Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang H-2 Ramadan, Distribusi Elpiji di Kalsel Macet Lagi Gara-Gara Jalan Rusak Terungkap! Alasan Oknum Pemuda LAS HST Hina Buser yang Tenggelam di Banjarmasin

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying

and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 12:12 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 12:12 WIB

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Syaifuddin. Foto: jejakrekam.com

apahabar.com, BANJARMASIN- DPRD Kalsel mengecam keras kasus kekerasan fisik yang menimpa pelajar 13 tahun oleh rekannya sendiri di Banjarbaru. Terlebih, aksi kekerasan tersebut dipertontonkan secara luas karena viral di dunia maya.

“Ini harus dilakukan penanganan secara hukum, karena merupakan tindakan penganiayaan,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Syaifuddin kepada reporter apahabar.com, pagi tadi.

Baca: Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham

Tindakan itu kata dia jelas perlu penanganan secara hukum. Walau pelaku dan korban masih di bawah umur. Polisi saat ini tengah mengarahkan kasus ini untuk diselesaikan secara musyawarah atau diversi.

Lutfhi menegaskan, polisi harus cepat menangani kasus tersebut agar memberikan efek jera kepada pelaku. Kasus ini juga bisa menjadi peringatan kepada para remaja untuk menghindari bullying atau kekerasan dalam pergaulan.

Lutfhi mengimbau agar ada program khusus kepada setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA) terkait bullying dan kekerasan.

Ia menambahkan, pihaknya tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap, perda itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat.

“Yang lebih penting adalah bagaimana penegakan dari Perda tersebut,” katanya.

Lutfhi menegaskan, substansi perda tersebut lebih memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum kepada perempuan dan anak.

Kehadiran Perda dinilai bisa menganggarkan program yang terkait dengan perlindungan perempuan dan anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) mencatat, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel naik.

Kasus kekerasan di 2018 cenderung meningkat dibanding 2017 dari 205 kasus menjadi 215 kasus. Kini 198 kasus sudah tertangani. Sisanya masih dalam proses penanganan. Peningkatan kasus itu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan terkait kasus kekerasan.

Adapun penyebab perkelahian dua remaja yang viral di jagat dunia maya Banjarbaru berhasil terungkap. Perkara hanya karena persoalan remeh temah, yakni salah paham.

“Saat ini masih kami lakukan pendalaman terhadap korban dan para saksi. Memang diarahkan Polres yang menangani kasus ini, agar bisa ditangani lebih khusus melalui Unit PPA,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah kepada reporter apahabar.com, pagi tadi.

Dia juga memastikan, korban dan pelaku masih remaja, usianya baru 13 tahun dan 16 tahun. Keduanya merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama di Kota Banjarbaru.

Reporter: M Robby

Editor: Fariz 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar,com

Nasional

Megawati Minta Penyebar Kebencian Menemuinya
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Sempat Latihan di Tanah Karo
Jurnalis Tempo

Nasional

Mahfud MD Pastikan Kasus Penganiyaan Jurnalis Tempo Nurhadi Berlanjut
apahabar.com

Nasional

Masih Buron, KPK Minta Penyuap Komisioner KPU Serahkan Diri
apahabar.com

Nasional

Resmi, Pegawai KPK Berubah Status Jadi ASN
apahabar.com

Nasional

1 Anggota KKB Pimpinan Sabinus Waker Ditembak Mati Satgas Nemangkawi
apahabar.com

Nasional

Raja dan Ratu Belanda Akhirnya Batal ke Palangka Raya
apahabar.com

Nasional

Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com