Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Kaltim Urutan Ke-14 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 08:05 WIB

Kaltim Urutan Ke-14 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Ilustrasi. Foto : sumbarsatu.com

apahabar.com, SAMARINDA- Kalimantan Timur berada di urutan ke-14 sebagai provinsi tertinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Grafik kasus kekerasan tertinggi saat ini masih menunjukkan Jawa Tengah merupakan daerah tertinggi kasus kekerasan dengan 1.467 kasus. Kaltim berada pada urutan ke-14 secara nasional dengan 317 kasus kekerasan

Sedangkan, grafik korban kekerasan di Indonesia saat ini masih menunjukkan Jawa Tengah merupakan daerah tertinggi dengan 1.527 korban. Menyusul Jawa Timur sebanyak 1.305 korban.

Kaltim sendiri menduduki peringkat 15 dengan 331 korban. Di peringkat terakhir, terdapat Maluku Utara dengan 31 korban.

Adapun grafik korban kekerasan di Kaltim, Samarinda menjadi kabupaten atau kota teratas dengan 125 korban. Menyusul Balikpapan 48 Korban, dan Kabupaten Mahakam Ulu berada di urutan terakhir terdapat satu korban.

“Proporsi korban kekerasan di Kaltim berdasarkan umur terbanyak pada usia 25-44 tahun capai 32 persen, usia 13-17 tahun capai 29 persen dan umur 6-12 sekitar 16 persen,” ungkap Halda Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltim.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah mengembangkan sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Apklikasi itu dikembangkan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) sebagai upaya membentuk Satu Data Kekerasan Nasional.

Menurut dia, aplikasi itu dapat diakses semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota secara up to date, real time dan akurat.

“Karenanya, guna mendukung program nasional itu maka perlu adanya kelembagaan data terpilah atau Forum Data Provinsi Kaltim,” katanya.

Salah satunya ujar Halda, Simfoni PPA menunjukkan kekerasan pada perempuan dan anak tertinggi berada pada masing-masing daerah.

Baca Juga : Pembukaan Porprov Kaltim VI Di Sangatta, Isran: Ini Yang Terbesar

Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Demo Tolak Omnibus Law di Kaltim, AJI Kecam Kekerasan terhadap 5 Jurnalis
apahabar.com

Kaltim

Sumpah Pemuda, Simak Pesan Bupati AGM ke Warga Penajam
apahabar.com

Kaltim

Wisata di Ibu Kota Negara, Gubernur: Orang Kaltim Harus Senang Dulu
apahabar.com

Kaltim

Calon Haji Jangan Menghilang dari Rombongan
apahabar.com

Kaltim

Aksi Solidaritas Jurnalis di Bontang, Hampar ID Pers di Depan Mapolres
apahabar.com

Kaltim

Remaja Harus Punya Rencana Pra Nikah
apahabar.com

Kaltim

Pasca-Rusuh, Penajam Mulai Bangun Ulang Rumah Terbakar
apahabar.com

Kaltim

Dewan Kaltim: Pemerintah Harus Serius Tangani Jalan Trans Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com