BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap

Lima Truk Bermuatan Kayu Ilegal Diamankan

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 09:45 WIB

Lima Truk Bermuatan Kayu Ilegal Diamankan

KAYU ILEGAL – Pengangkutan kayu ilegal masih ada di Kalimantan Tengah. Foto-riausky.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggagalkan pengangkutan lima truk bermuatan kayu diduga tanpa dilengkapi dokumen yang sah di Kecamatan Telaga Antang. Polisi juga menahan empat orang sopir truk.

“Satu truk ditemukan tanpa sopir. Ini sedang kami selidiki. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Pospol Sangai, kemudian dibawa ke Polres Kotawaringin Timur,” kata Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Mohammad Rommel di Sampit, Selasa.

Menurut Rommel, ditangkapnya pengangkut kayu itu berawal dari masyarakat melaporkan ke Pospol Tumbang Sangai bahwa ada dua truk sedang memuat kayu olahan yang diduga tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Saat itu juga petugas mendatangi lokasi dan mengamankan truk bermuatan kayu serta sopirnya.

Kasus itu kemudian dikembangkan karena ada informasi bahwa ada tindak kejahatan serupa di kawasan hulu. Setelah didatangi, polisi kembali menemukan tiga truk bermuatan kayu yang juga diduga tidak memiliki dokumen yang sah.

“Total ada lima truk yang ditahan, namun sopirnya hanya empat orang, karena satu orang lainnya kabur. Empat sopir tersebut berinisial AR, A, JI, dan S,” ungkapnya.

Kayu olahan jenis benuas sebanyak 280 potong berbagai ukuran itu kabarnya akan dibawa ke Palangka Raya dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pengakuan sopir kepada penyidik, mereka sudah beberapa kali mengangkut kayu seperti itu karena dibayar upah lebih besar dibanding tarif normal.

“Untuk jumlah kubikasinya, kami belum tahu. Penghitungan kubikasinya masih menunggu petugas dari Dinas Kehutanan yang memiliki sertifikasi melakukan penghitungan itu,” tambah Rommel.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 83 ayat 1 huruf (b) jo Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 81 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta Pasal 88 terkait pengangkutan kayu tanpa dilengkapi izin yang sah.

Mereka tergiur karena dijanjikan bayaran besar jika berhasil mengantar kayu ke tempat tujuan. Namun, kini mereka harus berurusan dengan polisi akibat tindakan melawan hukum itu.

Keempat tersangka menghadapi ancaman hukuman berat, yaitu berupa kurungan penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar. Polisi masih mengembangkan kasus ini, termasuk untuk mengetahui pemodal bisnis kayu ilegal tersebut.

“Kami menduga masih terjadi penebangan liar dan bisnis kayu ilegal. Pihaknya akan terus memberantas praktik perambahan hutan dan perniagaan kayu secara ilegal,” ujarnya.

Sumber : Antara
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Lagi, Kalteng Terima 47.948 Ribu Dosis Vaksin
apahabar.com

Kalteng

Pengurus Tujuh Lembaga NU Kapuas Dikukuhkan

Kalteng

Kalimantan Tengah Terima Penghargaan Proklim dari Kementerian KLHK
apahabar.com

Kalteng

Puluhan ASN Dinas PMD Kapuas Jalani Rapid Test
Kakak Kandung Gubernur Kalteng

Kalteng

Link Live Streaming Prosesi Perkawinan Adat Kakak Kandung Gubernur Kalteng
Wisata

Kalteng

Libur Tahun Baru, Pemkot Palangka Raya Tutup Objek Wisata
apahabar.com

Kalteng

Warga Selat Utara Kapuas Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
apahabar.com

Kalteng

Angkut Kayu Ilegal, Warga Saka Tamiyang Kapuas Kalteng Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com