Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegera Suruh Anak Jual Tisu Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Taspen Kirim Ratusan Paket Sembako Bantu Korban Banjir Kalsel

Kekerasan Perempuan dan Anak di Kalsel Naik, Dewan: Kurang Sosialisasi

and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 15:28 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 15:28 WIB

Kekerasan Perempuan dan Anak di Kalsel Naik, Dewan: Kurang Sosialisasi

Ilustrasi. Foto : Okezone

apahabar.com, BANJARMASIN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan menuding, kurangnya sosialisasi oleh pemerintah provinsi menjadi alasan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel.

“Selama ini Pemprov Kalsel masih kurang dalam sosialisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfhi Syaifuddin
kepada apahabar.com, siang tadi.

Ia menyarankan, Pemprov mesti gencar sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kekerasan khususnya di lingkup rumah tangga.

Kekerasan anak dan perempuan, menurutnya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat. Tokoh masyarakat dan pemuka agama kata dia juga mesti dilibatkan.

Baca juga: Kaltim Urutan Ke-14 Kekerasan Perempuan dan Anak

Lutfhi mengatakan, pihaknya telah menyusun Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Ia berharap, perda itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat.

“Yang lebih penting adalah bagaimana penegakan dari Perda tersebut,” katanya.

Lutfhi menegaskan, substansi perda tersebut lebih memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum kepada perempuan dan anak. Selain itu, kehadiran Perda dinilai bisa menganggarkan program yang terkait dengan perlindungan perempuan dan anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) mencatat, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel naik.

“Kasus kekerasan di 2018 cenderung meningkat dibanding 2017 dari 205 kasus menjadi 215 kasus,” ungkap Kepala DPPPA Kalsel, Husnul Khatimah.

Pihaknya mengatakan 198 kasus sudah ditangani. Sisanya masih dalam proses. Husnul mengatakan, peningkatan kasus itu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan terkait kasus kekerasan.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan anak di Kalsel Naik

Reporter: M.Robby
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Patroli Kewilayahan, Polsek Karang Bintang Pastikan Kantor PDAM Aman
Kasus Covid-19

Kalsel

Ledakan Kasus Covid-19 di Kalsel, Mobilitas Penduduk Jadi Kunci
apahabar.com

Kalsel

Kurangi Kemacetan, Jalur CFD di Banjarmasin Direncanakan Berubah
apahabar.com

Kalsel

Dukung Siswa Belajar dari Rumah, Ini Persembahan 3 Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Aksi Mogok Nasional Tolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin Pun Batal, Kenapa?
apahabar.com

Kalsel

Jalan Berlubang, Pelajar Berjuang Menuju Sekolahnya
apahabar.com

Kalsel

Hari Bakti Rimbawan Ke-36, Ribuan Pohon Ditanam di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Siap Cetak Pengusaha Baru, Sandiaga Uno Semangati Generasi Muda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com