3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Kejati Minta Bantuan Kejagung Buru 34 DPO

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 17:45 WIB

Kejati Minta Bantuan Kejagung Buru 34 DPO

Ilustrasi DPO. Foto-sebarr.com

apahabar.com, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan meminta bantuan tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung untuk melacak dan memburu 34 buronannya yang menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Keberadaan para DPO kita ini cukup sulit terlacak, karena itu kami minta bantuan langsung ke AMC Kejagung,” ujar Kepala Kejati Sulsel Tarmizi di Makassar, Senin (10/12).

Ia mengatakan, langkah yang ditempuh dengan menaikkan status para buronan menjadi DPO itu dilakukan setelah berbagai upaya persuasif tidak membuahkan hasil.

Ia juga menyatakan pendekatan terhadap keluarga yang umumnya masih berstatus tersangka itu tidak dapat membantu, hingga akhirnya dirinya bersurat dan meminta langsung bantuan tim AMC Kejagung.

“Kan sebenarnya status tersangka itu belum tentu bersalah karena masih harus diuji di pengadilan. Nanti pengadilan yang menentukan, apakah seseorang yang jadi tersangka itu terbukti bersalah atau tidak,” katanya.

Baca Juga : Tingkatkan Pengawasan Akhir Tahun, Bea Cukai Gencar Menindak

Menurut Tarmizi, mekanisme permintaan bantuan itu, yakni membuat surat kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung untuk membantu melakukan penangkapan para DPO, baik statusnya tersangka, terdakwa maupun terpidana.

Jampidsus telah merespon permintaan Kejati Sulselbar dan dari Jampidsus Kejaksaan Agung sendiri memerintahkan seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia untuk membantu penangkapan.

“Seluruh atau 31 Kejaksaan Tinggi mempunyai data para DPO untuk melakukan penangkapan. Kami juga menyurat ke aparat hukum lain, misalnya Kapolda untuk membantu penangkapan ini,” tuturnya.

Tarmizi menuturkan, beberapa kendala yang dihadapi para tim penyidik kejaksaan dalam melacak keberadaan para DPO itu, di antaranya telah meninggalkan wilayah hukum Sulselbar, mengganti identitas dan bahkan ada yang lari ke luar negeri.

“Bisa jadi mereka ada di Makassar atau di luar Makassar. Bisa jadi mereka juga telah berubah identitasnya. Tentu semunya ini menjadi strategi jaksa untuk mencari,” katanya.

Baca Juga : Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Novel Baswedan Berharap Keberanian Kabareskim Baru Ungkap Tuntas Kasusnya
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Benarkan Penangkapan Jaringan Terduga Teroris di Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Politikus PDIP Polisikan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air Keras
apahabar.com

Nasional

Mudik 2019, Waspada Jalur Rawan Longsor Kalsel-Kaltim
apahabar.com

Nasional

Bukan Aceh, Daerah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Berikan Insentif ke Petani Miskin, Rp600 Ribu/Bulan
apahabar.com

Nasional

Aprindo: Belum Semua Ritel Terapkan Kantong Plastik Berbayar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com