Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Kisah Inspiratif Ahmad Rifai, Sukses Jadi Pedagang Ikan di Usia 26 Tahun

- Apahabar.com     Minggu, 2 Desember 2018 - 13:23 WITA

Kisah Inspiratif Ahmad Rifai, Sukses Jadi Pedagang Ikan di Usia 26 Tahun

Ahmad Rifai menikmati keindahan pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah. Foto-Istimewa

Punya rumah toko, sarang walet, mobil hingga jalan-jalan menjelajahi pelosok negeri dengan uang hasil jerih payah sendiri, siapa yang tidak mau? Nah, berkat jerih payahnya sebagai pedagang ikan, Ahmad Rifai sudah mampu mewujudkannya di usia relatif muda, 26 tahun.

Imam Taofiq, Banjarmasin

Fai, begitu Ahmad Rifai disapa lahir di Barabai, 17 November 1992 lalu. Ia kecil dan tumbuh di Jalan Tri Kesuma, Kampung Kadi, Barabai Darat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Hidup dari keluarga pedagang. Ayahnya seorang pedagang ikan, yang kini jejaknya diikuti Fai. Meski lahir di Barabai, Fai memilih Banjarmasin sebagai kota mengais rezeki.
Saban harinya, ia berdagang ikan sungai di pelabuhan RK Ilir, Banjarmasin.

Saking banyaknya permintaan ikan sungai, ia harus membeli ikan dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Jumlahnya pun cukup besar, kadang dalam dua hari bisa ludes satu truk. Khusus bulan Rabiul Awal ini, ia bisa menghabiskan satu truk ikan gabus dalam sehari.

Permintaan ikan gabus naik signifikan di bulan lahirnya Baginda Besar Nabi Muhammad SAW, dimana warga Banjarmasin kerap memperingati perayaan maulid nabi.

Awalnya, usaha ini tak pernah terlintas dipikiran Fai. Sejak lulus Madrasah Aliyah, bukannya tidak langsung kuliah tapi malah memulai usaha jual beli getah di Kabupaten Melak, Kalimantan Timur, pada 2011 silam.

Namun, anjloknya harga getah waktu itu membuatnya tak dapat bertahan lama. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta di Banjarbaru guna masa depannya.

Namanya lahir dari darah pedagang, selama kuliah Fai pun mencoba beberapa dagangan. Seperti membuka kedai coklat yang bubuknya didatangkan langsung dari Malang.

Usaha ini lumayan bagus, akan tetapi omsetnya yang tidak terlalu tinggi sehingga membuatnya merasa kurang puas. Lantas, Fai mencoba bisnis di bidang jual beli kendaraan bersekala kecil.

Akan tetapi namanya usaha, lagi-lagi Fai merasa bisnis yang dijalani kurang menguntungkan, bahkan rugi.“Tidak gampang beusaha ini, (kita) harus tahu hitungannya, harus paham apa yang digawi (dikerjakan, red).

Aku pun dulu pernah juga bangkrut,” ujar Fai setelah panjang lebar bercerita kepada apahabar.com, jelang akhir pekan tadi. Rupanya atas perhitungan matang, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke bisnis yang digeluti ayahnya, sebagai penjual ikan.

“Tapi (aku) kada menyerah. Aku pelajari apa yang membuat aku bangkrut, baru memulai lagi dari nol sampai seperti (sekarang) ini,” ujar Fai.

Ia pun mulai aktif jual beli ikan tahun 2015 lalu. Fai merasa di bidang ini lah banyak mendapatkan keuntungan. Bayangkan, selama 3 tahun mempelajari usaha di bidang perikanan ini, Fai mengaku asetnya mulai bertambah.

Mulai terbangun dua sarang burung walet, rumah toko untuk warung makan, dan mampu beli mobil pribadi. Bahkan ia pun dapat menikmati peteluangan menikmati keindahan alam Indonesia.

Ia pun berpesan, jangan ragu untuk memulai usaha. “Jangan pernah takut jika ingin berusaha. Jika takut bakalan tidak akan dikerjakan,” pungkas Fai sambil mengingatkan.

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Hujan Berjam-jam, Rumah Warga hingga Polsek di Banjarbaru Tergenang
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Pemilu, Orderan Danu Meningkat
apahabar.com

Tak Berkategori

Bupati HSS Dianugerahi Tanda Penghargaan Tertinggi Lencana Melati
apahabar.com

Tak Berkategori

Bawa Kabur Motor Teman, Seorang Pria di Banjarmasin Dibekuk Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

Penyelundupan 1.050 Liter BBM Ilegal Digagalkan

Tak Berkategori

DNA Korban Pembunuhan Oknum TNI di Balikpapan Diperiksa Labfor
Kereta Barang Ekspor

Tak Berkategori

Kereta Barang Ekspor Turki-China Berangkat Perdana,Lewati Dua Benua dan Dua Laut
apahabar.com

Tak Berkategori

Siapapun Pemenangnya, Masyarakat Kalsel Jangan Terprovokasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com