Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap

Kilang OOG-Pertamina Bakal Bersebelahan dengan Kilang Badak LNG

- Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 15:38 WITA

Kilang OOG-Pertamina Bakal Bersebelahan dengan Kilang Badak LNG

Foto - LNGTVnews

apahabar.com, JAKARTA – Proyek pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR) di Bontang, Kalimantan Timur menemui titik terang.

Komitmen tergelar setelah penandatangan perjanjian framework agreement antara PT Pertamina (Persero) dan Overseas Oil & Gas (OOG).

Kedua perusahaan bersepakat membangun kilang berkapasitas 300 ribu barrel/hari dan Petrokimia di Bontang, Kalimantan Timur.

“Dengan ditandatanganinya framework agreement dengan OOG hari ini, kita dapat maju ke langkah berikutnya yaitu melakukan Bankable Feasibility Study,” jelas Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, dikutip dalam laman resmi Pertamina, Senin (10/12).

Studi kata Adiatma akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konfigurasi teknis kilang dan keekonomian proyek.
Serta mengenal risiko-risiko yang dapat diantisipasi sejak dini untuk pelaksanaan proyek yang tepat waktu.

“Sesuai anggaran, pada spesifikasi, peraturan, dan mencapai target keekonomian proyek,” jelas Adiatma.

Adiatma menyatakan, setelah kerjasama dengan OOG sebagai mitra Joint Venture (JV) mayoritas di GRR Bontang, Pertamina akan mendapatkan beberapa manfaat.

Di antaranya mengoptimalkan belanja modal untuk melaksanakan ekspansi kilang lainnya dan program-program konstruksi misalnya di Balikpapan, Cilacap, Balongan, dan Tuban.

JV adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa negara menjadi satu perusahaan.

Adapun Pertamina juga akan melakukan offtake bahan bakar yang diproduksi oleh GRR Bontang untuk kebutuhan dalam negeri, terutama bensin/gasoline, avtur, dan LPG.

Perjanjian kerangka kerja akan berlaku selama 12 bulan. Di mana setelah dilakukan perjanjian kerangka kerja akan dilanjutkan dengan Bankable Feasibility Study. Kemudian Studi ke-engineering-an lanjut proyek kilang yang rencananya berlokasi dekat Kilang Badak LNG.

Baca Juga: Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan

OOG diketahui badan usaha downstream oil and gas business services asal Muscat, Oman. OOG memiliki lingkup bisnis services antara lain jasa commercial structure (develop), design services dengan tenaga berpengalaman, manajemen konstruksi, manajemen proyek, dukungan operasi dan pemeliharaan, serta solusi teknik dan konstruksi.

Terpilihnya OOG sebagai mitra, setelah melewati mekanisme seleksi mitra untuk GRR Bontang pada Januari 2018 lalu. OOG memenangkan status strategic partner dari beberapa kompetitor lain, untuk menggarap proyek ini bersama Pertamina.

Baca Juga: Sampah Ganggu Lalu Lintas Jalur Sungai

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Desainer Muliani Alif Lakoreasa

Tak Berkategori

Terinspirasi Keindahan Laut, Desainer Muliani Alif Lakoreasa Luncurkan Jilbab Elegan Terbaru
DPR RI

Tak Berkategori

Komisi III DPR RI Datangi Polda Kaltim, Bahas Tambang Liar
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Bayar THR, Dua Perusahaan di Kalsel Dilaporkan !
PPKM di Balikpapan

Tak Berkategori

PPKM di Balikpapan Naik Jadi Level 3, Pemkot Tunggu Inmendagri
Pembunuh

Tak Berkategori

Ssttt, Kawanan Pembunuh Sadis di Warung Remang Bungur Tapin Diringkus!

Tak Berkategori

Rupiah Hari Ini, Berpotensi Menguat Efek Obligasi AS
BKSDA Kalsel

Tak Berkategori

Macan Dahan Ditemukan di Kandangan HSS, Kasus Perdana BKSDA Kalsel
apahabar.com

Tak Berkategori

Optimalkan Layanan, Saudi Libatkan Petugas Haji Musiman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com