3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium

- Apahabar.com Selasa, 25 Desember 2018 - 13:06 WIB

Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium

Kotak kardus Pemilu 2019. Foto-IDN Times

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman blak-blakan soal pemilihan karton kedap air atau kardus sebagai bahan kotak suara Pemilu 2019. Ada beberapa pertimbangan yang membuat KPU memilih kardus ketimbang bahan lain seperti aluminium, plastik, atau akrilik.

Menurut Arief sejak Pemilu 2004, bahan karton kedap air sebenarnya sudah digunakan sebagai kotak suara. Arief menyebut ketika itu jumlahnya hanya sedikit karena hanya menggantikan kotak suara berbahan aluminium yang rusak dan tak bisa diproduksi lagi.

“Waktu itu (jumlahnya) masih sedikit dan hanya sebagian kecil,” kata Arief kepada Tim Blak-blakan detikcom.

Untuk Pemilu 2019, karton kedap air itu akhirnya dipilih sebagai kotak suara dengan berbagai pertimbangan. Arief menyebut alasan pertama yaitu mengenai biaya produksi yang lebih murah ketimbang aluminium.

Baca Juga: Penyandang Difabel Keluhkan Kinerja KPU

Dengan karton kedap air, anggaran untuk pengadaan kotak suara diklaim Arief bisa dihemat lebih dari 50 persen.

Untuk alasan kedua, Arief menyebutnya terkait faktor distribusi. Menurut Arief, jika kotak suara berbahan aliminium maka proses distribusinya akan lebih berat dan memerlukan banyak kendaraan.

Sementara dengan karton, lanjut Arief, kotak suara didistribusikan dalam bentuk lembaran dan bisa dirakit di kabupaten, proses perakitannya pun tidak susah.

Arief kemudian menyampaikan alasan ketiga yaitu tentang proses penyimpanan. Dia mengatakan jika kotak suara berbahan aluminium, maka setelah selesai pemungutan suara harus disimpan sebagai bahan milik negara. Barang ini harus disimpan untuk digunakan di pemilu berikutnya.

Hal ini disebutnya akan menyebabkan anggaran tambahan untuk sewa gudang sebagai tempat penyimpanan kotak suara berbahan aluminium. Belum lagi, lanjut Arief, KPU harus mengeluarkan anggaran tahunan untuk ongkos biasa mengecek kondisi kotak suara setiap tahunnya.

“Menghindari itu maka kami memutuskan berbagan karton kedap air sekali pakai,” kata Arief.

Selengkapnya mengenai kotak suara pemilu berbahan kardus dapat disaksikan dalam Blak blakan Ketua KPU, ‘Mengapa Kotak Kardus’ di detikcom, Selasa 25 Desember 2018 pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: KPU Nyatakan Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Capai 80-90 Persen

Sumber: Detikcom
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Bantu Selidiki Penyerangan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Perkuat Patroli di Perairan Natuna
Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19

Nasional

Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kontak Tembak di Arwanop, Satu Anggota Brimob Tewas
apahabar.com

Nasional

Diamankan, Nelayan asal Sulsel Tak Tahu Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Hipmi Dukung Kebijakan Jual Beli Nikel dengan Dasar Harga Patokan Mineral
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Penimbunan Masker dan Antiseptik di Makassar
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Minta Perhatian Khusus pada Proses Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com