3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif

- Apahabar.com Jumat, 28 Desember 2018 - 20:46 WIB

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif

Jemaah muslim wanita. Foto-pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” yang disebut sebagai buah karya ulama wanita itu dinilai tidak diskriminatif.

Dari kandungan kitab berbahasa melayu tersebut tidak jauh berbeda dengan kitab sejenis lainnya. Yakni mengurai beberapa ajaran pokok ibadah, seperti salat, puasa, dan cara mengurus jenazah.

Namun yang menarik di mata para peneliti adalah, penulis menghindari pembahasan yang dirasa merendahkan perempuan. Seperti aqiqah, warisan, atau kesaksian.

Hal menarik lainnya, menurut Abu Irfah dalam blognya abusyahmin.blogspot.com, ketika ia membicarakan haid dan mandi sesudah haid, tidak ada kesan seolah-olah perempuan yang sedang haid itu kotor.

Syekhah Fatimah tidak memakai istilah seperti “bersuci”, yang secara tersirat menyatakan perempuan dalam haid tidak “suci”. Beliau menulis, “Ada lima perkara yang mewajibkan mandi yakni meninggal (kecuali mati syahid), haidh, nifas, wiladah (keguguran), dan janabah (persetubuhan).”

Selain itu, masih menurut Abu Irfah, juga tidak didapati uraian panjang tentang hal-hal yang dilarang bagi perempuan pada masa haid.

“Parukunan Jamaluddin” atau sejatinya “Parukunan Fatimah” telah memberi berbagai pelajaran berharga. Melalui pena-nya, Syekhah Fatimah telah merintis sebuah tradisi baru pada zamannya, menegaskan penolakan diskriminasi terhadap perempuan. Tema besar yang masih gigih diperjuangkan di abad 21 ini.

Sumber: abusyahmin.blogspot.com
Editor: Muhammad Bulkini

 

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

NU Kalsel Imbau Warga Nahdliyyin Rayakan Malam Nishfu Sya’ban di Rumah
apahabar.com

Hikmah

Apakah Amal yang Ditunjukkan Berarti Riya? Simak Penjelasan Imam Al Ghazali
apahabar.com

Religi

Filosofi dan Sejarah dan Peristiwa di Bulan Muharram
Khadam Kubah Habib Luar Batang Heran, Ada Sosok Misterius Sedekahkan Uang Rp50 Juta untuk Taksi di Momen Haul Sekumpul

Habar

Pengurus Kubah Habib Luar Batang Heran, Ada Sosok Misterius Sedekahkan Rp50 Juta di Momen Haul Sekumpul
apahabar.com

Religi

Mengenang Sosok Ulama Sepuh HSS Guru Pahampangan yang Kini Telah Tiada
apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Religi

Malam Tahun Baru, MUI: Jangan Bakar Petasan
apahabar.com

Religi

Kesetaraan Gender dalam Fikih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com