Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Kejati Kalsel Klaim Selamatkan 7,9 Miliar Uang Negara

and - Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 11:18 WITA
and - Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 11:18 WITA

Kejati Kalsel Klaim Selamatkan 7,9 Miliar Uang Negara

Foto-DetikOne

apahabar.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) mengklaim berhasil menyelamatkan uang negara Rp.7.963.672.389 atau Rp 7,9 miliar. Jumlah itu dari beragam kasus sepanjang 2018 yang tertangani.

Dari 26 kasus, 11 kasus di antaranya berhasil naik ke tahap penyidikan. Sepanjang tahun ini, 15 perkara rasuah juga berhasil dimasukan ke tahap penuntutan.

“Sedangkan kepolisian berhasil melaksanakan 25 perkara di antaranya 16 perkara kasus korupsi dan 9 perkara kasus pungutan liar (Pungli),” kata Kepala Kejati Kalsel Adhe Adiyaksa didampingi Kasi Pidsus Kejati Kalsel, Munadji, Senin (10/12) pagi.

Kejati sejauh ini telah melakukan uheksi (upaya hukum dan ekskusi): hukum Kasasi 22 kasus, Banding 3 kasus, Peninjauan Kembali (PK) 8 Kasus dan Kasasi Demi Kepentingan Hukum (KDKH) 1 kasus.

Baca Juga : Menyamar, Polisi Tangkap Pemuda Bertato Jual Sabu

Munadji mengungkapkan, kasus korupsi di Kalsel pada 2018 mengalami tren penurunan jika dibanding 2017, seiring penanganan korupsi lebih ke arah pencegahan.

“Tahun ini mengalami penurunan kasus korupsi daripada tahun sebelumnya,” tegasnya.

Adapun kendala dalam mengungkap kasus korupsi di Kalimantan Selatan yaitu Kejati belum bisa menindaklanjuti sebuah kasus apabila belum adanya audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kalau sudah audit kan sudah jelas, kerugian negara berapa kan diketahui, mudah kita melangkah,” ujarnya.

Dalam upaya menangani kasus korupsi di Kalsel, pihaknya lebih condong ke arah pencegahan melalui program-program kejaksaan dan bekerjasama dengan penegak hukum yang lain.

“Penegakan hukum bukan hal yang menakutkan, sehingga orang yang tak bersalah merasa ketakutan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dan aparat penegak hukum harus patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Di Hari Korupsi 2018, Ia berharap, sumber daya manusia (SDM) harus mempunyai daya tahan terhadap sikap koruptif agar mampu memberikan pelayanan publik yang baik.

Baca Juga : KPK: UU Antikorupsi Indonesia Belum Berstandar Dunia

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bandara SAMS Sepinggan

Tak Berkategori

Pasca-Bom di Makassar, Pengamanan Bandara SAMS Sepinggan Diperketat
apahabar.com

Tak Berkategori

Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian di Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

30 Proyek Strategi Nasional Rampung Digarap 2019
apahabar.com

Tak Berkategori

Fakta-Fakta di Balik Rencana Penurunan Tarif Pesawat
Vaksin Booster

Tak Berkategori

Lansia di Banjarmasin Mulai Vaksin Booster, Beragam Jenis Ini Jadi Pilihan
apahabar.com

Tak Berkategori

Wagub Hadi Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Tak Bayarkan THR
apahabar.com

Tak Berkategori

Alfamart Gelar Pasar Murah Ramadan
apahabar.com

Tak Berkategori

Debat Kedua Pilbub Tanbu, Mila – Zainal Komitmen Bangun Kampung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com