Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising Positif Corona, Belasan Karyawan RSUD Banjarmasin Terpaksa Diistirahatkan Asyik Cari Korban Tenggelam di Barito Hulu, 5 Relawan Kesurupan! Direstui Gerindra, Eks Wamenkumham Pastikan Tiket ke Pilgub Kalsel




Home Religi

Selasa, 25 Desember 2018 - 11:35 WIB

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

Uploader - Apahabar.com

Ilustrasi perahu Foto- tentik.com

Ilustrasi perahu Foto- tentik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kapal yang dinaki Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary saat pulang dari Tanah Suci terombang-ambing dipermainkan ombak. Ternyata, muridnya dari bangsa jin “ngambek” karena tak diajak.

Diceritakan KH Syaifuddin Zuhri, selama mengajar di Masjidil Haram, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary tak memperhatikan siapa saja yang menjadi muridnya. Ternyata ada seorang murid dari bangsa jin yang mengikuti kajiannya.

Hal itu baru diketahui Syekh Muhammad Arsyad atau yang dikenal dengan Datu Kelampayan ketika beliau dan rombongan pulang dari tanah suci. Kapal yang beliau naiki bergerak ganjil, terombang-ambing dipermainkan ombak.

Datuk Kelampayan pun menghubungi guru beliau -Syekh Samman Al Madani- secara batiniah. Oleh Syekh Samman diberitahu bahwa ada muridnya dari bangsa jin yang mau ikut pulang ke Tanah Banjar.

Baca juga :  Dilarang Jabat Tangan, Inilah Protokol Salat Idul Adha Versi Kemenag

“Nama jin itu Badaqut. Di Banjar dikenal dengan sebutan Datu Bedog,” ujar KH Syaifuddin Zuhri.

Baca Juga: Jelang Tiga Bulan Haul, Makam Abah Guru Sekumpul Ramai Peziarah

Menurut Abah Guru Banjar Indah –KH Syaifuddin Zuhri-, Datu Bedog mengiringi Datuk Kelampayan ke Banjar bersama dengan dua anaknya: Abdul Qohar dan Abdul Qohir.

“Datu Bedog berjanji untuk mengkhadamkan diri membantu pengamanan di majelis Datu Kelampayan dan anak cucu beliau hingga hari kiamat.”

Setelah diizinkan Datu Kelampayan untuk ikut ke Tanah Banjar, laut menjadi tenang. Kapal berlayar dengan nyaman, tanpa hambatan. Bahkan, diceritakan kapal melaju lebih cepat dari biasanya. Sehingga waktu yang ditempuh pun lebih singkat.

Baca juga :  Daging Kurban Bisa Jadi Haram Karena 3 Hal Ini

“Mungkin Datu Bedog dan anak beliau ini yang mendorong kapal waktu itu,” ujar Abah Guru Banjar Indah sembari tersenyum.

Setelah wafat Datu Kelampayan, Datu Bedog tetap menetap di Banjar, membantu pengamanan di majelis-majelis anak cucu Datu Kelampayan. Sementara anak anak-anak beliau, pulang ke tanah suci. Meski pada waktu tertentu datang untuk turut membantu.

Selama mengajar di Masjidil Haram, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary tak memperhatikan siapa saja yang menjadi muridnya. Ternyata ada seorang murid dari bangsa jin yang mengikuti kajiannya.

Baca Juga: Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Langsung Bertobat

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Kebersihan di Haul Sekumpul ke-15, DLH Berharap Jemaah Ikut Terlibat
apahabar.com

Hikmah

Rasululullah SAW Khawatir Umat Islam Memiliki 4 Penyakit Ini
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Religi

Jelang Tiga Bulan Haul, Makam Abah Guru Sekumpul Ramai Peziarah
apahabar.com

Habar

Tanggapi Ucapan Selamat Natal, Muhammadiyah: Kembalikan ke Pilihan Setiap Muslim
apahabar.com

Religi

Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda
apahabar.com

Habar

Haul Guru Sekumpul ke-15, Jokowi dan Kiai Ma`ruf Belum Pasti Hadir
apahabar.com

Religi

Pembangunan Masjid Syuhada Paringin Diiringi Salawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com