasan gambut, dan kawasan yang memiliki stok karbon tinggi.

“DbD juga menemukan hutan konservasi dan hutan lindung yang terdegradasi dengan kajian human modification index. Analisis DbD ini, bersama KLHS, SDGs, dan analisis wilayah akan menjadi dokumen pendukung dalam RPJMD lima tahun mendatang,” ujar Musnanda.

Kabid Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Charmarijaty mengatakan ke depan RPJMD Kaltim mengutamakan isu pembangunan hijau.

“Penyusunan RPJMD Kaltim terus diselaraskan dengan tujuan pembangunan hijau dan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Kami sedang menyusun RPJMD ini dengan kajian-kajian pendukung yang ada sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.”

Dia mengatakan RPJMD Kaltim 2019-2024 akan mengintegrasikan berbagai kajian, antara lain Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Analisis Kewilayahan, dan Kajian DbD.

Baca Juga: Kaltim Segera Tuntaskan Dokumen RZWP3K

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Balikpapan Masuk 10 Besar Kota Ramah Lingkungan se-ASEAN
Pembacokan Jemaah Salat Subuh

Kaltim

Pelaku Pembacokan Jemaah Salat Subuh di Balikpapan Masih Buron, Motifnya Diduga Dendam
PLTN

Kaltim

Kaltim Bakal Dibangun PLTN, Bapaten: Nuklir Itu Ada Resiko Ada Manfaat

Kaltim

Resmikan Quick Respon 110, Kapolda Kaltim: Di Bawah 10 Menit Sampai TKP
Tenggelam

Kaltim

Memancing Samping Galian Tambang, Pelajar di Kukar Tenggelam
Tugboat Syarasd

Kaltim

Tugboat Syarasd Satu Tenggelam di Muara Pegah Kaltim, 9 ABK Selamat
Kasus Covid-19

Kaltim

Kasus Covid-19 di Balikpapan Kembali Melonjak, Hari Ini Tambah 47
apahabar.com

Kaltim

Kecam Aktivitas Tambang Ilegal di Balikpapan, Jatam Desak Usut Tuntas Hingga ke Akar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com