Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Korupsi Dana DAK Pendidikan, KPK Tahan Bupati Cianjur

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 19:15 WIB

Korupsi Dana DAK Pendidikan, KPK Tahan Bupati Cianjur

Irvan Rivano Muchtar. Foto-rmol.co

apahabar.com, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Cianjur 2016-2021 Irvan Rivano Muchtar (IRM) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (CS) dan Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin (ROS).

Mereka ditahan terkait kasus korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Terhadap tiga tersangka yang telah melewati proses pemeriksaan dilakukan penahanan selama 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (13/12).

Irvan Rivano ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung KPK, Kavling K-4 Jakarta, Cecep Sobandi ditahan di Rutan Cabang KPK di Kavling C-1 Jakarta, dan Rosidin ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Usai diperiksa, Irvan meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Cianjur atas kasus yang menjeratnya tersebut.

“Saya memohon maaf kepada warga masyarakat Kabupaten Cianjur atas kelalaian saya dalam mengawasi aparat Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum,” kata Irvan yang telah mengenakan rompi tahanan KPK itu.

Ia pun mengaku akan bertanggung jawab dan menjadi pembelajaran ke depan bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menciptakan pemerintah yang bersih.

Namun, ia mengaku tidak ada pemotongan (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. “Tidak, tidak ada, tidak ada sama sekali,” ucap Irvan.

Sebelumnya, KPK mengumumkan tiga orang itu sebagai tersangka pada Rabu (12/12) malam.

Diduga Bupati Cianjur bersama sejumlah pihak telah meminta, menerima atau memotong pembayaran terkait DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018 sebesar sekitar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Taufik Setiawan alias Opik dan Rudiansyah yang menjabat sebagai pengurus Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur diduga berperan menagih “fee” dari DAK Pendidikan pada sekitar 140 Kepala sekolah yang telah menerima DAK tersebut.

Dari sekitar 200 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengajukan, alokasi DAK yang disetujui adalah untuk sekitar 140 SMP di Cianjur. Diduga, alokasi “fee” terhadap IRM, Bupati Cianjur adalah 7 persen dari alokasi DAK tersebut. Sandi yang digunakan adalah “cempaka” yang diduga merupakan kode yang menunjuk Bupati.

Dalam tangkap tangan kasus itu, KPK turut mengamankan uang Rp1.556.700.000 dalam mata uang rupiah dalam pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu.

Diduga sebelumnya telah terjadi pemberian sesuai dengan tahap pencairan DAK Pendidikan di Kabupaten Cianjur tersebut.

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

PPATK Telusuri Aliran Dana Terkait Kasus Pengaturan Skor Sepakbola
apahabar.com

Hukum

Garang Saat Todongkan Senjata, Dua Pelaku Begal di Banjarmasin Timur Menangis Ketika Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Melerai, Rizal Malah Ditikam Temannya  

Hukum

Diamankan dengan Luka Lepuh di Sekujur Tubuh, Pelaku Pembakar Rumah di Basirih Banjarmasin Dirawat Intensif
apahabar.com

Hukum

Langsir BBM Bersubsidi, Seorang Warga HSU Diamankan Polisi
apahabar.com

Hukum

Minta Layanan Diperbaiki, Pelanggan PDAM Kotabaru Gugat Pemerintah
apahabar.com

Hukum

Mayat Tanpa Kepala di Kotabaru, Polisi: Pelaku Tidak Tunggal
apahabar.com

Hukum

Simpan Sabu dalam Bungkus Nutrisari, Pria di Tanbu Diproses
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com