Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Kemenag Tambah 1.000 Pembina Manasik Haji

- Apahabar.com Selasa, 18 Desember 2018 - 19:51 WIB

Kemenag Tambah 1.000 Pembina Manasik Haji

Ilustrasi Petugas Haji Foto - kemenag.go.id

apahabar.com, Palu – Kementerian Agama Republik Indonesia merencanakan penambahan petugas pembina manasik haji pada tahun 2019, untuk memaksimalkan pembinaan jamaah haji dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Mudah-mudahan di Tahun 2019 nanti, kita bisa menyiapkan 1.000 petugas pembina manasik haji,” ucap Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Khoirizi di Palu, Selasa (18/12).

Khoirizi mengemukakan Kementerian Agama RI menargetkan 5.000 petugas pembina manasik haji pada tahun 2019. Target itu telah direncanakan sejak tahun 2014 lalu.

Dia menjelaskan 5.000 petugas pembina/pembimbing haji itu dengan asumsi bahwa jamaah calon haji dari tanah air mencapai pada tahun 2019 mencapai 204.000 petugas. Artinya satu petugas pembina haji menangani satu regu atau satu rombongan.

Khoirizi mengatakan sistem penanganan dan pelayanan jamaah haji pada dasarnya tidak mengalami perubahan secara signifikan. Hanya saja model penanganan dilakukan secara sistematis, yaitu dengan managerial yang baik dan jelas.

“Kalau dahulu pembinaan manasik haji itu dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Ke depan, tidak lagi seperti itu melainkan harus melalui sistem.”

Sistem itu, lanjut Khoirizi, mekanisme penanganan pembinaan harus terukur dan terstruktur yang dimulai dari tingkat provinsi yang dalam struktur yaitu kepala bidang di Kanwil Kemenag di setiap provinsi.

Kemudian, menggerakkan seluruh kepala seksi sebagai penanggung jawab. Selanjutnya kepala seksi memberikan/membentuk koordinator kepada masing-masing KUA untuk mengatur operator.

“Operatur itu adalah mereka para kelompok bimbingan. Tenaga ahlinya, yaitu kawan-kawan pembina/pendamping haji yang telah mendapat sertifikasi secara khusus untuk melakukan pembinaan manasik.”

Lebih lanjut dia mengemukakan, Kemenag masih menggunakan kuota lama untuk jumlah jamaah haji tahun 2019 mendatang yaitu 221.000 calon haji. Sementara 204.000 calhaj diantaranya yaitu reguler, dan jatah haji khusus tahun 2019 mendatang sebanyak 17.000 calhaj.

Kuota itu dipengaruhi oleh belum adanya peningkatan/pengembangan jumlah Armina di Mina. Indonesia bisa menambah kalau tenda untuk jamaah calon haji dari Indonesia dapat ditingkatkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Faktor kedua, terkait di Arafah masih adanya perdebatan bila penempatan jamaah haji di Mina Jadid.

Baca Juga: Penimbunan Solar Batola, Hiswana Migas Sangkal Tudingan Keterlibatan Pihak SPBU

“Kalau makan kita bisa bagi dua, tidur kita bisa gantian. Tetapi bagaimana dengan mau buang air. Itulah yang membuat Kemenag lewat Menteri Lukman Hakim masih bertahan di kuota 200.000 itu,” pangkas Khoirizi.

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mulai Bertugas di Washington, Dubes Baru RI untuk AS Siap Perkuat Hubungan Bilateral
apahabar.com

Nasional

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Laporan Keuangan Pemerintahan Jokowi Peroleh Opini WTP
apahabar.com

Nasional

BNPB: Delapan Orang Meninggal, Empat Lainnya Dinyatakan Hilang Akibat Banjir Sulsel
apahabar.com

Nasional

Kaset Pita Nasibnya Kini
apahabar.com

Nasional

Kemenag Sumatera Imbau Salat Gaib untuk Mbah Moen
apahabar.com

Nasional

Hari Disabilitas 2018: Anak-Anak Tunadaksa di Banjarmasin Belum Terlayani secara Khusus
apahabar.com

Nasional

Jelang Haul Guru Sekumpul, Jalur Alternatif Sungai Bamban Mulai Padat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com