Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Ketika Kaltara Memacu Pembangunan via Transportasi Udara

- Apahabar.com Sabtu, 22 Desember 2018 - 14:22 WIB

Ketika Kaltara Memacu Pembangunan via Transportasi Udara

Bandara Internasional Juwata Tarakan. Foto-eljohnnews.com

apahabar.com, TARAKAN – Transportasi udara menjadi penopang utama pembangunan di Kalimantan Utara.

Pesawat, bagi provinsi termuda Kaltim itu jadi moda angkutan massa andalan bagi masyarakat perbatasan.

Eksistensi transportasi udara yang dilakukan sejumlah maskapai penerbangan nasional juga internasional tak kalah pesat. Pertumbuhan dan pembangunan di Kaltara kian bergeliat.

Secara nominal Gubernur Kaltara Irianto, tarif angkutan udara di sana masih terbilang mahal. Itu jika dibandingkan tarif angkutan umum lainnya seperti speedboat.

“Namun secara perlahan-lahan masyarakat Kaltara akan mampu untuk mengonsumsinya,” jelasnya dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltara.

“Kini persoalannya adalah waktu,” tambah Irianto lagi.

apahabar.com

Foto-humaskaltaraprov.go.id

Dengan pesawat udara: waktu tempuh hanya 20 menit dari Tarakan ke Nunukan. Sementara menggunakan speedboat reguler, waktu tempuhnya hampir 3 jam. Lebih hemat waktu. Banyak hal dapat dilakukan masyarakat dengan waktu yang tersedia itu.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie baru saja menjajal rute penerbangan perdana Wings Air (Lion Group) rute Tarakan-Nunukan.

Menggunakan burung besi, mantan sekprov Kaltim itu pulang-pergi (PP) via Bandar Udara International Juwata Tarakan, Kamis (20/12).

Irianto meyakini pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan bidang kehidupan lainnya akan jauh lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Khususnya, di wilayah Tarakan dan Nunukan.

“Implikasinya? Tentu saja, besar sekali. Dalam bidang ekonomi, pastinya akan memicu bangkitnya perekonomian di Tarakan dan Nunukan. Produk-produk juga bisa dipasarkan lebih cepat, pergerakan massa juga lebih cepat,” ungkap Irianto.

Baca Juga: Evgeny Kalyagin: PT KAB Siap Lanjutkan Pembangunan KAB Borneo

Lantas, bagaimana dengan faktor keselamatannya? Diuraikan Gubernur, secara data, transportasi udara merupakan transportasi dengan tingkat keselamatan yang tinggi.

“Tingkat kecelakaan pesawat udara itu, 1 berbanding 6 ribu hingga 6.500 per tahun. Kenapa? Karena, sebelum pesawat itu berangkat, ada tim khusus yang harus memastikan bahwa pesawat tersebut laik terbang,” ujar Irianto.

Kecelakaan yang selama ini terjadi, menurut Irianto, umumnya  akibat permasalahan teknis. Disusul human error, atau hal yang tak terduga lainnya.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ganti Tahun, Harga Bapok Naik Turun di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Penerimaan Pajak 2019 Tumbuh Tipis
apahabar.com

Ekbis

Harga Batu Bara Makin Anjlok Turut Terdampak Merebaknya Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp6.000, Harga Emas Antam Jadi Rp920.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Kebutuhan BBM dan Elpiji di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga
apahabar.com

Ekbis

Rencana Vaksinasi Covid-19 di AS, Picu Penguatan Rupiah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com