Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Ketua PWI Kalsel: Wartawan Patuh pada Kode Etik

- Apahabar.com     Sabtu, 15 Desember 2018 - 22:25 WITA

Ketua PWI Kalsel: Wartawan Patuh pada Kode Etik

Peserta dengan serius mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan PWI Kalsel. apahabar.com/Tania

apahabar.com,BANJARMASIN- Percepatan arus informasi menuntut wartawan mesti lebih kreatif dan bekerja ekstra cepat, terlebih untuk media online.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmi memandang, yang terlihat sekarang ialah persiangan media online dan media sosial.

Jauh berbeda, ketika media sosial unggul dalam penyebaran informasi namun informasi yang diberikan melanggar kode etik jurnalistik, atau tak akurat.

“Dan tidak ada badan hukum yang melindungi, Bisa melanggar UU ITE karena tidak ada payung hukum,” jelasnya di sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI di Kalsel, Sabtu (15/12).

Helmi berharap wartawan mesti paham bagaimana cara bersaing dengan media sosial, yakni dengan memberikan informasi yang akurat kepada publik.

“Karena media sosial menyajikan informasi yang sangat cepat, namun tidak seakurat media online, dan juga kadang melanggar kode etik. Ini sangat berbahaya,” tambah Helmi lagi.

apahabar.com

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmi. apahabar.com/Tania

Baca Juga : Puluhan Jurnalis Kalsel Ikuti UKW

Menjadi tantangan tersendiri untuk wartawan media online, di samping dituntut kreatif dan tangkas, juga harus mengikuti kode etik jurnalistik.

“Nah untuk wartawan, jangan hanya bisa menulis dan membuat berita, untuk persaingan era digital, wartawan juga harus kreatif dan tangkas ditambah harus mematuhi kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Keunggulan dari media online dibanding dengan media sosial, apabila ada pelanggaran etik, maka pihak berwenang seperti kepolisian mesti lebih dulu berkonsultasi lewat Dewan Pers, mengacu nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri.

Baca Juga : Mulai Jawa hingga Cina, Meriahkan Festival Jukung Banjarmasin

Reporter: Tania Anggrainy
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Stick Cone

Kalsel

Terendam Banjir, Stick Cone di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Dicopot
apahabar.com

Kalsel

Jejangkit Bangkit II, Raja Tegang Di Festival Layang-layang Batola
apahabar.com

Kalsel

Kaget Dituding Nunggak Ledeng, Petani Desa Belayung Malah Dapat Ini
apahabar.com

Kalsel

PDIP Susun Pimpinan Perangkat Dewan, Syaripuddin dan Rosehan Kandidat Kuat Wakil Ketua DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Bukber di Masjid Al Akbar Balangan, Gubernur Serahkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Dandim 1007/Bjm yang Baru Kunjungi Pemuka Agama Kota Seribu Sungai
apahabar.com

Kalsel

MUI Kalsel Tegaskan Wajib Hukumnya Terima Putusan Mahkamah Konstitusi
apahabar.com

Kalsel

Diduga Edarkan Narkoba, Pemilik Warung di Tabalong Diciduk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com