Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Komoditas Ekspor Udang Masih Primadona

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 21:03 WIB

Komoditas Ekspor Udang Masih Primadona

Ilustrasi penangkapan udang. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir 2018, komoditas udang masih menjadi primadona.

Terutama untuk ekspor hasil perikanan dari keseluruhan ekspor perikanan yang mencapai hingga sekitar 5 miliar dolar AS.

“Ekspor udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan hingga akhir tahun ini, yang mencapai 1,8 miliar dolar AS, dengan volume 180.000 ton,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto, Senin (10/12).

Menurutnya, dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang, pihaknya akan terus berupaya mendongkrak peningkatan ekspor udang nasional.

Rifky mengungkapkan targetnya bisa meningkatkan ekspor udang hingga mencapai 2,8 miliar dolar AS per tahun.

Lebih jauh Rifky menjelaskan, agar bisa mencapai target tersebut, dibutuhkan tambahan volume ekspor udang sebesar 100.000 ton, sehingga PDSPKP tengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP untuk bisa meningkatkan produksi udang budidaya dalam negeri.

“Selama ini produksi udang budidaya merupakan penyumbang terbesar ekspor udang nasional yang mencapai 80 persen dari sisanya dari perikanan tangkap,” kata Dirjen PSDPKP.

Selain menggenjot produksi udang, Rifky mengatakan, KKP juga menggenjot produksi ikan lainnya seperti tuna yang berada di urutan kedua terbesar penyumbang ekspor sektor kelautan dan perikanan.

Kemudian untuk cakalang dan tongkol di urutan kelima dan rumput laut di urutan keenam dari segi nilai ekspor, tapi kedua dari segi volume.

Adapun untuk pangsa pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar tujuan ekspor udang terbesar Indonesia. Di Negeri Paman Sam tersebut, ekspor udang dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah India.

Sedangkan di Eropa, Indonesia berada di urutan ke-16 pengekspor udang ke benua biru tersebut, sehingga pihaknya juga mengingatkan pelaku usaha bahwa ekspor ke Eropa sangat besar peluangnya.

Selain mendongkrak ekspor, menurut Riffky yang tidak kalah penting adalah peningkatan konsumsi ikan dalam negeri, karena ikan kaya akan akan protein dan omega 3.

Adapun untuk angka konsumsi ikan nasional tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 angka konsumsi ikan nasional 43,94 kg/kapita setara ikan utuh segar, meningkat 6,74 persen dari tahun sebelumnya (41,11 kg/kapita), dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 47,34 kg/kapita.

Sedangkan pada tahun 2018 ditargetkan sebesar 50,65 kg/kapita dan tahun 2019 sebesar 54,49 kg/kapita.

Sumber : Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Alami Inflasi 0,06 Persen, Intip Pemicunya
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai Diprediksi Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Setelah Gagalnya Pemakzulan Trump
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI Ingin RI Jadi Pemain Global Ekonomi Syariah
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan Huawei Malah Naik
apahabar.com

Ekbis

Perlahan, Rupiah Mulai Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pekan Ketiga Ramadan, Harga Gula Kristal Kalsel Berangsur Turun
apahabar.com

Ekbis

Penurunan Harga Pertamax Cs Bikin Tekor Pengusaha SPBU Kalsel!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com