BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Ketua PWI Kalsel: Wartawan Patuh pada Kode Etik

- Apahabar.com Sabtu, 15 Desember 2018 - 22:25 WIB

Ketua PWI Kalsel: Wartawan Patuh pada Kode Etik

Peserta dengan serius mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan PWI Kalsel. apahabar.com/Tania

apahabar.com,BANJARMASIN- Percepatan arus informasi menuntut wartawan mesti lebih kreatif dan bekerja ekstra cepat, terlebih untuk media online.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmi memandang, yang terlihat sekarang ialah persiangan media online dan media sosial.

Jauh berbeda, ketika media sosial unggul dalam penyebaran informasi namun informasi yang diberikan melanggar kode etik jurnalistik, atau tak akurat.

“Dan tidak ada badan hukum yang melindungi, Bisa melanggar UU ITE karena tidak ada payung hukum,” jelasnya di sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI di Kalsel, Sabtu (15/12).

Helmi berharap wartawan mesti paham bagaimana cara bersaing dengan media sosial, yakni dengan memberikan informasi yang akurat kepada publik.

“Karena media sosial menyajikan informasi yang sangat cepat, namun tidak seakurat media online, dan juga kadang melanggar kode etik. Ini sangat berbahaya,” tambah Helmi lagi.

apahabar.com

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmi. apahabar.com/Tania

Baca Juga : Puluhan Jurnalis Kalsel Ikuti UKW

Menjadi tantangan tersendiri untuk wartawan media online, di samping dituntut kreatif dan tangkas, juga harus mengikuti kode etik jurnalistik.

“Nah untuk wartawan, jangan hanya bisa menulis dan membuat berita, untuk persaingan era digital, wartawan juga harus kreatif dan tangkas ditambah harus mematuhi kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Keunggulan dari media online dibanding dengan media sosial, apabila ada pelanggaran etik, maka pihak berwenang seperti kepolisian mesti lebih dulu berkonsultasi lewat Dewan Pers, mengacu nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri.

Baca Juga : Mulai Jawa hingga Cina, Meriahkan Festival Jukung Banjarmasin

Reporter: Tania Anggrainy
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gelar Seminar Nasional, BEM ULM Gandeng BEM Seluruh Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Ustaz Arifin Ilham di Mata Ketua NU Kalsel; Ulama Muda dan Merakyat
apahabar.com

Kalsel

Bupati Sudian Tak Gentar Hadapi Sanksi PAN
apahabar.com

Kalsel

Pembentukan Perda RTRW Banjarmasin Terdampak UU Cipta Kerja
apahabar.com

Kalsel

Pekerja Tewas Terjatuh di Duta Mall, Polisi Panggil Perusahaan Outsourching
apahabar.com

Kalsel

Bupati HST Geser Puluhan Pejabat Eselon III dan IV

Kalsel

Wakil Ketua DPRD Kalsel Dapat Mobil Dinas Rp 1,8 M di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Polresta Bidik Penanganan Rasuah di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com