Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka

Komnas HAM: Tangan Para Pekerja Diikat Lalu Ditembak

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 20:59 WIB

Komnas HAM: Tangan Para Pekerja Diikat Lalu Ditembak

Frits B Ramandey. Foto-Antara

apahabar.com, WAMENA – Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits B Ramandey mengatakan menurut saksi-korban, sebanyak 25 orang pekerja konstruksi di Distrik Yigi dipaksa berbaris dengan tangan diikat, kemudian diberondong peluru.

Frits mengaku sudah bertemu dua korban yang selamat yang saat itu juga diikat bersama-sama dengan pekerja lain sebelum ditembaki oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Berdasarkan kesaksian saksi-korban yang disampaikan kembali oleh Frits, saat insiden penembakan terhadap 25 orang tersebut, 11 orang berhasil meloloskan diri, tetapi dikejar dan hanya empat orang yang selamat setelah lari terpisah masuk ke dalam hutan belantara.

Sebelum diikat, mereka dipaksa berjalan kaki dari lokasi penyerangan mulai pukul 15.00 WIT hingga pagi ke tempat eksekusi di Gunung Mbua.

“25 orang itu diikat, lalu perintah dari pimpinannya untuk mereka diberondong dengan cara yang sadis. Ini tindakan yang tidak manusiawi. Tidak ada orang yang tidak punya alasan untuk memberi alamat kutuk terhadap mereka ini,” kata Frits.

Dari pengakuan korban selamat yang disampaikan kepada Komnas HAM, KKSB menduga semua pekerja di sana adalah anggota TNI.

“Kalau mendengar testimoni dari karyawan, dua minggu sebelumnya mereka (KKSB) sudah melintas di lokasi tersebut dan tahu siapa yang tentara, baik yang ada di Mbua maupun yang ada di Yigi.

Pertanyaan kita selanjutnya adalah kenapa mereka bisa sadis melakukan tindakan begini. Sudah ikat orang tidak berdaya, menyita barang-barang mereka, lalu kemudian mereka menembak,” katanya.

Frits mengatakan perilaku penembakan secara sadis itu tidak mendapat simpati dari siapa saja.

“Karena itu sekali lagi orang-orang itu harus bertanggung jawab, kalau itu pelakunya di bawah struktur OPM, Komnas HAM meminta untuk harus hentikan,” katanya.

Frits Ramandey mengatakan perilaku penembakan KKSB tersebut mengesahkan tindakan TNI/Kepolisian untuk melakukan tindakan atau kepentingan hukum.

“Dalam mekanisme HAM, kalau di sana pegang senjata (KKSB) dan tentara/polisi pegang senjata di sini maka itu tidak berlaku mekanisme HAM. Itu sah tindakan aparat,” katanya.

Frits menambahkan, saksi mengatakan saat penembakan, kelompok berseberangan dengan NKRI itu menggunakan tiga senjata laras panjang dan tiga senjata laras pendek, serta beberapa orang memegang alat-alat seadanya seperti panah, parang dan lainnya.

Baca Juga: Komnas HAM Minta Penanganan Pembunuhan Pekerja di Papua Transparan

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tahun Ini 254.173 Lowongan CPNS dan PPPK Dibuka
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak di Solok Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM Mendeteksi Ada Kelompok Penyusup di Wamena
apahabar.com

Nasional

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Datang dari Aa Gym
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Wali Kota Surakarta, Jokowi: Maju Saja
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Qatar: Kenakan Masker Atau Masuk Penjara
apahabar.com

Nasional

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus
apahabar.com

Nasional

Bangkit dari Pandemi, Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Berdikari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com