ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Ekbis

Sabtu, 22 Desember 2018 - 14:22 WIB

Ketika Kaltara Memacu Pembangunan via Transportasi Udara

Redaksi - apahabar.com

Bandara Internasional Juwata Tarakan. Foto-eljohnnews.com

Bandara Internasional Juwata Tarakan. Foto-eljohnnews.com

apahabar.com, TARAKAN – Transportasi udara menjadi penopang utama pembangunan di Kalimantan Utara.

Pesawat, bagi provinsi termuda Kaltim itu jadi moda angkutan massa andalan bagi masyarakat perbatasan.

Eksistensi transportasi udara yang dilakukan sejumlah maskapai penerbangan nasional juga internasional tak kalah pesat. Pertumbuhan dan pembangunan di Kaltara kian bergeliat.

Secara nominal Gubernur Kaltara Irianto, tarif angkutan udara di sana masih terbilang mahal. Itu jika dibandingkan tarif angkutan umum lainnya seperti speedboat.

“Namun secara perlahan-lahan masyarakat Kaltara akan mampu untuk mengonsumsinya,” jelasnya dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltara.

“Kini persoalannya adalah waktu,” tambah Irianto lagi.

apahabar.com

Foto-humaskaltaraprov.go.id

Dengan pesawat udara: waktu tempuh hanya 20 menit dari Tarakan ke Nunukan. Sementara menggunakan speedboat reguler, waktu tempuhnya hampir 3 jam. Lebih hemat waktu. Banyak hal dapat dilakukan masyarakat dengan waktu yang tersedia itu.

Baca juga :  Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie baru saja menjajal rute penerbangan perdana Wings Air (Lion Group) rute Tarakan-Nunukan.

Menggunakan burung besi, mantan sekprov Kaltim itu pulang-pergi (PP) via Bandar Udara International Juwata Tarakan, Kamis (20/12).

Irianto meyakini pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan bidang kehidupan lainnya akan jauh lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Khususnya, di wilayah Tarakan dan Nunukan.

“Implikasinya? Tentu saja, besar sekali. Dalam bidang ekonomi, pastinya akan memicu bangkitnya perekonomian di Tarakan dan Nunukan. Produk-produk juga bisa dipasarkan lebih cepat, pergerakan massa juga lebih cepat,” ungkap Irianto.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

Baca Juga: Evgeny Kalyagin: PT KAB Siap Lanjutkan Pembangunan KAB Borneo

Lantas, bagaimana dengan faktor keselamatannya? Diuraikan Gubernur, secara data, transportasi udara merupakan transportasi dengan tingkat keselamatan yang tinggi.

“Tingkat kecelakaan pesawat udara itu, 1 berbanding 6 ribu hingga 6.500 per tahun. Kenapa? Karena, sebelum pesawat itu berangkat, ada tim khusus yang harus memastikan bahwa pesawat tersebut laik terbang,” ujar Irianto.

Kecelakaan yang selama ini terjadi, menurut Irianto, umumnya  akibat permasalahan teknis. Disusul human error, atau hal yang tak terduga lainnya.

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Rantau Melambung
apahabar.com

Ekbis

Terseret Anjloknya Bursa Saham AS, IHSG Awal Pekan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Koreksi Mata Uang Asia, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Efek Virus Corona, Bank Dunia Tolak Beri Pinjaman ke China
apahabar.com

Ekbis

KPPBC TMP B Banjarmasin Bebaskan Bea Masuk dan Larangan Pembatasan Barang Impor APD Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Target Penerimaan Pajak Sarang Burung Walet di Banjarmasin Tak Tercapai Lagi?
apahabar.com

Ekbis

Petani Kalbar Optimistis B30 Buat Harga Sawit Menanjak
apahabar.com

Ekbis

Efek Perang Dagang AS-Tiongkok, BI: 2020, Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi Belum Pulih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com