Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium

- Apahabar.com     Selasa, 25 Desember 2018 - 13:06 WITA

Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium

Kotak kardus Pemilu 2019. Foto-IDN Times

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman blak-blakan soal pemilihan karton kedap air atau kardus sebagai bahan kotak suara Pemilu 2019. Ada beberapa pertimbangan yang membuat KPU memilih kardus ketimbang bahan lain seperti aluminium, plastik, atau akrilik.

Menurut Arief sejak Pemilu 2004, bahan karton kedap air sebenarnya sudah digunakan sebagai kotak suara. Arief menyebut ketika itu jumlahnya hanya sedikit karena hanya menggantikan kotak suara berbahan aluminium yang rusak dan tak bisa diproduksi lagi.

“Waktu itu (jumlahnya) masih sedikit dan hanya sebagian kecil,” kata Arief kepada Tim Blak-blakan detikcom.

Untuk Pemilu 2019, karton kedap air itu akhirnya dipilih sebagai kotak suara dengan berbagai pertimbangan. Arief menyebut alasan pertama yaitu mengenai biaya produksi yang lebih murah ketimbang aluminium.

Baca Juga: Penyandang Difabel Keluhkan Kinerja KPU

Dengan karton kedap air, anggaran untuk pengadaan kotak suara diklaim Arief bisa dihemat lebih dari 50 persen.

Untuk alasan kedua, Arief menyebutnya terkait faktor distribusi. Menurut Arief, jika kotak suara berbahan aliminium maka proses distribusinya akan lebih berat dan memerlukan banyak kendaraan.

Sementara dengan karton, lanjut Arief, kotak suara didistribusikan dalam bentuk lembaran dan bisa dirakit di kabupaten, proses perakitannya pun tidak susah.

Arief kemudian menyampaikan alasan ketiga yaitu tentang proses penyimpanan. Dia mengatakan jika kotak suara berbahan aluminium, maka setelah selesai pemungutan suara harus disimpan sebagai bahan milik negara. Barang ini harus disimpan untuk digunakan di pemilu berikutnya.

Hal ini disebutnya akan menyebabkan anggaran tambahan untuk sewa gudang sebagai tempat penyimpanan kotak suara berbahan aluminium. Belum lagi, lanjut Arief, KPU harus mengeluarkan anggaran tahunan untuk ongkos biasa mengecek kondisi kotak suara setiap tahunnya.

“Menghindari itu maka kami memutuskan berbagan karton kedap air sekali pakai,” kata Arief.

Selengkapnya mengenai kotak suara pemilu berbahan kardus dapat disaksikan dalam Blak blakan Ketua KPU, ‘Mengapa Kotak Kardus’ di detikcom, Selasa 25 Desember 2018 pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: KPU Nyatakan Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Capai 80-90 Persen

Sumber: Detikcom
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Anak Buah Jaksa Agung Terjaring Operasi Senyap KPK
apahabar.com

Nasional

Bocah Difabel Sampaikan Keinginan Sekolah Kepada Presiden
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Siapkan Rp 400 Triliun untuk Perangi Covid-19

Nasional

Viral Pukul Warga, Polisi di Deli Serdang Sumut Langsung Dinonaktifkan
apahabar.com

Nasional

538 Tahanan di Rutan Polda Metro Jaya Bakal Mencoblos di Dua TPS
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Teluk Balikpapan Kian Terancam
apahabar.com

Nasional

700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang
apahabar.com

Nasional

1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com