Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

Komisi I Desak SPBU ‘Nakal’ di Kalimantan Selatan Ditera Ulang

- Apahabar.com Rabu, 19 Desember 2018 - 18:26 WIB

Komisi I Desak SPBU ‘Nakal’ di Kalimantan Selatan Ditera Ulang

ILUSTRASI Penadah BBM ilegal. Foto - Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi I DPRD Kalimantan Selatan mendesak pemerintah setempat menindaklanjuti dugaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyeleweng.

Terbaru, redaksi apahabar.com menerima laporan masuk dari masyarakat terkait adanya praktik kecurangan. Di salah satu SPBU yang ada di bilangan Banjarmasin Selatan, jamak terjadi pengurangan takaran bahan bakar dari mesin dispenser ke kendaraan konsumen.

“(Jika benar) Itu sama saja mengurangi takaran atau timbangan. Nah itu bisa terkena sanksi pidana,” kata Wakil Ketua Komisi Bidang Hukum dan Pemerintahan Suripno Sumas ditemui, Rabu (19/12) siang.

Baca Juga: Penimbunan Solar di Batola Libatkan 5 SPBU, Supir sampai Penjaga Gudang Diamankan

Dari penelusuran media ini, rupanya SPBU yang dimaksud sedang dalam status ‘diselidiki’ oleh polisi. Baru baru ini praktik pelangsiran terkait perkara penimbunan BBM di Berangas, Kabupaten Batola berhasil terbongkar. Polisi menduga BBM diperoleh dari SPBU di bilangan Km 6 yang melakukan praktik percurangan itu.

SPBU Km 6 menjadi satu dari lima SPBU yang dilidik polisi selain SPBU Veteran, SPBU Ukhuwah, SPBU Sungai Tabuk, dan SPBU Km 17.

Kembali ke laporan yang masuk, petugas SPBU di sana diduga memulai pengisian BBM ke kendaraan konsumen tidak dalam kondisi angka nol. Dalam konsisi wajar, seharusnya dengan Rp20 ribu pengguna motor skuter matic bisa mendapati isi tangkinya penuh.

Baca Juga: Kasus Penimbunan BBM Batola: SPBU Bermasalah Tetap Beroperasi

Lantas, Suripno meminta, Dinas Perdagangan Kalsel segera turun tangan; mengecek langsung ke lapangan, tera ulang atau pengujian kembali Total Dynamic Head (TDH) timbangan, takaran dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan minyak.

“Saya harap Dinas Perdagangan segera menyelidiki, apakah itu benar dari kenakalan oknum petugas atau karena tera ulangnya sudah lewat,” sambungnya.

Baca Juga: 23 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Penimbunan BBM di Batola

Kepada manajemen atau pengeola SPBU yang sengaja atau tidak sengaja melakukan kecurangan dalam pengisian BBM, dirinya mengimbau segera melapor ke Dinas Perdagangan untuk kembali ditera ulang.

Soal ini, Pertamina melalu Sales Executive Retail IV Kalimantan Selatan, mengaku belum menerima laporan ihwal dugaan pengurangan takaran BBM dari mesin dispenser ke kendaraan konsumen.

Baca Juga: Natal dan Tahun Baru 2018: Intip Cara Pertamina Perkuat Distribusi BBM

“Saya belum menerima laporan seperti itu dari masyarakat,” ujar Endo dikonfirmasi via seluler.

Dia juga mengatakan, pengisian BBM di SPBU dalam kondisi tidak dari angka nol sudah menyalahi SOP yang telah ditentukan Pertamina. Namun ditanya soal sanksi, pihaknya cenderung pasif. Endo menganggap kesalahan tersebut bukan kesalahan besar tak sampai berujung pencabutan izin operasi.

apahabar.com

Infografis-apahabar.com

Baca Juga: Dugaan Penimbunan BBM di Batola, Pertamina: Jangan Salahgunakan Solar Subsidi!

“Nanti kalau menemukan petugas SPBU yang tidak mulai dari nol, bisa langsung tegur atau laporkan ke pengaduan Konsumen Pertamina,” sambungnya.

Selain menegur petugas SPBU, Endo juga meminta masyarakat untuk meminta struk sebagai bukti pembelian.

Baca Juga: Imbas Penimbunan BBM Batola: Pertamina Stop Salurkan Solar Subsidi di Dua SPBU

Ya, perkara tindak penyelewengan BBM di lima SPBU tengah menjadi isu hangat di tengah masyarakat Banua.

PT Pertamina (Persero) meminta segenap konsumen industri tidak menyalahgunakan jatah solar bersubsidi.

Memasuki natal dan tahun baru 2018, seperti diwartakan sebelumnya, jatah BBM dan LPG untuk Kalsel akan dinaikan 4 persen dari kouta awal.

Baca juga: Cuaca Buruk Ancam Distribusi Gas dan BBM ke Kalimantan Selatan

 

Reporter: Rizal Khalqi/Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terganjal Perda Ramadan, Atlet Biliar tak Bisa Latihan
Denny Indrayana

Kalsel

Via Instagram, Denny Indrayana Desak MK Diskualifikasi Pasangan 01
apahabar.com

Kalsel

Dorr!! Spesialis Pencuri Mobil Mewah Bati-Bati Dilumpuhkan Polisi

Kalsel

Kapolda Kalsel Pantau Kesiapan Pilbup Kotabaru 2020
apahabar.com

Kalsel

Proses Pencarian Korban KM Pieces Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres HST Jadi Motivator di Rapat Desa Mandingin
apahabar.com

Kalsel

Evaluasi PPDB Banjarmasin, Komisi IV: Tidak Lebih Baik dari Tahun Lalu
apahabar.com

Kalsel

Patroli Malam, Satlantas Pores Batola Gelorakan Stop Pelanggaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com