Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Kewafatan NH Dini Ramai Diberitakan, Kenapa Dia Begitu Dikenal?

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 10:30 WIB

Kewafatan NH Dini Ramai Diberitakan, Kenapa Dia Begitu Dikenal?

NH Dini. Foto-semarangcoret.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kewafatan NH Dini akhir-akhir ini ramai diberitakan. Kenapa sastrawati itu begitu dikenal.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau NH Dini dikenal sebagai sastrawati kenamaan Indonesia. Namanya melambung berkat karya-karyanya yang mendunia. Sebut saja Novel terkenal Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) , Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai(1998), Dari Parangakik ke Kamboja (2003) adalah buah dari karya tulisnya yang sebagian diterjemahkan ke bahasa asing.

Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Karya NH Dini adalah karya yang dikagumi. Buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra.

Dini dipersunting Yves Coffin, Konsul Prancis di Kobe, Jepang, pada 1960. Dari pernikahan itu ia dikaruniai dua anak, Marie-Claire Lintang (lahir pada 1961) dan Pierre Louis Padang (lahir pada 1967).

Dini berpisah dengan suaminya, Yves Coffin pada 1984, dan mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta. Dari peceraian itu, dia hanya memperoleh 10.000 dollar AS yang kemudian digunakannya untuk membuat pondok baca anak-anak di Sekayu, Semarang.

Mengisi kesendiriannya, ia bergiat menulis cerita pendek yang dimuat berbagai penerbitan. Di samping itu, ia pun aktif memelihara tanaman dan mengurus pondok bacanya di Sekayu. Sebagai pencinta lingkungan, Dini telah membuat tulisan bersambung di surat kabar Sinar Harapan yang sudah dicabut SIUPP-nya, dengan tema transmigrasi.

Menjadi pengarang selama hampir 60 tahun tidaklah mudah. Dia menerima royalti honorarium yang cukup hanya di masa tuanya. Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit. Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan.

Tak lama kemudian NH Dini yang semula menetap di Semarang, kini tinggal di kompleks Graha Wredha Mulya Sleman, Yogyakarta. Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengku Buwono X yang mendengar kepindahannya, menyarankan Dini membawa serta perpustakaannya. Padahal empat ribu buku dari tujuh ribu buku perpustakaannya, sudah ia hibahkan ke Rotary Club Semarang.

D Yogya, NH Dini tetap menekuni kegiatan yang sama ia tekuni di Semarang, membuka taman bacaan. Kepeduliannya, mengundang anak-anak di lingkungan untuk menyukai bacaan beragam bertema tanah air, dunia luar, dan fiksi. Ia ingin anak-anak di lingkungannya membaca sebanyak-banyaknya buku-buku dongeng, cerita rakyat, tokoh nasional, geografi atau lingkungan Indonesia, cerita rekaan dan petualangan, cerita tentang tokoh internasional, serta pengetahuan umum.

Semua buku ia seleksi dengan hati-hati. Jadi, Pondok Baca Nh Dini yang lahir di Pondok Sekayu, Semarang pada 1986 itu, sekarang diteruskan di aula Graha Wredha Mulya. Ia senantiasa berpesan agar anak-anak muda sekarang banyak membaca dan tidak hanya keluyuran. Ia juga sangat senang kalau ada pemuda yang mau jadi pengarang, tidak hanya jadi dokter atau pedagang. Lebih baik lagi jika menjadi pengarang namun mempunyai pekerjaan lain.

Sebelum wafat, NH Dini tinggal di Panti Wredha Langen Wedharsih, Ungaran.

Sumber: Wikipedia
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Made Wardana Bawa Budaya Bali ke Eropa Selama 22 Tahun
apahabar.com

Gaya

Covid-19 Bisa Sebabkan Pasien Alami Rambut Rontok
apahabar.com

Gaya

Viral, Fotografer Muda di Sumsel Ini Jadikan Jalan Rusak Sebagai Obyek Foto Model
apahabar.com

Gaya

Takut Covid-19 Saat Liburan, Ikuti Cara Agar Tak Tertular
apahabar.com

Gaya

Bos Durian Thailand Buka Sayembara Cari Menantu, Hadiahnya Rp4,4 Miliar
apahabar.com

Gaya

5 Fakta Ngeri Pasar Tomohon, Tempat Paling Sadis yang Membuatmu Beruji Nyali
apahabar.com

Gaya

Sosok Pendiri Nissan, Putra Bangsawan Nyambi Jadi Mekanik di AS
apahabar.com

Gaya

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com