Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Kejati Minta Bantuan Kejagung Buru 34 DPO

- Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 17:45 WITA

Kejati Minta Bantuan Kejagung Buru 34 DPO

Ilustrasi DPO. Foto-sebarr.com

apahabar.com, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan meminta bantuan tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung untuk melacak dan memburu 34 buronannya yang menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Keberadaan para DPO kita ini cukup sulit terlacak, karena itu kami minta bantuan langsung ke AMC Kejagung,” ujar Kepala Kejati Sulsel Tarmizi di Makassar, Senin (10/12).

Ia mengatakan, langkah yang ditempuh dengan menaikkan status para buronan menjadi DPO itu dilakukan setelah berbagai upaya persuasif tidak membuahkan hasil.

Ia juga menyatakan pendekatan terhadap keluarga yang umumnya masih berstatus tersangka itu tidak dapat membantu, hingga akhirnya dirinya bersurat dan meminta langsung bantuan tim AMC Kejagung.

“Kan sebenarnya status tersangka itu belum tentu bersalah karena masih harus diuji di pengadilan. Nanti pengadilan yang menentukan, apakah seseorang yang jadi tersangka itu terbukti bersalah atau tidak,” katanya.

Baca Juga : Tingkatkan Pengawasan Akhir Tahun, Bea Cukai Gencar Menindak

Menurut Tarmizi, mekanisme permintaan bantuan itu, yakni membuat surat kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung untuk membantu melakukan penangkapan para DPO, baik statusnya tersangka, terdakwa maupun terpidana.

Jampidsus telah merespon permintaan Kejati Sulselbar dan dari Jampidsus Kejaksaan Agung sendiri memerintahkan seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia untuk membantu penangkapan.

“Seluruh atau 31 Kejaksaan Tinggi mempunyai data para DPO untuk melakukan penangkapan. Kami juga menyurat ke aparat hukum lain, misalnya Kapolda untuk membantu penangkapan ini,” tuturnya.

Tarmizi menuturkan, beberapa kendala yang dihadapi para tim penyidik kejaksaan dalam melacak keberadaan para DPO itu, di antaranya telah meninggalkan wilayah hukum Sulselbar, mengganti identitas dan bahkan ada yang lari ke luar negeri.

“Bisa jadi mereka ada di Makassar atau di luar Makassar. Bisa jadi mereka juga telah berubah identitasnya. Tentu semunya ini menjadi strategi jaksa untuk mencari,” katanya.

Baca Juga : Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Masuk Daftar Capres Perempuan Favorit, Risma: Aku Nggak Punya Duit

Nasional

Jangan Menyepelekan Gejala Ringan Varian Omicron
Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi

Nasional

Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi

Nasional

Hadiri Sidang Tahunan MPR 2021, Jokowi Pakai Baju Adat Badui
Insentif

Nasional

Horeee! Sri Mulyani Bayarkan Insentif Rp2,9 Triliun untuk 375 Ribu Nakes
apahabar.com

Nasional

Jemaah Gagal Berangkat, Saudi Akan Kembalikan Biaya Visa Umrah
apahabar.com

Nasional

Militer AS yang Baru Pulang dari China akan Dikarantina
Denny Indrayana

Nasional

Quick Count Indikator Pilgub Kalsel: Denny-Difriadi Sementara Unggul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com