Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

- Apahabar.com     Selasa, 25 Desember 2018 - 11:35 WITA

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

Ilustrasi perahu Foto- tentik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kapal yang dinaki Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary saat pulang dari Tanah Suci terombang-ambing dipermainkan ombak. Ternyata, muridnya dari bangsa jin “ngambek” karena tak diajak.

Diceritakan KH Syaifuddin Zuhri, selama mengajar di Masjidil Haram, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary tak memperhatikan siapa saja yang menjadi muridnya. Ternyata ada seorang murid dari bangsa jin yang mengikuti kajiannya.

Hal itu baru diketahui Syekh Muhammad Arsyad atau yang dikenal dengan Datu Kelampayan ketika beliau dan rombongan pulang dari tanah suci. Kapal yang beliau naiki bergerak ganjil, terombang-ambing dipermainkan ombak.

Datuk Kelampayan pun menghubungi guru beliau -Syekh Samman Al Madani- secara batiniah. Oleh Syekh Samman diberitahu bahwa ada muridnya dari bangsa jin yang mau ikut pulang ke Tanah Banjar.

“Nama jin itu Badaqut. Di Banjar dikenal dengan sebutan Datu Bedog,” ujar KH Syaifuddin Zuhri.

Baca Juga: Jelang Tiga Bulan Haul, Makam Abah Guru Sekumpul Ramai Peziarah

Menurut Abah Guru Banjar Indah –KH Syaifuddin Zuhri-, Datu Bedog mengiringi Datuk Kelampayan ke Banjar bersama dengan dua anaknya: Abdul Qohar dan Abdul Qohir.

“Datu Bedog berjanji untuk mengkhadamkan diri membantu pengamanan di majelis Datu Kelampayan dan anak cucu beliau hingga hari kiamat.”

Setelah diizinkan Datu Kelampayan untuk ikut ke Tanah Banjar, laut menjadi tenang. Kapal berlayar dengan nyaman, tanpa hambatan. Bahkan, diceritakan kapal melaju lebih cepat dari biasanya. Sehingga waktu yang ditempuh pun lebih singkat.

“Mungkin Datu Bedog dan anak beliau ini yang mendorong kapal waktu itu,” ujar Abah Guru Banjar Indah sembari tersenyum.

Setelah wafat Datu Kelampayan, Datu Bedog tetap menetap di Banjar, membantu pengamanan di majelis-majelis anak cucu Datu Kelampayan. Sementara anak anak-anak beliau, pulang ke tanah suci. Meski pada waktu tertentu datang untuk turut membantu.

Selama mengajar di Masjidil Haram, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary tak memperhatikan siapa saja yang menjadi muridnya. Ternyata ada seorang murid dari bangsa jin yang mengikuti kajiannya.

Baca Juga: Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Langsung Bertobat

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf
Sayidina Umar

Religi

Sayidina Umar, Sahabat yang Dipinta Rasulullah Masuk Islam
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Larang 56 Negara Pergi Umrah

Kota Baru

Catat, Imam Masjid Terbesar Mekkah Safari Dakwah di Kotabaru
Pemerintahan

Religi

Ini Trik Khalifah Umar Membangun Pemerintahan yang Bersih
apahabar.com

Habar

Cegah Corona, Masjid Meulaboh Gulung Semua Karpet
apahabar.com

Hikmah

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 24 April, Lebaran 24 Mei 2020

Habar

Simak Fatwa Muhammadiyah Soal Salat Tenaga Medis Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com