Nekat, Preman di Pekapuran Todongkan Pisau ke Polisi Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19




Home Kalsel

Sabtu, 1 Desember 2018 - 16:15 WIB

Keruk Sampah Sebabkan Drainase Buntu

Redaksi - Apahabar.com

ANGKAT LUMPUR - Pegawai kebersihan Drainase lakukan mengangkat lumpur agar air bisa lancar mengalir.(DinasPUPR). Foto-apahabar.com/Baha

ANGKAT LUMPUR - Pegawai kebersihan Drainase lakukan mengangkat lumpur agar air bisa lancar mengalir.(DinasPUPR). Foto-apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin segera mengatasi permasalahan genangan air yang selalu terjadi saat musim hujan tiba. Proses perbaikan itu dengan mengeruk sampah yang menjadi penyebab buntunya drainase.

Kemudian, melakukan pelebaran drainase supaya lebih banyak lagi air yang ditampung. Sudetan dan box cavert juga dibangun, bertujuan untuk mengurangi beban air yang melintas saat musim hujan terjadi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Joko Pitoyo mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi beberapa titik rawan genangan air di kota berjulung seribu sungai ini. Diantaranya kawasan jalan Antasari,Jalan Kuripan serta sekitar Pasar Ujung Murung dan Sudimampir. “Sungai lainnya juga dilakukan pembersihan sebagai sistem drainase primer,” katanya saat dihubungi, Sabtu (1/12/2018).

Baca juga :  Naik Pangkat, Simak Harapan Kapolsek Termuda di Batola

Sungai yang dimanfaatkan, ujar Joko, seperti Sungai A Yani, Sungai Kuripan, Sungai Veteran, Sungai Belasung. Pemanfaatan beberapa sungai kecil ini bertujuan untuk memperlancarkan aliran drainase pada saat curah hujan sudah mulai tinggi.

Baca juga :  Pasien Sembuh Bertambah, Kasus Covid-19 Batola Mulai Melandai

Sedangkan untuk group pembersihan drainase, Joko mengatakan, pihaknya telah memiliki 4 armada yang siap bertugas. Tapi, ia menilai pasukan pembersihan drainase itu tidak sebanding dengan jumlah kecamatan yang ada di Banjarmasin.

“Idealnya 5 group, untuk 1 group menangani satu kecamatan. Jadi kita hanya kekurangan 1 group saja,” ucapnya.

Ia pula mengatakan group pembersihan drainase ini merupakan anggaran untuk pembayaran upah harian pegawai kebersihan saja.

Baca Juga : Kasus HIV/Aids di Kalsel Meningkat

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rapat Pleno KPU Kalsel Berakhir, Kapolda: Tetap Jaga Situasi Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tala Perjuangkan Jalan Warga Milik PTPN XIII Dibebaskan
apahabar.com

Kalsel

Pagi Hari, di Kalsel BMKG Prakirakan Cuaca Bebas Hujan
apahabar.com

Kalsel

ICMI Diminta Berikan Solusi Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Geger, Seorang Warga Desa Sungai Kambat Batola Ditemukan Gantung Diri
apahabar.com

Kalsel

Jelang Natal dan Tahun Baru 2020; Pemohon SIM C Mendominasi di Polres Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Polemik Bursa Cawabup HST: Mahmud Mundur, Bupati Temui Petinggi Partai Hari ini
apahabar.com

Kalsel

Hingga Desember 2019, BPN Batola Kejar Target Sertifikat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com