Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying

and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 12:12 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 12:12 WIB

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Syaifuddin. Foto: jejakrekam.com

apahabar.com, BANJARMASIN- DPRD Kalsel mengecam keras kasus kekerasan fisik yang menimpa pelajar 13 tahun oleh rekannya sendiri di Banjarbaru. Terlebih, aksi kekerasan tersebut dipertontonkan secara luas karena viral di dunia maya.

“Ini harus dilakukan penanganan secara hukum, karena merupakan tindakan penganiayaan,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Syaifuddin kepada reporter apahabar.com, pagi tadi.

Baca: Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham

Tindakan itu kata dia jelas perlu penanganan secara hukum. Walau pelaku dan korban masih di bawah umur. Polisi saat ini tengah mengarahkan kasus ini untuk diselesaikan secara musyawarah atau diversi.

Lutfhi menegaskan, polisi harus cepat menangani kasus tersebut agar memberikan efek jera kepada pelaku. Kasus ini juga bisa menjadi peringatan kepada para remaja untuk menghindari bullying atau kekerasan dalam pergaulan.

Lutfhi mengimbau agar ada program khusus kepada setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA) terkait bullying dan kekerasan.

Ia menambahkan, pihaknya tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap, perda itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat.

“Yang lebih penting adalah bagaimana penegakan dari Perda tersebut,” katanya.

Lutfhi menegaskan, substansi perda tersebut lebih memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum kepada perempuan dan anak.

Kehadiran Perda dinilai bisa menganggarkan program yang terkait dengan perlindungan perempuan dan anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) mencatat, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel naik.

Kasus kekerasan di 2018 cenderung meningkat dibanding 2017 dari 205 kasus menjadi 215 kasus. Kini 198 kasus sudah tertangani. Sisanya masih dalam proses penanganan. Peningkatan kasus itu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan terkait kasus kekerasan.

Adapun penyebab perkelahian dua remaja yang viral di jagat dunia maya Banjarbaru berhasil terungkap. Perkara hanya karena persoalan remeh temah, yakni salah paham.

“Saat ini masih kami lakukan pendalaman terhadap korban dan para saksi. Memang diarahkan Polres yang menangani kasus ini, agar bisa ditangani lebih khusus melalui Unit PPA,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah kepada reporter apahabar.com, pagi tadi.

Dia juga memastikan, korban dan pelaku masih remaja, usianya baru 13 tahun dan 16 tahun. Keduanya merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama di Kota Banjarbaru.

Reporter: M Robby

Editor: Fariz 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Puluhan Rest Area Masih Layani Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul

Nasional

Puluhan Rest Area Masih Layani Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul  
apahabar.com

Nasional

Spesies Baru Dinosaurus Langka Ditemukan di Jepang
apahabar.com

Nasional

Rp546 M, Barang Bukti Djoko S Tjandra Sudah Dieksekusi
apahabar.com

Nasional

Hindari Kontak Senjata, Ribuan Warga Nduga Mengungsi
apahabar.com

Nasional

Menteri Agama Dijadwalkan Tandatangani Kesepakatan Haji di Saudi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tidak Terpuji Jika Ada Kepala Daerah Simpan Uang di Kasino
apahabar.com

Nasional

Gilang Bungkus Tidak Dijerat Pasal Pencabulan
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 di Pulau Alor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com